Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label kehamilan. Show all posts
Showing posts with label kehamilan. Show all posts

7 Hal Yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Saat Ingin Pergi Liburan

Musim liburan tiba. Bagi Anda yang tengah hamil biasanya khawatir untuk liburan bersama keluarga karena harus melakoni perjalanan jauh dengan pesawat atau mobil. Meski sedang hamil, bukan berarti Anda tidak bisa pergi berlibur. Liburan di saat hamil bisa jadi kesempatan Anda relaksasi sejenak sebelum nantinya sibuk mengurus bayi.


Travelling sebenarnya aman-aman saja dilakukan saat hamil. Kecuali dokter memang merekomendasikan Anda untuk tidak berpergian dulu karena mengalami hamil yang berisiko keguguran. Menurut American College of Obstertrics and Gynecology (ACOG), waktu paling tepat untuk berlibur saat hamil adalah ketika kehamilan berada di antara usia 18-24 minggu.


Untuk Anda yang kehamilannya tidak berisiko dan ingin berlibur, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini tips untuk ibu hamil yang ingin berlibur seperti dipaparkan Disney Family dan Baby Center :


1. Camilan Sehat
Apapun pilihan transportasi Anda entah itu pesawat, kapal laut, atau mobil, Anda tetap harus membawa makanan atau camilan sendiri. Jangan mengandalkan makanan di pesawat atau membeli di jalan. Sebagian besar makanan di pesawat tidak bisa dikategorikan sehat dan makanan jenis fast food kurang baik untuk kehamilan. Jadi bawalah camilan sehat seperti edamame, biskuit, pisang, apel, dan buah-buahan lainnya yang Anda sukai. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah jangan sampai dehidrasi. Bawa botol minuman kemanapun pergi dan minumlah dengan teratur.


2. Sepatu yang Nyaman
Bagi wanita, tampil gaya dalam situasi apapun termasuk liburan merupakan hal yang penting. Tapi bukan berarti Anda jadi lupa pada keselamatan sehingga memilih menggunakan high heels atau sepatu lainnya yang membuat kaki sakit dan tubuh jadi tidak nyaman. Saat liburan, bawa alas kaki yang nyaman, entah itu wedges yang tidak terlalu tinggi atau flat shoes. Jika dalam liburan tersebut banyak agenda berjalan kaki, sebaiknya bawa juga sepatu yang mengikuti kontur kaki seperti sepatu olahraga.


3. Bawaan Jangan Terlalu Berat
 Meskipun bisa mengandalkan suami, tapi tetap saja Anda harus mempersiapkan diri dalam urusan membawa barang bawaan. Usahakan barang bawaan yang menjadi tanggungjawab Anda tidak terlalu berat dan banyak. Jika Anda travelling harus berpindah-pindah tempat atau berganti-ganti pesawat, tentu barang bawaan yang berat dan banyak ini bisa membuat Anda mudah lelah.


4. Bantal
Kalau Anda berencana liburan dengan naik mobil ke tempat tujuan, jangan lupa untuk membawa bantal yang nyaman. Namun kalau pergi naik pesawat tidak perlu membawa bantal tersebut. Jangan sungkan untuk meminta bantal ekstra saat pesawat sudah terbang. Menaruh bantal di bawah kaki atau di belakang bahu selama perjalanan bisa membuat ibu hamil lebih nyaman.


5. Hemat Energi
 Meskipun hamil bukan berarti aktivitas Anda menjadi terbatas saat liburan. Anda tetap bisa melakukan berbagai aktivitas seperti naik tangga, ke pantai, museum atau sekadar makan malam. Hanya saja yang perlu diingat, Anda pasti akan lebih mudah lelah ketimbang dulu saat belum hamil. Usahakan Anda punya waktu untuk beristirahat sejenak dari jadwal kegiatan selama liburan. Istirahat di sini bisa dengan mandi, tidur siang atau mengangkat kaki ke atas, membaca di pantai atau hanya sekadar menghabiskan malam dengan tenang di kamar hotel sambil memesan makanan.


6. Manjakan Kaki
Perjalanan ke lokasi liburan baik dengan pesawat ataupun mobil yang membutuhkan waktu lama bisa membuat kaki pegal. Jika Anda pergi dengan mobil, usahakan sesekali menyempatkan diri untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Sedangkan kalau naik pesawat, kereta atau bus, jika ada kursi kosong di dekat Anda, angkat kaki ke atas kursi sesekali. Saat terbang, sebaiknya juga lepskan alas kaki dan pakai kaus kaki yang tidak terlalu tebal sehingga memudahkan Anda jika mau berjalan-jalan.


7. Menghindari Infeksi Jamur
Wanita hamil lebih berisiko terkena infeksi jamur jika berpergian ke tempat yang iklimnya terlalu panas, lembab. Untuk melakukan pencegahan, gunakan busana yang ringan dan tidak terlalu ketat sehingga tubuh bisa bernafas. Sebaiknya janan pakai jaket tebal atau celana yang ketat. Setelah berenang, segera ganti swimsuit yang basah. Sebelum berangkat liburan, konsultasikan dengan dokter kandungan tentang obat anti jamur apa yang bisa dibawa untuk berjaga-jaga.





Sumber : rahasiakeluarga.com

Sulitnya Memberi Adik untuk si Kecil


Ingin menambah momongan lagi, tapi kok susah sekali ya ? Mungkin Bunda mengalami apa yang dinamakan infertilitas sekunder.

Infertilitas sekunder adalah kondisi dimana seorang wanita mengalami kesulitan saat ingin hamil lagi. Resiko infertilitas sekunder bisa dialami pasangan manapun dengan rentang usia 20 - 34 tahun (usia produktif) dan di atas 35 tahun (melewati usia produktif). Bahkan, pasangan yang sehat dan tidak memiliki gangguan reproduksi apapun bisa mengalaminya.


Penyebab dari infertilitas sekunder ini bermacam-macam. Berdasarkan penelitian dari Human Fertilization and Embriology Authority, tahun 2009 di Amerika Serikat, penyebab tertinggi dikarenakan jumlah sperma yang rendah dan adanya gangguan reproduksi pada pria (32%). Kerusakan saluran telur (Tuba Falopi) juga menjadi salah satu pemicunya. Begitu pula dengan gangguan fungsi indung telur dan rahim.


Namun, Bunda tak perlu cemas berlebihan bila dokter menyatakan positif infertilitas sekunder. Sebagai tindakan awal biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar hormon Bunda. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter, seperti :
Laparoskopi 
Laparoskopi ini dilakukan pada wanita yang terdiagnosis memiliki masalah di saluran indung indung telur dan rahim. Tindakan operasi bisa dilakukan untuk membuang endometriosis dan membuka jalannya saluran indung telur.
Histeroskopi 
Hampir sama dengan Laparoskopi, Histeroskopi juga dilakukan dengan operasi untuk membuang Polip, Tumor dan membuka saluran tuba falopi yang tersumbat.
Terapi Obat
Bunda akan diberikan beberapa jenis obat untuk mengembalikan siklus menstruasi yang mempengaruhi masa ovulasi Bunda. Ada juga obat yang diberikan untuk menambah jumlah sel telur.
Inseminasi
Inseminasi dikenal juga dengan istilah “cuci sperma”. Dokter akan mengambil sperma suami dan melakukan beberapa tindakan untuk mensterilkan sperma. Saat Bunda memasuki masa ovulasi, sperma akan dimasukkan ke dalam rahim Bunda.
Donasi Sperma 
Mungkin hal ini belum diterima masyarakat Indonesia khususnya. Di negara-negara eropa hal ini lumrah dilakukan. Seorang wanita mendapat donasi sperma dari pria lain yang bukan suaminya.




Sumber : Infobunda

Peranan Dan Tanggung Jawab Bidan Dalam Asuhan Kehamilan


Bidan adalah suatu profesi yang dinamis. Berhubungan perubahan-perubahan terjadi begitu cepat, maka bidan harus terus memperbaharui keterampilan serta harus meningkatkan serta harus meningkatkan pengetahuanya menjadikan bidan praktek harus kompeten dalam pengetahuan dan keterampilan yang di haruskan, agar bisa menjadi seorang praktis yang aman saat ia memulai pekerjanya. Akan tetapi, tugas belajarnya tersebut barulah merupakan permulaan. Saat pengetahuan dan ketrampilan bertambah maka adanya memulai pengabdianya, ia akan tumbuh dalam memainkan peran dan tanggung jawabnya sebagai seorang bidan profesional.



Beberapa dari tanggung jawab bidan ini adalah :

  1. Menjaga agar pengetahuanya tetap up to data, terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan kemahiranya agar bertambah luas serta mencakup semua aspek dari peran seorang bidan
  2. Mengenali batas-batas pengetahuan, keterampilan pribadinya dan tidak berupaya melampaui wewenangnya dalam praktek kliniknya.
  3. Menerima tanggung jawab untuk mengambil keputusan serta konsekuensi dari keputusan tersebut.
  4. Berkomunikasi dengan pekerja kesehatan profesional lainnya dengan rasa hormat dan martabat.
  5. Memelihara kerjasama yang baik dengan staf kesehatan dan rumah sakit pendukung untuk memastikan sistem perujukan yang optimal.
  6. Kegiatan membantu mutu, yang bisa mencakup penilaian sejawat, pendidikan yang berkesinambungan, kaji ulang kasus-kasus dan audit maternal/perinatal.
  7. Bekerja sama dengan masyarakat dimana ia berpraktek meningkatkan akses mutu asuhan kesehatan.
  8. Menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan status wanita serta kondisi hidup mereka serta menghilangkan praktek-praktek Kultur yang sudah terbukti merugikan kaum wanita.
Ref. artikelkebidanan.com

Jenis kosmetik Yang Harus Dihindari Saat Hamil



Saat hamil, tidak ada salahnya bagi para ibu untuk tetap tampil cantik dan menawan. Namun, dalam hal pemilihan kosmetik saat hamil haruslah hati-hati, mengingat bahan yang terkandung di dalam kosmetik tersebut apakah berbahaya atau tidak bagi kehamilan anda. Berikut adalah beberapa kosmetik yang perlu dihindari saat anda hamil mengingat bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dapat membahayakan kehamilan anda:





 



Perawatan Rambut Kimiawi
  • Perawatan rambut yang menggunakan bahan kimia seperti yang dilakukan dalam rebonding, pengeritingan, atau dalam pengecatan warna rambut sebaiknya dihindari dulu pada saat anda hamil. Hal di sebabkan bahan kimia yang terdapat di dalamnya akan masuk ke dalam pori-pori kepala dan ke dalam aliran darah dan ini sangat membahayakan janin dan akan meningkatkan resiko janin lahir dengan kondisi cacat.
  • Penggunaan cream hair removers juga baiknya dihindari saat hamil karena mengandung bahan kimia yang mudah diserap kulit dan tentunya juga akan membahayakan janin anda.

Obat Jerawat
  • Obat jerawat yang mengandung Retinol A yang fungsinya biasanya untuk mengelupaskan kulit yang mati, penggunaan dalam dosis tinggi telah menunjukkan bahwa perkembangan bayi menjadi terhambat.
  • Selain itu obat jerawat yang mengandung Benzoil Peroksida di mana obat tersebut termasuk ke dalam kategori C yang berarti bahwa studi yang telah dilakukan pada hewan telah menunjukan hasil efek yang buruk bagi janin dan belum adanya studi yang terkontrol pada perempuan.
  • Obat jerawat yang mengandung accutane. Obat jerawat ini dilakukan secara oral dalam pengobatannya. Hal ini baiknya di hindari saat kehamilan karena akan menyebabkan resiko janin lahir dengan cacat atau bahkan janin mengalami kematian.
  • Obat jerawat yang mengandung hidrokortison juga diyakini menimbulkan resiko bayi lahir dengan cacat atau janin akan mengalami keracunan.
  • Obat jerawat yang mengandung bahan salicylic acid banyak menimbulkan komplikasi pada ibu hamil.

Perawatan Kulit
  • Penggunaan tabir surya dengan perlindungan kimia di mana terdapat bahan avobenzone dan oksibenzon yang mudah di serap kulit yang dapat mempengaruhi perkembangan janin.
  • Lotion atau pembersih kulit yang mengandung bahan asam salisilat. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat menimbulkan cacat pada janin.
  • Produk perawatan kulit yang menggunakan bahan pengawet dari parabens. senyawa ini dalam penelitian telah menunjukkan hasil bahwa sistem reproduksi bayi laki-laki akan menjadi terganggu.
  • Produk pemutih kulit yang mengandung bahan hydroquinone. Bahan kimia tersebut akan mempengaruhi enzim-enzim di dalam tubuh dan menahan bahan-bahan alami yang diperlukan oleh janin. Juga, produk pemutih yang mengandung bahan sintetis dapat membuat ibu hamil menjadi alergi.

Manikur dan Pedikur

  • Produk cat kuku yang mengandung bahan phathalates. Bahan kimia ini akan menimbulkan permasalah pada sistem reproduksi.
  • Bahan cat kuku dari basecoat, top coat dan aseton jika terhirup akan berpengerahuh terhadap kehamilan. Penelitian telah membuktikan banyak terjadi gangguan kesehatan seperti bayi cacat atau meninggal pada para pekerja salon yang sedang hamil.

Tips Berbusana Saat Hamil

Ketika anda hamil, banyak hal yang perlu dipersiapkan seiring dengan banyaknya perubahan-perubahan yang terjadi, dan tentunya salah satunya adalah perubahan tubuh anda seiring dengan makin membesarnya perut anda. Dengan adanya perubahan ini, banyak hal yang harus disesuaikan, mulai dari pola makan, pola hidup dan yang tak kalah penting adalah pola berbusana anda. Diperlukan kiat-kiat khusus dalam memilih busana ini, sehingga dapat menunjang kehamilan anda namun juga dapat membuat hari-hari anda tetap nyaman. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan dalam hal pemilihan busana selama hamil.


Pakaian Ibu Hamil
Utamakan kenyamanan dalam memilih pakaian. Sesuaikan dengan selera Anda pribadi. Jika memang Anda tidak merasa nyaman mengenakan baju terusan panjang pada saat sebelum hamil, tidak perlu memaksa diri untuk membeli baju seperti itu hanya dengan anggapan bahwa semua ibu hamil mengenakannya.

Selama hamil metabolisme anda lebih tinggi dari pada biasanya, anda akan merasa gerah dan banyak berkeringat, oleh karena itu pilihlah pakaian dari bahan-bahan alami, Pilih bahan bahan yang dingin seperti katun lebih nyaman dipakai daripada bahan sintetik, bahan tenunan dan pakaian longgar juga akan membuat anda merasa sejuk  maka tubuh anda akan terasa lebih hangat. Kini telah banyak model pakaian hamil yang menarik.

Belilah pakaian yang terasa nyaman saat dikenakan dan memiliki bahan yang berkualitas. Ingat, koleksi baju hamil Anda tidak akan sevariatif baju biasa, jadi Anda akan sering mengenakannya. Untuk itu, tidak masalah keluar uang lebih banyak untuk satu baju, daripada akhirnya Anda harus membeli beberapa baju lagi karena yang sebelumnya terasa kurang nyaman.

Bila pandai menjahit, anda pun bisa membuatnya sendiri. Kini juga telah banyak dijual celana panjang bertali, baju kimono, baju tanpa pinggang dan jubah, memang semua itu bukan jenis baju hamil, namun cukup ideal untuk dikenakan saat dan seusai hamil. Bila anda merencanakan untuk menyusui sendiri, cari pakaian yang mudah dibuka dan dicuci.

Pada kehamilan akhir, adanya ban pinggang pada rok dan celana panjang terasa mengganggu. Mungkin lebih baik anda memilih menggunakan jumpsuit.

Sepatu Ibu Hamil
Ligamen, jaringan pengikat sendi, kaki anda pun melunak dan meregang di saat hamil, sama halnya dengan bagian tubuh lainnya, sehingga sebaiknya carilah sepatu yang sesuai. Berdiri terlalu lama juga akan membuat kaki anda tegang, jadi usahakan untuk duduk kapan pun anda sempat. Kehamilan dapat membuat keseimbangan Anda menjadi kurang baik dan tubuh akan cenderung condong ke depan. Gunakan sepatu bertumit rendah atau tanpa tumit, dan hindari yang bertumit runcing, karna mudah membuat jatuh. Pada kehamilan akhir pakailah sepatu berukuran setengah nomor lebih besar, terutama bila kaki anda membengkak.

Stoking dan Celana Ketat
Jangan menggunakan stoking berkaret elastik, yang bisa mengganggu aliran darah di kaki dan menyebabkan varises. Menggunakan stoking atau legging sebelum meninggalkan tempat tidur dapat mencegah terjadinya varises. Pakailah open guest atau legging satuan bila anda menderita infeksi vagina. Usahakan selalu membeli legging hamil satu nomor lebih besar dari yang biasa, karena ukuran yang sama bisa membuat anda tersiksa.

Pakaian Dalam
Celana dalam khusus untuk ibu hamil sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Anda cukup membeli beberapa celana dengan bahan yang nyaman dipakai dan dengan ukuran yang lebih besar. Katun akan lebih baik untuk semua pakaian dalam, terutama bila anda banyak berkeringat, selain itu juga dapat mencegah timbulnya infeksi vagina.

Pemilihan Bra
Pada kehamilan akhir anda membutuhkan bra dua nomor lebih besar dari yang biasa, selain itu lingkar dada akan membesar sekita 8 hingga 10 cm. Pakaialah yang enak di tubuh anda, jangan membeli tanpa mencobanya lebih dulu. Bra harus membantu menahan payudara tanpa menekan puting, dan talinya harus cukup lebar sehingga tidak menyakiti bahu anda.

Tali bra elastis sebaiknya tidak dipakai karena kurang bisa menahan dengan baik. Payudara tidak berisi jaringan otot, sehingga bila mengendur selama kehamilan, tidak akan dapat kembali seperti semula. Bra yang bagus juga dapat menghindari terjadinya guratan bekas regangan. Menjelang persalinan, bila payudara anda membesar dan terasa berat,tak ada salahnya memakai bra saat tidur. ada pula bra yang dirancang khusus untuk ibu-ibu menyusui yang dapat dikenakan saat mengandung dan setelah melahirkan. Bagian depannya dapat dibukan untuk menyusui, sedang bagian belakangnya dapat disesuaikan sesuai dengan lingkar dada anda. Sebaiknya, saat menysusui hindari bra yang tak dapat dibukan seluruh payudara, bukan hanya puting dan jaringan disektiarnya, menjadi aktif saat menyusui, dan bra berpenutup di depan, bisa menahan aliran ASI.

Amankah Metal Detektor Buat Kehamilan

Tidak jarang wanita hamil harus sering bepergian dan ada juga wanita hamil yang kerjanya harus berada dekat dengan alat metal detektor. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan efek jangka panjang dari paparan pada kehamilan (bayi). Kebanyakan detektor logam yang digunakan pada orang di bandara/pelabuhan, Hotel dll hanya mengeluarkan radiasi non-ion dan aman untuk paparan jangka panjang, tidak meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran, atau kelainan janin.


Detektor logam memancarkan jenis radiasi non-ion aman dan sifatnya memantul pada objek. Radiasi yang digunakan dalam detektor logam dan pintu deteksi dianggap aman bagi wanita hamil. Sedangkan mesin X-ray untuk bagasi memang mengeluarkan radiasi pengion, tetapi perangkat ini terlindung dengan baik (memiliki proteksi logam, biasanya timah hitam) terhadap pekerja dan orang2 yang berlalu lalang didekatnya.

Demikian juga terhadap barang bawaan berupa makan atau minuman dan pakaian, radiasi yang dihasilkan tidak membahayakan bagi yang mengkonsumsi makanan dan minuman dimaksud. Berbeda dengan radiasi untuk keperluan medis yang sifatnya radiasi peng-ion sehingga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran dan mengganggu organ reproduksi.

Radiasi diukur dalam satuan yang disebut rad, rem atau rontgen. Menurut Standar Keselamatan, ibu hamil tidak boleh terkena lebih dari 500 millirems, atau 0,5 rem, selama kehamilan atau kurang dari 50 mRem (0,05 rem) perbulan.

Sebagai ilustrasi, dalam sebuah penerbangan pulang-pergi dari New York ke Los Angeles seorang wanita bisa terkena ekspos radiasi sebesar 5 mRem (0,005 rem), sedangkan pengaruh detektor logam (detektor handy) bisa diabaikan. Sedangkan sinar-x medis dapat masih aman mengekspos wanita hamil 60 mRem, masih bisa lebih dari angka ini jika manfaat yang dihasilkan lebih besar (misalnya untuk diagnostik penyakit).

Meskipun lama terpapar lama dengan detektor logam diyakini tidak membahayakan janin, lebih bijaksana kalau bekerja di sekitar peralatan seperti setiap hari bagi ibu hamil untuk menghindar/menjauh dari alat tersebut. Dan bagi pekerja2 yang berhubungan dengan radiasi tentunya terus diukur paparan terhadap radiasi yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu.


Sumber : drdidispog

Kehamilan Postterm = Hamil Lewat Waktu = Hamil Lewat Bulan

Lamanya kehamilan normal adalah sekitar 37-42 minggu, dan tanggal perkiraan persalinan adalah saat mencapai 40 minggu atau 280 hari dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Hamil cukup bulan (atterm)= 40 minggu jika penghitungan dilakukan dari hari pertama haid terakhir = HPHT (Last Menstrual Periode =LMP) atau 38 minggu jika didasarkan ovulasi ((EDC). Waktu ovulasi tidak selalu sama pada setiap wanita, maka secara praktikal dipakai cara yang pertama (Cukup bulan = 40 minggu = 280 hari). Hamil dikatakan lewat waktu jika sudah mencapai 42 minggu atau 294 hari.



Kehamilan postterm, juga disebut kehamilan lewat waktu, adalah kehamilan yang telah melampaui 42 minggu dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Jumlah kejadiannya sekitar 10 persen dari kehamilan.

Sangat penting untuk memastikan bahwa kehamilan sebenarnya postterm atau tidak. Idealnya, usia kehamilan yang akurat ditentukan di awal kehamilan. Pada wanita yang memiliki periode menstruasi yang teratur, HPHT dapat diandalkan dengan catatan haidnya terartur minimal 3 bulan terakhir sebelum kehamilan.

Jika ada ketidakpastian HPHT, atau jika ukuran rahim lebih besar atau lebih kecil dari berdasarkan HPHT, usia gestasi janin dan tanggal persalinan dapat diperkirakan dengan pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan USG paling akurat bila dilakukan pada awal kehamilan, jika dilakukan pada paruh terakhir kehamilan kurang dapat diandalkan untuk memperkirakan taksiran persalinan.

Pada umumnya, penyebab kehamilan postterm tidak diketahui. Ada beberapa faktor yang risiko. Kejadiannya lebih tinggi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki riwayat kehamilan postterm sebelumnya. Faktor genetik juga mungkin memainkan peran. Satu penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko kehamilan postterm pada wanita yang lahir postterm.

Kehamilan yang berlanjut melebihi 42 minggu memiliki risiko baik pada janin dan ibunya.

Risiko bagi janin

Kelahiran mati atau kematian neonatal - Insiden lahirn mati meningkat pada kehamilan yang berlanjut setelah 42 minggu. Namun, resiko relatif kecil, dengan hanya 4 sampai 7 kematian per 1000 kelahiran (di luar negri). Sebagai perbandingan, risiko kelahiran mati atau kematian bayi pada kehamilan antara 37 dan 42 minggu 2 sampai 3 per 1000 kelahiran.

Ukuran bayi besar - Bayi2 postterm memiliki peluang lebih besar terkena komplikasi yang berkaitan dengan ukuran tubuh besar (bayi besar=makrosomia), yang didefinisikan sebagai berat lebih dari 4500 gram (sebelumnya 4000 gram). Komplikasi dapat berupa persalinan lama, persalinan macet dan sulit melewati vagina serta cedera pada bayi. (misalnya, patah tulang atau cedera saraf) yang berkaitan dengan kesulitan dalam melahirkan bahu (distosia bahu).

Dismaturitas janin - Juga disebut "sindroma postmaturitas," ini mengacu pada janin yang mengalami gangguan pertumbuhan, biasanya karena masalah dengan pengiriman darah ke janin melalui plasenta. Plasenta janin yang sudah postterm biasanya sering mengalami penurunan fungsinya untuk memberikan oksigen dan makanan.

Aspirasi Mekonium (Terhirup air ketuban) - kalau di kampung2 atau dikalangan masyarakat awam dikenal dengan terminum air ketuban (istilah yang salah, karena secara normal bayi minum air ketuban). Pada kehamilan postterm, akibat penurunan fungsi plasenta bayi sering ook didalam perut (mekonium) sehingga ketubannya bercampur mekonium (hijau) Jika sampai terhirup oleh bayi akan menyebabkan masalah pernapasan pada saat bayi lahir.

Risiko untuk ibu - Risiko terhadap ibu terkait dengan ukuran bayi yang lebih besar pada kehamilan postterm, berupa kesulitan saat bersalin, peningkatan cedera pada kerampang (perineum) termasuk labia, vagina, dan rektum dan peningkatan persalinan dengan bedah Cesar.

Perawatan

Pemantauan janin antenatal - Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan tes pada janin jika kehamilan melampaui taksiran persalinan. Tes ini memberikan informasi tentang kesehatan janin dan tentang risiko atau manfaat yang akan terjadi jika kehamilan dilanjutkan.

American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa pemantauan janin hanya diperlukan setelah 42 minggu (294 hari) usia kehamilan, tetapi dokter kebidanan sudah memulai pengujian janin pada usia 41 minggu. Banyak ahli merekomendasikan pengujian dua kali seminggu, termasuk pengukuran volume cairan ketuban. Pemeriksaan berupa mengamati detak jantung janin 'menggunakan monitor janin (disebut nonstress-test =NST) atau mengamati aktivitas bayi dengan USG (disebut profil biofisik).

Nonstress Tes (NST) - NST dilakukan dengan memantau detak jantung bayi dengan sebuah perangkat kecil yang diletakkan di perut ibu. Perangkat ini menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk mengukur denyut jantung bayi dari waktu ke waktu, biasanya untuk 20 sampai 30 menit. Frekuensi dasar (Baseline) detak jantung bayi harus antara 110 dan 160 denyut per menit dan harus meningkat minimal 15 denyut per menit selama 15 detik ketika bayi bergerak.

Tes ini dianggap aman (disebut "reaktif") jika ditemukan dua atau lebih peningkatkan laju jantung janin (akselearsi) dalam jangka waktu 20 menit. Pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan jika kenaikan tidak ditemukan setelah pemantauan selama 40 menit.

Profil biofisik (BPP) - Skor/nilai profil biofisik janin dihitung untuk menilai kesehatan janin. Terdiri dari lima komponen: Nonstress Tes dan 4 parameter pengukuran USG janin: gerakan tubuh janin, gerakan pernapasan, Gerakan anggota tubuh kaki, lengan, atau tulang belakang), dan volume cairan ketuban (AFI= Amniotic Fluid index). Setiap komponen dinilai , 2 poin jika normal dan 0 poin jika tidak normal. Total skor keseluruhannya10. Bayi dianggap sehat jika skor 8-10.

Volume cairan ketuban merupakan variabel penting dalam BPP karena volume yang rendah (Oligo-hidramnion) dapat meningkatkan risiko terjadinya kompresi (penekanan) tali pusat. Jumlah air ketuban bisa berkurang dalam jangka waktu singkat (beberapa hari).

Stress tes - Lengapnya stress tes kontraksi (CST) juga bisa dilakukan untuk menilai kesehatan janin. Caranya dilakukan melibatkan pemberian suatu obat (oksitosin) untuk ibu untuk merangsang kontraksi uterus, kemudian detak jantung janin dimonitor untuk melihat reaksinya terhadap kontraksi yang timbul. Jika denyut jantung janin melambat (deselearsi lambat dll memenuhi kriteria gawat janin) selama CST mungkin dibutuhkan persalinan dengan Cesar.

Induksi persalinan - Dokter harus mempertimbangkan risiko dan manfaat untuk melanjutkan kehamilan, hasil tes (tesebut diatas), dan kondisi serviks (leher rahim). Biasanya, leher rahim mulai membesar (terbuka) dan mengalami penipisan menjelang akhir kehamilan. Induksi persalinan lebih cenderung gagal pada wanita yang serviks-nya tidak melebar atau menipis (serviks matang), sehingga akhirnya persalinan harus di akhiri dengan operasi.

Tren sekarang, induksi sudah mulai dilakukan pada usia kehamilan 41-42 minggu jika tidak terjad persalinan secara spontan. Jika serviksnya belum matang, maka bisa dilakukan pematangan serviks dengan pemberian obat (prostglandin dll) atau dengan menggunakan metode mekanis dengan memasang kateter Foley di leher rahim. Pada wanita yang serviksnya sudah matang dapat dilakukan induksi langsung dengan pemberian obat (oksitosin), yang diberikan via cairan infus. Persalinan bisa dipilih secara Cesar jika janinnya besar, memiliki riwayat persalinan dengan Cesar sebelumnya, atau alasan pilihan pribadi (on demand).

Bayi postterm sering memiliki penampilan yang khas. Lengan dan kaki yang panjang dan tipis. Kulit tampak kering dan mengelupas dan kadang-kadang terjadi pewarnaan pada kulit (kuning-kehiajuan). Kulit tampak longgar, terutama paha dan bokong, rambut lebih panjang atau lebih tebal, dan kuku yang panjang. Bayi terlihat "waspada" (mata terbuka, terbelalak) dan terlihat "tua".

Beberapa penelitian telah dilakukan secara jangka panjang pada bayi-bayi postterm (misalnya, pertumbuhan, pola perkembangan dan kecerdasan) secara umum hasilnya tidak berbeda dengan bayi yang lahir dalam batas cukup bulan (atterm)





Sumber : drdidispog

7 Tips menghilangkan sakit pinggang dalam kehamilan



Nyeri pinggang selama kehamilan adalah keluhan umum pada wanita hamil. Angkanya sekitar 50-70 persen dari wanita hamil bisa merasakannya. Nyeri pinggang ini bisa dirasakan di semua tingkat usia kehamilan. Tetapi paling banyak dirasakan saat kehamilan tua.






Penyebabnya :
  • Peningkatan hormon – hormon yang dilepaskan saat hamil, akan membuat ligamen (penunjang rahim di daerah panggul (pelvis) menjadi lembut dan sendi2 menjadi longgar dalam rangka mempersiapkan proses kelahiran bayi. Perubahan2 ini akan mempengaruhi punggung wanita hamil 
  • Arah gravitasi – pusat gravitasi pada wanita hamil secara perlahan akan berubah ke arah depan saat perut semakin membuncit, yang menyebabkan postur tubuh berubah. 
  • Tambahan Berat badan ekstra – baik dari ibu maupun dari bayi 
  • Postur atau posisi – postur yang tidak baik, berdiri berlebihan, dan membungkuk dapat memicu/menambah nyeri pinggang 
  • Stres – stres biasanya bisa menemukan bagian lemah dari tubuh, sehingga wanita hamil akan mengalami peningkatan rasa nyeri pinggang selama hamilnya . 
7 tip dibawah ini bisa mengurangi nyeri tersebut:

no 1: Selalu menjaga/mempertahankan sikap postur tubuh yang baik
Saat bayi tumbuh, pusat gravitasi akan bergeser ke depan. Untuk menghindari jatuh ke depan, maka wanita hamil mungkin mengimbanginya dengan bersandar - yang dapat meregangkan otot-otot di pinggang bawah dan menyebabkan sakit pinggang selama kehamilan.

Prinsip postur tubuh yang baik (harus dibiasakan):
* Berdiri tegak dan lurus.
* Dada ditinggikan.
* Bahu kebelakang dan rileks.
* Jangan merapatkan lutut.


Ketika berdiri, berdirilah dengan kedua kaki membuka (memang gak sopan sih haha). Jika harus berdiri untuk jangka waktu yang lama, istirahatkan satu kaki di angkat sedikit (bisa pakai dingklik).Pilihlah kursi yang mendukung punggung (ergonomis), atau kalau cuma kursi biasa yang ada, maka tempatkan bantal kecil di belakang punggung bagian bawah. Punggung bagian atas dan leher posisikan lurus.

No 2: Pakai sepatu yang tepat
Pakailah sepatu bertumit rendah dengan lengkungan yang baik.


No 3: Mengangkat sesuatu dengan benar
Jangan membengkokkan pinggang jika ingin mengambil sesuatu dari lantai, tetapi berjongkoklah.


No 4: Tidur miring.
Tidur miring dan jangan telentang. Salah satu atau kedua lutut ditekuk. Menaruh bantal di bawah tekukan lutut dan perut juga akan membantu. Atau menggunakan bantal khusus hamil yang men-suport mulai dari dada, perut dan kaki.


Nomor 5: Panas, dingin atau pijat
Gunakan bantal pemanas ke punggung, atau es pack bergantian dengan panas. Menggosok punggung juga mungkin bisa membantu. Lebih baik lagi, minta bantuan ahli pijat profesional.


Nomor 6: Adanya aktivitas fisik dalam rutinitas harian
Aktivitas fisik yang teratur dapat menjaga tubuh menjadi kuat dan dapat meredakan sakit punggung selama kehamilan. Dengan izin dokter, cobalah kegiatan seperti berjalan kaki atau berenang.


No 7: Pertimbangkan terapi komplementer/alternatif
Beberapa penelitian menunjukkan akupunktur yang dapat membantu meringankan sakit punggung selama kehamilan. Chiropractic merupakan alternatif lain yang bisa membantu.


Namun demikian jangan mengabaikan nyeri punggung. Karena bisa saja itu merupakan gejala persalina kurang bulan, yang biasanya disertai dengan pendarahan per vagina. 

Seputar Persalinan Kembar

Kehamilan multipel (multiple pregnancy) adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Sering disebut juga sebagai kehamilan kembar (twin pregnancy). Ibu yang melahirkan bayi kembar akan lebih banyak membutuhkan dukungan, baik itu secara lahiriah maupun jasmaniah. Kehamilan kembar memang beresiko terhadap persalinan yang lebih besar dibanding kehamilan tunggal. Kesulitan yang sering didapati antara lain anemia, air ketuban meningkat 10 kali lipat sehingga rahim lebih meregang dan menyebabkan resiko persalinan prematur, kontraksi rahim kurang dan pendarahan sesudah melahirkan meningkat. Namun, dengan segala risiko tersebut jangan membuat Anda merasa terbebani. Yang penting, rajin berkonsultasi ke dokter dan ikuti semua saran kesehatan bagi kehamilan dan persalinan kembar untuk mencegah segala kemungkinan.


Berikut ini ada beberapa saran yang dapat diikuti untuk mempersiapkan kelahiran si kembar:
  • Kontrol kehamilan lebih sering dari biasanya, kira-kira pada usia kehamilan 24 minggu dianjurkan tiap 2 minggu sekali dan saat kehamilan 36 minggu tiap seminggu sekali.
  • Perbanyak istirahat dengan sering berbaring, sehingga aliran darah ke plasenta meningkat dan pertumbuhan janin menjadi lebih pesat.
  • Setelah usia kehamilan 30 minggu hendaknya Anda menghindari diri dari berpergian jauh dan berhubungan seks.
  • Perbanyak makanan mengandung protein, dan makanlah lebih sering, namun dengan porsi lebih sedikit. Karena kebutuhan zat besi pada ibu hamil kembar lebih besar untuk mencukupi kebutuhan 2 janin dan agar pengeceran volume darah ibu lebih meningkat. Karenanya, ibu perlu sering melakukan pemeriksaan kadar Hb dan mengetahui jenis golongan darah serta rhesus ibu untuk persiapan tranfusi jika diperlukan.
  • Minum secara teratur suplemen penambah darah yang diberikan oleh dokter untuk mencegah anemia dan sekaligus sebagai nutrisi untuk kedua janin.

BATAS waktu kelahiran anak kedua antara 5 - 15 menit sesudah anak pertama. Jika terlalu cepat, trauma persalinan pada anak kedua lebih besar (setelah ikut stress pada waktu anak pertama lahir, harus mengalami stress lagi pada persalinannya sendiri). Jika terlalu lama, dapat terjadi hipoksia.

Beberapa kepustakaan menganjurkan penundaan pemotongan tali pusat (delayed clamping) setelah lahir anak pertama, atau darah dari potongan tali pusat anak pertama diurut kembali ke arah plasenta, untuk memberi tambahan pada anak kedua yang masih berada di dalam. Namun manfaat hal-hal ini masih kontroversial. Masalah Yang Mungkin Terjadi Pada Saat Persalinan Bayi Kembar

  1. Mungkin anak pertama melintang atau sungsang dan anak kedua memanjang yang biasa disebut posisi 69 (terjadi posisi saling mengunci / interlocking). Interlocking ini dimungkinkan karena pada kehamilan kembar umumnya janin tidak terlalu besar, sedangkan cairan ketuban lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, sering terjadi perubahan posisi janin. Bila anak pertama letaknya membujur, maka persalinan dilakukan seperti biasa. Yang harus diwaspadai justru pada anak kedua, baik letak sungsang maupun kepala. Kalau letak sungsang, maka ketubannya harus dipecahkan dan dibantu kelahiran lewat bokong. Kakinya ditarik keluar.
  2. Mungkin terjadi prolaps tali pusat (risiko tinggi karena bayi kecil).
  3. Mungkin ada plasenta previa.
  4. Pada kembar monoamniotik, dapat terjadi saling melilit / kusut pada tali pusat janin (dapat terlilit / terkait dengan ekstremitasnya sendiri atau saudaranya, atau dengan tali pusat saudaranya).
  5. Pendarahan sesudah melahirkan. Pendarahan dapat terjadi dalam 24 jam pertama atau sekunder sesudah itu. Normalnya tidak lebih dari 500 cc. Penyebabnya antara lain terlepasnya sebagian plasenta dari rahim, perlukaan jalan rahim, atonia uteri (tak adanya kontraksi rahim), dan kelainan proses pembekuan darah.

Kembar menyebabkan rahim sangat meregang dan rahim yang meregang cenderung mengalami kontraksi sebelum kehamilan mencapai usia yang matang. Akibatnya bayi kembar sering dilahirkan secara prematur dan memiliki berat badan yang rendah, kurang dari 2500gr. Karena berukuran kecil, mereka mempunyai risiko mudah terserang sakit sesudah lahir dan perkembangannya pun lebih lambat dari pada bayi tunggal. Untuk menentukan bagaimana pertumbuhan janin, dapat diketahui dari perubahan berat badan ibu selama awal, pertengahan dan akhir kehamilan. Perhitungan pertambahan berat badan sebagai berikut:
  • Bayi kembar yang ibunya mempunyai berat badan rendah akan bertambah 2,5 kg pada minggu ke-20; 6,5 kg pada minggu ke-28; dan 12,5 kg pada minggu ke-36.
  • Bayi kembar yang ibunya mempunyai berat badan sedang naik 7,5 kg pada minggu ke-20, bertambah 5 kg pada minggu ke-28; dan bertambah menjadi 19 kg pada minggu ke-36.
  • Kenaikan berat badan Ibu selama dua trimester pertama mempunyai dampak besar yang menentukan berat badan waktu lahir.
Terapi nutrisi juga harus diterapkan bagi semua wanita yang hamil kembar. Hal tersebut berlaku untuk semua wanita dengan segala berat badan untuk membantu memastikan pertumbuhan janin optimal dan berat badan lahir lebih tinggi.

Kehamilan Kembar

Definisi
Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin), triplet (3 janin), kuadruplet (4 janin), Quintiplet (5 janin) dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin. Hukum Hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89, untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893, dan seterusnya. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda, oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan ganda sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan.


ETIOLOGI
1. Kembar Monozigotik
Kembar monozigotik atau identik, muncul dari suatu ovum tunggal yang dibuahi yang kemudian membagi menjadi dua struktur yang sama, masing-masing dengan potensi untuk berkembang menjadi suatu individu yang terpisah.
Hasil akhir dari proses pengembaran monozigotik tergantung pada kapan pembelahan terjadi, dengan uraian sebagai berikut :
  • Apabila pembelahan terjadi didalam 72 jam pertama setelah pembuahan, maka dua embrio, dua amnion serta dua chorion akan terjadi dan kehamilan diamnionik dan di chorionik. Kemungkinan terdapat dua plasenta yang berbeda atau suatu plasenta tunggal yang menyatu.
  • Apabila pembelahan terjadi antara hari ke-4 dan ke-8 maka dua embrio akan terjadi, masing-masing dalam kantong yang terpisah, dengan chorion bersama, dengan demikian menimbulkan kehamilan kembar diamnionik, monochorionik.
  • Apabila terjadi sekitar 8 hari setelah pembuahan dimana amnion telah terbentuk, maka pembelahan akan menimbulkan dua embrio dengan kantong amnion bersama, atau kehamilan kembar monoamnionik, monochorionik.
  • Apabila pembuahan terjadi lebih belakang lagi, yaitu setelah lempeng embrionik terbentuk, maka pembelahannya tidak lengkap dan terbentuk kembar yang menyatu.
2. Kembar Dizigot
Dizigotik, atau fraternal, kembar yang ditimbulkan dari dua ovum yang terpisah. Kembar dizigotik terjadi dua kali lebih sering daripada kembar monozigotik dan insidennya dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain yaitu ras, riwayat keluarga, usia maternal, paritas, nutrisi dan terapi infertilitas.

PATOFISIOLOGI
Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi putus prematurus. Lama kehamilan kembar dua rata-rata 260 hari, triplet 246 hari dan kuadruplet 235 hari. Berat lahir rata-rata kehamilan kembar ± 2500gram, triplet 1800gram, kuadriplet 1400gram. Penentuan zigositas janin dapat ditentukan dengan melihat plasenta dan selaput ketuban pada saat melahirkan. Bila terdapat satu amnion yang tidak dipisahkan dengan korion maka bayi tesebut adalah monozigotik. Bila selaput amnion dipisahkan oleh korion, maka janin tersebut bisa monozigotik tetapi lebih sering dizigotik.1,2 Pada kehamilan kembar dizigotik hampir selalu berjenis kelamin berbeda. Kembar dempet atau kembar siam terjadi bila hambatan pembelahan setelah diskus embrionik dan sakus amnion terbentuk, bagian tubuh yang dimiliki bersama dapat.

Secara umum, derajat dari perubahan fisiologis maternal lebih besar pada kehamilan kembar dibanding dengan kehamilan tunggal. Pada trimester 1 sering mengalami nausea dan muntah yang melebihi yang dikarateristikan kehamilan-kehamilan tunggal. Perluasan volume darah maternal normal adalah 500 ml lebih besar pada kehamilan kembar, dan rata-rata kehilangan darah dengan persalinan vagina adalah 935 ml, atau hampir 500 ml lebih banyak dibanding dengan persalinan dari janin tunggal.

Massa sel darah merah meningkat juga, namun secara proporsional lebih sedikit pada kehamilan-kehamilan kembar dua dibanding pada kehamilan tunggal, yang menimbulkan” anemia fisiologis” yang lebih nyata. Kadar haemoglobin kehamilan kembar dua rata-rata sebesar 10 g/dl dari 20 minggu ke depan. Sebagaimana diperbandingkan dengan kehamilan tunggal, cardiac output meningkat sebagai akibat dari peningkatan denyut jantung serta peningkatan stroke volume. Ukuran uterus yang lebih besar dengan janin banyak meningkatkan perubahan anatomis yang terjadi selama kehamilan. Uterus dan isinya dapat mencapai volume 10 L atau lebih dan berat lebih dari 20 pon. Khusus dengan kembar dua monozygot, dapat terjadi akumulasi yang cepat dari jumlah cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan, yaitu hidramnion akut.

Dalam keadaan ini mudah terjadi kompresi yang cukup besar serta pemindahan banyak visera abdominal selain juga paru dengan peninggian diaphragma. Ukuran dan berat dari uterus yang sangat besar dapat menghalangi keberadaan wanita untuk lebih sekedar duduk.

Pada kehamilan kembar yang dengan komplikasi hidramnion, fungsi ginjal maternal dapat mengalami komplikasi yang serius, besar kemungkinannya sebagai akibat dari uropati obstruktif. Kadar kreatinin plasma serta urin output maternal dengan segera kembali ke normal setelah persalinan. Dalam kasus hidramnion berat, amniosintesis terapeutik dapat dilakukan untuk memberikan perbaikan bagi ibu dan diharapkan untuk memungkinkan kehamilan dilanjutkan. Berbagai macam stress kehamilan serta kemungkinan-kemungkinan dari komplikasi-komplikasi maternal yang serius hampir tanpa kecuali akan lebih besar pada kehamilan kembar.

DIAGNOSIS
Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan pemeriksaan dengan berhubungan dengan dugaan kehamilan ganda, yaitu :
a. Anamnesis
Anamnesis yang dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis kehamilan kembar adalah riwayat adanya keturunan kembar dalam keluarga, telah mendapat pengobatan infertilitas, adanya uterus yang cepat membesar: fundus uteri > 4 cm dari amenorea, gerakan anak yang terlalu ramai dan adanya penambahan berat badan ibu menyolok yang tidak disebabkan obesitas atau edema.
b. Pemeriksaan klinik gejala-gejala dan tanda-tanda
Adanya cairan amnion yang berlebihan dan renggangan dinding perut menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi sukar. Lebih kurang 50 % diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat satu janin kurang dari 2500 gram, dan 75 % jika berat badan satu janin lebih dari 2500 gram. Untuk menghindari kesalahan diagnosis, kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut ; besarnya uterus melebihi lamanya amenorea, uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal, banyak bagian kecil teraba, teraba tiga bagian besar, dan teraba dua balotemen, serta terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih.
c. Pemeriksaan USG
Berdasarkan pemeriksaan USG dapat terlihat 2 bayangan janin atau lebih dengan 1atau 2 kantong amnion. Diagnosis dengan USG sudah setelah kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat jumlah janin pada uterus dari jumlah kantong gestasional yang terlihat.
d. Pemeriksaan radiologi
Pemeriksaan dengan rotgen sudah jarang dilakukan untuk mendiagnosa kehamilan ganda karena cahaya penyinaran. Diagnosis pasti kehamilan kembar ditentukan dengan teraba dua kepala, dua bokong, terdengar dua denyut jantung janin, dan dari pemeriksaan ultrasonografi.
Diagnosis diferensial :
  • Kehamilan tunggal dengan janin besar
  • Hidramnion
  • Molahidatidosa
  • Kehamilan dengan tumor

TANDA DAN GEJALA
Berikut adalah tanda dan gejala yang mengidentifikasikan kemungkinan kehamilan kembar menurut Bobak (2004):
  1. Ukuran uterus, tinggi fundus uteri dan lingkar abdomen melebihi ukuran yang seharusnya untuk usia kehamilan akibat pertumbuhan uterus yang pesat selama trimester kedua.
  2. Mual dan muntah berat (akibat peningkatan kadar hCG).
  3. Riwayat bayi kembar dalam keluarga.
  4. Riwayat penggunaan obat penyubur sel telur, seperti sitrat klomifen (Clomid) atau menotropins (Pergonal).
  5. Pada palpasi abdomen didapat dua atau lebih bagian besar dan atau banyak bagian kecil, yang akan semakin mudah diraba terutama pada trimester tiga.
  6. Pada auskultasi ditemukan lebih dari satu bunyi denyut jantung janin yang jelas-jelas berbeda satu sama lain (berbeda lebih dari 10 denyut jantung per menit dan terpisah dari detak jantung ibu).

5 Ketakutan Yang Dialami Wanita Jelang Melahirkan

Melahirkan seorang anak jadi salah satu hal yang membuat wanita merasa bahagia. Namun di balik kebahagiaan itu, terselip rasa takut terutama menjelang proses melahirkan.

Ketakutan menjelang melahirkan adalah sebuah proses yang wajar, apalagi jika itu pertama kalinya. Ketakutan itu terkadang sampai berdampak pada kesehatan. Misalnya saja para wanita hamil ini menjadi sulit tidur, malas makan atau malah makan berlebihan, sakit kepala, tekanan darah tinggi dan menurunnya sistem kekebalan tubuh.


“Beberapa wanita ketakutan karena dia mendengar atau membaca atau melihat dari televisi (soal proses melahirkan),” ujar dokter kandungan di New York University School of Medicine, Elizabeth Eden, M.D., seperti dilansir Fit Pregnancy.

Seberapa takutnya untuk melahirkan, para ibu harus menghadapinya. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengurangi rasa takut tersebut. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan berdamai dengan rasa takut itu. Berikut ini beberapa ketakutan yang biasanya datang menjelang melahirkan dan cara mengatasinya:

Takut Sakit
Cukup banyak wanita yang sangat khawatir pada rasa sakir saat melahirkan. Untuk Anda yang merasakan hal tersebut, cobalah melakukan latihan pernapasan. Berlatih tehnik-tehnik relaksasi juga bermanfaat mengurangi rasa sakit. Sebisa mungkin kurangi rasa cemas karena hal itu bisa membuat proses persalinan semakin panjang dan nyeri lebih terasa.

Pastikan Anda cukup beristirahat sebelum proses persalinan berlangsung. Jangan lupa juga untuk makan agar Anda memiliki tenaga ketika mendorong janin keluar.

Takut Operasi Caesar
Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda soal langkah ini. Kalau memang tidak diperlukan, hindari melahirkan melalui operasi caesar. Operasi dilakukan hanya jika proses melahirkan Anda berisiko.

Meski bertekad melahirkan normal, Anda tetap harus siap dengan kemungkinan operasi caesar. Agar merasa tenang, tanyakan pada dokter soal langkah operasi tersebut.

Tidak Bisa Mengontrol Emosi
Jika selama ini Anda termasuk orang yang bisa mengontrol emosi, proses melahirkan bisa menjadi ujian. Kalau sampai Anda kehilangan kontrol, jangan khawatir. Dokter dan perawat di rumah sakit atau klinik tempat Anda melahirkan telah melihat banyak hal serupa terjadi. Jadi teriaklah jika Anda ingin berteriak, lakukan apapun yang bisa membuat Anda bisa melahirkan dengan selamat.

Takut Mendapat Sobekan
Terjadinya sobekan saat proses melahirkan ini bisa dihindari dengan belajar bagaimana mengontrol ketika mendorong bayi keluar vagina. Pelajari juga soal pijatan perineum. Perineum adalah daerah antara vagina dan anus. Daerah perineum ini merupakan jaringan yang memiliki ujung sel-sel saraf sehingga sangat peka terhadap sentuhan, dan cenderung mengalami perobekan saat berlangsungnya proses persalinan alami. Namun dengan mempelajari pijat perineum dapat membantu otot-otot perineum dan vagina lebij elastis sehingga memperkecil risiko perobekan dan episiotomi.

Takut Terjadi Sesuatu Pada Bayi
Ingatkan pada diri Anda sendiri, meskipun beberapa bayi mendapatkan masalah setelah dilahirkan, sebagian besar dari mereka ternyata lahir sehat. Setidaknya lebih dari 97 persen bayi dilahirkan dengan sehat. Kalau suatu masalah terjadi, dokter yang membantu proses kelahiran Anda pasti akan segera membantu.

Menggunakan Motor dan Mobil Saat Hamil

Sekarang ini bukan jamannya kaum hawa hanya mengurusi hal rumah tangga dan anak saja. Kebanyakan dari ibu muda di Ibu Kota khususnya tetap bekerja sebagai wanita karir selain menjadi ibu rumah tangga. Kesan mandiri melekat pada mereka yang tidak ingin menghentikan karir hanya karena alasan menikah dan punya anak.

Contoh kemandirian yang bisa kita lihat misalnya dari segi transportasi. Tidak jarang ibu muda yang membawa kendaraan sendiri untuk beraktifitas. Nah, bagaimana kalau ternyata Bunda yang juga wanita karir tengah hamil tetapi membawa kendaraan sendiri sehari-hari. Kendaraan jenis apa sajakah yang tergolong aman untuk wanita hamil? berikut ulasannya.


MOTOR
Menurut beberapa pengalaman Bunda hamil, mereka tidak memiliki masalah yang serius bila harus duduk berlama-lama di atas motor. Menggunakan kendaraan bermotor tidak menyebabkan keguguran, yang artinya resiko keguguran bisa dialami bahkan pada mereka tidak selalu menggunakan motor. Tetapi tentu saja resiko kecelakaan pada motor lebih besar mengakibatkan keguguran daripada kendaraan lain seperti mobil misalnya. Walau pun menggunakan motor tidak mempengaruhi kehamilan, ada beberapa keluhan yang sering muncul seperti rasa pegal. Mudah saja, bila terasa pegal istirahatlah sejenak. Bila diantar suami, mintalah untuk berhenti, lalu berdirilah untuk beberapa menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Jika Bunda sering mengalami kontraksi konsultasilah dengan dokter.

MOBIL
Bila motor saja tidak mempengaruhi kehamilan apalagi mobil yang lebih nyaman. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan sabuk pengaman. Gunakan sabuk pengaman di bawah perut (di pertemuan bawah perut dengan bagian atas paha) dan di bahu. Menggunakan sabuk pengaman di bawah perut dan bahu berguna untuk menahan tubuh dan janin bila terjadi kecelakaan. Sabuk pengaman sebaiknya tidak disilangkan di atas perut tetapi menyilang di samping dan juga di tengah payudara.

Posisi kaki saat menyetir juga perlu diperhatikan. Pastikan posisi kaki nyaman sehingga peredaran darah tetap lancar.

Jaga jarak antara perut Bunda dan setir sehingga Bunda bebas bernapas. Selain itu bila terjadi kecelakaan perut tidak cedera karena airbag.

Meski pun jenis kendaraan tidak berpengaruh pada kehamilan, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan, seperti :
  • Lebih berhati-hati saat menyetir. Bila suami yang mengantar, mintalah suami menyetir lebih perlahan mengingat kondisi Bunda yang rentan terhadap goncangan.
  • Bila harus bepergian jauh istirahatlah saat terasa tidak nyaman. Berhenti sejenak untuk meluruskan badan dan berdiri.
  • Jangan lupa untuk selalu membawa camilan. Camilan sangat membantu terutama bila terjebak macet.