Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label Kedokteran. Show all posts
Showing posts with label Kedokteran. Show all posts

Rambut Rontok Pasca Melahirkan? Berikut Penyebab dan Tips Mengatasinya


Ada semacam mitos yang mengatakan bahwa wanita akan sehat kembali hanya dalam enam minggu setelah proses melahirkan bayi. Padahal, perubahan hormonal dan fisik masih terjadi sampai beberapa bulan berikutnya. Salah satu contoh perubahannya adalah rambut rontok pasca melahirkan yang bisa terjadi selama tiga sampai enam bulan setelah melahirkan.

Setelah semua usaha dan kejutan yang terjadi selama kehamilan, melahirkan, dan periode awal bayi lahir, para ibu sangat berharap bahwa mereka telah melewati klimaksnya. Sebagai akibatnya, mereka akan sangat terkejut ketika mereka menemukan tumpukan rambut di tangan mereka saat mereka keramas, rambut yang ikut terguyur air saat menggunakan shower atau sisir rambut yang dipenuhi oleh ribuan helai rambut.

Perubahan hormonal saat kehamilan membuat rambut anda tampak lebih cantik. Rambut menjadi lebih berkilau, lebih halus, lebih tebal. Ujung rambut tidak bercabang. Rambut tidak rontok. Bahkan warna rambut juga bisa berubah. Rambut yang lurus bisa menjadi bergelombang atau rambut bergelombang bisa menjadi lurus. Wanita biasanya kehilangan 100 helai rambut tiap harinya. Semua rambut tersebut tidak rontok selama masa kehamilan. Umumnya antara 3 sampai 6 bulan setelah melahirkan anda akan menemukan jumlah rambut yang rontok bertambah – bahkan kadang anda akan menemukan rambut rontok sebanyak satu genggaman tangan !

Apa Yang Menyebabkan Rambut Rontok Pasca Melahirkan?

Siklus pertumbuhan rambut yang normal dibedakan dalam dua fase – fase pertumbuhan dan fase istirahat. Siklus pertumbuhan berlangsung selama 3 tahun dan fase istirahat berlangsung sekitar 3 bulan. Durasi ini sangat berbeda-beda dari satu orang ke orang yang lainnya. Umumnya 85-95% rambut masih dalam fase pertumbuhan. Selama masa istirahat, rambut akan berada di folikel sampai rambut tersebut didorong keluar oleh rambut baru yang tumbuh. Akan tetapi, selama kehamilan, hormon merangsang pertumbuhan rambut dan persentasenya.

Dengan adanya proses kelahiran, lebih banyak jumlah rambut-rambut yang memasuki fase istirahat dan rambut-rambut tersebut akan terdorong keluar antara 3 sampai 6 bulan setelah melahirkan. Kebanyakan wanita akan mendapatkan siklus pertumbuhan rambut yang normal kembali 6 – 12 bulan setelah melahirkan.

Tips untuk merasa nyaman dengan rambut anda
  • Cobalah gaya rambut yang bagus
  • Cobalah beberapa gaya yang berbeda
  • Gunakan shampoo dan kondisioner yang baik kualitasnya
  • Coba gunakan produk berbeda yang akan membuat rambut anda mengembang
  • Hindari menggunakan sikat atau sisir rambut yang akan menarik dan menekan rambut
  • Konsumsi protein yang cukup dan minum suplemen vitamin
Nutrisi untuk Kesehatan Rambut
  • Biotin : daging, kacang kering, biji-bijian
  • B6 : daging, kacang-kacangan, biji-bijian
  • Asam omega 3 : salmon, biji-bijian, kacang makadamia, kenari
  • Tembaga : biji-bijian, buah kering, almon, sayuran
  • Zinc : biji-bijian, sayuran, daging, makanan laut
  • Jika anda termasuk dalam 50 persen wanita yang mengalami hal ini, ingatlah bahwa hal ini hanyalah bersifat sementara saja dan kabar baiknya adalah setiap ada rambut yang rontok, akan ada rambut baru yang tumbuh.

Sumber : bidanku.com

7 Hal Yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Saat Ingin Pergi Liburan

Musim liburan tiba. Bagi Anda yang tengah hamil biasanya khawatir untuk liburan bersama keluarga karena harus melakoni perjalanan jauh dengan pesawat atau mobil. Meski sedang hamil, bukan berarti Anda tidak bisa pergi berlibur. Liburan di saat hamil bisa jadi kesempatan Anda relaksasi sejenak sebelum nantinya sibuk mengurus bayi.


Travelling sebenarnya aman-aman saja dilakukan saat hamil. Kecuali dokter memang merekomendasikan Anda untuk tidak berpergian dulu karena mengalami hamil yang berisiko keguguran. Menurut American College of Obstertrics and Gynecology (ACOG), waktu paling tepat untuk berlibur saat hamil adalah ketika kehamilan berada di antara usia 18-24 minggu.


Untuk Anda yang kehamilannya tidak berisiko dan ingin berlibur, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini tips untuk ibu hamil yang ingin berlibur seperti dipaparkan Disney Family dan Baby Center :


1. Camilan Sehat
Apapun pilihan transportasi Anda entah itu pesawat, kapal laut, atau mobil, Anda tetap harus membawa makanan atau camilan sendiri. Jangan mengandalkan makanan di pesawat atau membeli di jalan. Sebagian besar makanan di pesawat tidak bisa dikategorikan sehat dan makanan jenis fast food kurang baik untuk kehamilan. Jadi bawalah camilan sehat seperti edamame, biskuit, pisang, apel, dan buah-buahan lainnya yang Anda sukai. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah jangan sampai dehidrasi. Bawa botol minuman kemanapun pergi dan minumlah dengan teratur.


2. Sepatu yang Nyaman
Bagi wanita, tampil gaya dalam situasi apapun termasuk liburan merupakan hal yang penting. Tapi bukan berarti Anda jadi lupa pada keselamatan sehingga memilih menggunakan high heels atau sepatu lainnya yang membuat kaki sakit dan tubuh jadi tidak nyaman. Saat liburan, bawa alas kaki yang nyaman, entah itu wedges yang tidak terlalu tinggi atau flat shoes. Jika dalam liburan tersebut banyak agenda berjalan kaki, sebaiknya bawa juga sepatu yang mengikuti kontur kaki seperti sepatu olahraga.


3. Bawaan Jangan Terlalu Berat
 Meskipun bisa mengandalkan suami, tapi tetap saja Anda harus mempersiapkan diri dalam urusan membawa barang bawaan. Usahakan barang bawaan yang menjadi tanggungjawab Anda tidak terlalu berat dan banyak. Jika Anda travelling harus berpindah-pindah tempat atau berganti-ganti pesawat, tentu barang bawaan yang berat dan banyak ini bisa membuat Anda mudah lelah.


4. Bantal
Kalau Anda berencana liburan dengan naik mobil ke tempat tujuan, jangan lupa untuk membawa bantal yang nyaman. Namun kalau pergi naik pesawat tidak perlu membawa bantal tersebut. Jangan sungkan untuk meminta bantal ekstra saat pesawat sudah terbang. Menaruh bantal di bawah kaki atau di belakang bahu selama perjalanan bisa membuat ibu hamil lebih nyaman.


5. Hemat Energi
 Meskipun hamil bukan berarti aktivitas Anda menjadi terbatas saat liburan. Anda tetap bisa melakukan berbagai aktivitas seperti naik tangga, ke pantai, museum atau sekadar makan malam. Hanya saja yang perlu diingat, Anda pasti akan lebih mudah lelah ketimbang dulu saat belum hamil. Usahakan Anda punya waktu untuk beristirahat sejenak dari jadwal kegiatan selama liburan. Istirahat di sini bisa dengan mandi, tidur siang atau mengangkat kaki ke atas, membaca di pantai atau hanya sekadar menghabiskan malam dengan tenang di kamar hotel sambil memesan makanan.


6. Manjakan Kaki
Perjalanan ke lokasi liburan baik dengan pesawat ataupun mobil yang membutuhkan waktu lama bisa membuat kaki pegal. Jika Anda pergi dengan mobil, usahakan sesekali menyempatkan diri untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Sedangkan kalau naik pesawat, kereta atau bus, jika ada kursi kosong di dekat Anda, angkat kaki ke atas kursi sesekali. Saat terbang, sebaiknya juga lepskan alas kaki dan pakai kaus kaki yang tidak terlalu tebal sehingga memudahkan Anda jika mau berjalan-jalan.


7. Menghindari Infeksi Jamur
Wanita hamil lebih berisiko terkena infeksi jamur jika berpergian ke tempat yang iklimnya terlalu panas, lembab. Untuk melakukan pencegahan, gunakan busana yang ringan dan tidak terlalu ketat sehingga tubuh bisa bernafas. Sebaiknya janan pakai jaket tebal atau celana yang ketat. Setelah berenang, segera ganti swimsuit yang basah. Sebelum berangkat liburan, konsultasikan dengan dokter kandungan tentang obat anti jamur apa yang bisa dibawa untuk berjaga-jaga.





Sumber : rahasiakeluarga.com

Sulitnya Memberi Adik untuk si Kecil


Ingin menambah momongan lagi, tapi kok susah sekali ya ? Mungkin Bunda mengalami apa yang dinamakan infertilitas sekunder.

Infertilitas sekunder adalah kondisi dimana seorang wanita mengalami kesulitan saat ingin hamil lagi. Resiko infertilitas sekunder bisa dialami pasangan manapun dengan rentang usia 20 - 34 tahun (usia produktif) dan di atas 35 tahun (melewati usia produktif). Bahkan, pasangan yang sehat dan tidak memiliki gangguan reproduksi apapun bisa mengalaminya.


Penyebab dari infertilitas sekunder ini bermacam-macam. Berdasarkan penelitian dari Human Fertilization and Embriology Authority, tahun 2009 di Amerika Serikat, penyebab tertinggi dikarenakan jumlah sperma yang rendah dan adanya gangguan reproduksi pada pria (32%). Kerusakan saluran telur (Tuba Falopi) juga menjadi salah satu pemicunya. Begitu pula dengan gangguan fungsi indung telur dan rahim.


Namun, Bunda tak perlu cemas berlebihan bila dokter menyatakan positif infertilitas sekunder. Sebagai tindakan awal biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar hormon Bunda. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter, seperti :
Laparoskopi 
Laparoskopi ini dilakukan pada wanita yang terdiagnosis memiliki masalah di saluran indung indung telur dan rahim. Tindakan operasi bisa dilakukan untuk membuang endometriosis dan membuka jalannya saluran indung telur.
Histeroskopi 
Hampir sama dengan Laparoskopi, Histeroskopi juga dilakukan dengan operasi untuk membuang Polip, Tumor dan membuka saluran tuba falopi yang tersumbat.
Terapi Obat
Bunda akan diberikan beberapa jenis obat untuk mengembalikan siklus menstruasi yang mempengaruhi masa ovulasi Bunda. Ada juga obat yang diberikan untuk menambah jumlah sel telur.
Inseminasi
Inseminasi dikenal juga dengan istilah “cuci sperma”. Dokter akan mengambil sperma suami dan melakukan beberapa tindakan untuk mensterilkan sperma. Saat Bunda memasuki masa ovulasi, sperma akan dimasukkan ke dalam rahim Bunda.
Donasi Sperma 
Mungkin hal ini belum diterima masyarakat Indonesia khususnya. Di negara-negara eropa hal ini lumrah dilakukan. Seorang wanita mendapat donasi sperma dari pria lain yang bukan suaminya.




Sumber : Infobunda

Makanan yang Bisa Sembuhkan Flu Lebih Cepat



Musim hujan seperti ini, penyakit yang sering dihadapi adalah flu. Memang flu bukanlah penyakit yang berbahaya, namun ketika flu menyerang bisa membuat kinerja menurun.

Sebenarnya flu bisa dilawan tanpa harus mengonsumsi obat-obatan yang tidak alami. Anda bisa menangkal dan menyembuhkan flu dengan bahan makanan yang mudah didapatkan. Dirangkum dari iVillage, berikut ini makanan untuk mencegah flu.



Bawah Putih
Bawang putih mengandung antioksidan dan kaya akan selenium yang berguna dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai bakteri dan virus, termasuk mencegah dan mengobati virus flu. Cara pengolahan bawang putih, kupas bawang, potong dan biarkan 15 hingga 20 menit sebelum dimasak untuk mengaktifkan enzim yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.

Jahe
Sejak zaman nenek moyang dulu jahe telah diketahui dapat membantu mengobati batuk dan demam yang disertai dengan pilek. Parutlah jahe dalam air hangat, Anda bisa menambahkan gula jawa untuk menambah rasa manis. Bisa juga dicampurkan dengan teh. Minumlah selagi hangat.

Bayam
Sayuran yang kaya nutrisi ini bisa mengobati sakit flu, karena bayam mengandung folat yang membantu tubuh Anda memproduksi sel baru dan memperbaiki DNA. Bayam juga mengandung serat, antioksidan, seperti vitamin C, dan banyak lagi. Nutrisi bayam paling banyak didapat saat bayam dimakan mentah (setelah dicuci) atau dimasak sebentar.

Teh Hijau
Peneliti Jepang Hiroshi Yamada, MD, Ph.D menemukan dua zat utama dalam teh hijau yang mampu menjaga tubuh dari ancaman flu yakni catechin dan theanine. Keduanya adalah antioksidan yang sangat berguna untuk melawan penyakit.

Vitamin C
Ia merupakan vitamin yang bermanfaat untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan melawan flu. Jeruk bukanlah satu-satunya makan yang kaya akan vitamin C. Kentang, paprika hijau, stroberi dan nanas juga kaya akan vitamin C untuk melawan pilek dan flu.



Ref. rahasiakeluarga.com

Pemicu Rusaknya Kualitas Sperma


Apakah Bunda dan suami sulit mendapatkan momongan? Tahun demi tahun dinanti, namun Bunda tak kunjung hamil juga. Berbagai pemeriksaan dan terapi sudah Bunda lakukan sesuai saran dokter, tetapi hasilnya tetap saja nihil. Bila Bunda sudah menjalankan berbagai upaya, lalu bagaimana dengan suami? Apakah suami juga sudah melakukan pemeriksaan dan menjalankan terapi? Perlu Bunda ketahui bahwa pola hidup suami bisa mempengaruhi kualitas spermanya. Yuk, simak apa saja sih hal-hal yang mempengaruhi kuantitas dan kualitas sperma!


Secara kuantitas, sperma yang baik berjumlah minimal 20 juta sperma per-milliliter semen. Tetapi banyaknya jumlah sperma saja tidak cukup. Gerakan sperma harus gesit berenang maju untuk mencapai sel telur. Kekentalan sperma juga menjadi tolak ukur. Normalnya sperma akan mencair setelah 20-30 menit di luar tubuh. Berikut beberapa hal yang dapat merusak kualitas sperma :

1. Zat Kimia
Zat Kimia dalam plastik, furniture dan tinta kertas telah terbukti mengganggu hormon dan kualitas sperma. Bahan kimia juga bisa mencemari melalui makanan dalam kemasan kaleng. Untuk itu sebaiknya hindari makanan instan yang umumnya mengandung pengawet, penguat rasa dan pewarna makanan.

2. Rokok dan Alkohol
Rokok bukan hanya memperbesar kemungkinan terkena kanker, tetapi juga merusak kualitas sperma. Begitu juga dengan alkohol, bila dikonsumsi berlebihan bisa mengganggu kualitas sperma.

3. Pestisida
Cuci bersih setiap sayuran dan buah yang akan dikonsumsi dengan air mengalir. Pestisida yang masih menempel mempengaruhi kerja sperma.

4. Kelebihan Berat Badan
Berat badan yang melampaui normal dapat mengganggu hormon testosteron, yakni hormon yang berperan penting memproduksi sperma. Lakukan olahraga yang cukup secara rutin. Selain menjaga berat badan, olahraga juga penting untuk membuat stamina tetap stabil.

5. Kurang Gizi
Atur pola makan dengan gizi seimbang baik karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak. Sebuah penelitian di Belanda menjelaskan seorang pria yang kekurangan asam folat dan seng, dapat meningkat jumlah spermanya setelah mengonsumsi suplemen seng 66mg dan asam folat 5mg setiap harinya.

6. Radiasi
Hindari menyimpan ponsel di saku celana depan. Radiasi dari ponsel sedikit banyak akan mempengaruhi produksi sperma.

7. Suhu
Berendam dalam air hangat selama 30 menit dapat menurunkan produksi sperma. Begitu juga dengan penggunaan laptop di atas pangkuan. Panas yang keluar dari laptop dapat memanaskan testis.

 
Tips :
Hindari stress. Baik itu stress karena pekerjaan atau stress karena tekanan ingin cepat memiliki momongan. Stress justru akan membuat hubungan suami istri tidak maksimal dan otomatis menurunkan kualitas sperma. Berpikirlah positif dan berserah diri pada Tuhan untuk hasil yang terbaik.





Ref. infobunda.com

Tips Kurangi Sakit Saat ‘Waxing’

Pembicaraan wanita seputar waxing (mencabut bulu tubuh) selalu menyebut-nyebut soal rasa sakit. Proses waxing, menarik bulu-bulu dari kulit dengan bantuan lilin, memang sering dibayangkan sebagai proses yang menyakitkan. Tak sepenuhnya salah, tapi tentu ada cara untuk mengatasi dan menguranginya.

Waktu yang tepat
Pemilihan waktu yang tepat bisa membantu mengurangi rasa sakit saat waxing. Dua-tiga hari menjelang dan sesudah menstruasi, kulit menjadi lebih sensitif jadi hindari waxing. Tentunya hindari juga waxing pada saat menstruasi karena beberapa bagian tubuh bisa menjadi lebih sensitif.


Jangan gunakan pelembap
Pada hari Anda melakukan waxing, jangan gunakan pelembap pada bagian yang dicabut bulunya. Kulit yang lembap akan membuat bulu-bulu melekat dan sulit dicabut. Akibatnya, bisa jadi waxing harus dilakukan berulang kali pada tempat yang sama sehingga menimbulkan rasa sakit lebih dan iritasi kulit. Usahakan area yang bulunya akan dicabut dalam keadaan kering sehingga mempermudah proses.

Gangguan Kulit
Hindari waxing pada area yang terdapat jerawat atau luka. Tunggu hingga jerawat, luka, atau gangguan kulit lainnya sembuh sempurna sebelum melakukan pencabutan bulu. Kontak antara lilin yang lengket dengan kulit pada saat dicabut bisa membuat luka atau infeksi kulit yang sudah ada menjadi lebih buruk.

Scrub
Menggosok kulit dengan scrub sebelum waxing bisa membantu membuka pori-pori. Diharapkan pori-pori kulit yang sedikit terbuka bisa membantu memuluskan proses pencabutan bulu.

Pengurang rasa sakit
Beberapa wanita sering meminum obat penghilang rasa sakit ringan 30-60 menit sebelum waxing. Umumnya hal ini dilakukan ketika melakukan mencabut bulu di area sensitif. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk memastikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Salon khusus
Salah satu hal penting yang menentukan sakit atau tidaknya proses waxing Anda adalah sang terapis dan metode yang digunakan. Beberapa salon khusus waxing menawarkan berbagai metode yang bisa mengurangi rasa sakit. Jika Anda waxing untuk pertama kali, sebaiknya pilih salon yang profesional dan banyak direkomendasikan. Jangan lupa perhatikan kebersihan. Pilih tempat yang tidak menggunakan stik pengoles lilin berulang kali karena berisiko menyebarkan kuman antara pelanggan.

Santai
Jika semua hal di atas sudah dipenuhi, maka hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah berusaha bersikap santai. Mendengarkan musik atau melakukan hal-hal yang akan mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit seperti membaca majalah atau browsing Internet bisa dilakukan. Tarik nafas dalam-dalam untuk membuat tubuh lebih rileks.

Tips: Untuk mencegah iritasi pasca waxing usahakan untuk tidak mengenakan pakaian ketat di area waxing, mandi air panas, terkena matahari langsung, dan hindari gesekan setidaknya sampai 48 jam setelah proses waxing. Setelah 3 hari, gunakan scrub di area yang dicabut bulunya untuk menghindari gatal akibat in-grown hair atau bulu yang tumbuh ke dalam sehingga menimbulkan iritasi.

Hipnotis dan Kegunaannya dalam Bidang Medis

Anda mungkin pernah mendengar kata “hipnotis” sebelumnya dan mungkin berhubungan dengan dunia pertunjukkan sepertia cara sulap dan sebagainya. Di dalam dunia kedokteran, hipnotis dapat digunakan sebagai salah satu alternative terapi dalam pengobatan. Hipnotis adalah suatu keadaaan terfokusnya konsentrasi seseorang sehingga orang tersebut mengalami penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya. Hipnoterapi adalah suatu terapi yang menggunakan metode hipnotis untuk mengatasi gangguan fisik maupun psikologis.


Para ahli belum mengetahui secara pasti bagaimana hipnotis dapat mempengaruhi tubuh manusia, namun mendapati fakta bahwa hipnotis dapat menyebabkan tubuh berada dalam keadaan relaksasi yang sangat dalam. Hipnotis tidak dapat bekerja di luar kemauan seseorang dan hanya akan berhasil jika orang tersebut telah bersedia secara sukarela untuk menerima perintah atau petunjuk sang penghipnotis untuk melakukan sesuatu.

Hipnotis di dalam dunia kedokteran digunakan dengan tujuan untuk meringankan gejala dari suatu penyakit yang dirasakan oleh seseorang, bukan bertujuan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Hipnotis dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah kecanduan (adiksi) terhadap obat-obatan terlarang, alcohol, makanan dan merokok. Rasa nyeri yang berhubun gandengan nyeri operasi, gangguan syaraf dan nyeri melahirkan juga dapat diatasi dengan hipnotis. Selain beberapa hal tersebut, hipnotis dapat digunakan untuk mengurangi stress psikologi dengan meningkatkan relaksasi dan sugestipositif.Hipnotis kerap digunakan untuk membantu mengatasi masalah insomnia, ansietas, phobia, obesitas, asthma dan irritable bowel syndrome (IBS).

Meskipun dinilai relative aman, hipnotis dapat menimbulkan komplikasi pada sebagian individu. Komplikasi dari hipnotis ini pada umumnya bersifat singkat dan sementara yaitu berupa kelelahan, gelisah, bingung, pingsan, pusing dan mual.Efek yang lebih serius telah dilaporkan yaitu berupa gangguan psikologi seperti ingatan traumatic, kejang dan lainnya.Adapun kontra indikasi untuk menjalankan terapi hipnotis yaitu bagi individu yang memiliki masalah psikiatri seperti Borderline personality disorder, Dissociative disorder, pasien dengan riwayat traumatic psikologis yang dalam dan juga epilepsy sebaiknya berkonsultasi dengan dokter psikiatris sebelum melakukan terapi hipnotis.

Hypnobirthing adalah metodehipnotis yang digunakan pada proses persalinan. Metode hipnotis ini harus dipelajari jauh hari sebelum hari persalinan tiba. Hypnobirthing dapat dipelajari dari buku-buku dan video maupun kelas kursus. Konsultasikan dengan dokter OBSGYN Anda sebelum mengikuti metode hipnotis ini.

Bagaimanakah cara hypnobirthing bekerja pada proses persalinan? Pada saat menjelang persalinan dan selama persalinan berlangsung, tubuh Ibu akan berada dalam keadaan siaga (fight-or-flight), keadaan ini akan mengakibatkan hormone stress (catecholamine) memperlambat pencernaan, meningkatkan detak jantung, memompa darah ke lengan dan kaki sehingga mengurangi aliran darah ke uterus yang mengakibatkan nyeri pada daerah kandungan serta kesulitan-kesulitan pada proses bersalin. Metode hypnobirthing pada saat persalinan membantu sang Ibu berada dalam keadaan relaksasi, sehingga hormone Oxytocin dan endorphine akan bekerja merelaksasikan otot-otot dan menciptakan perasaan nyaman.

Metode hypnobirthing mengajarkan untuk mengalihkan fokus nyeri bersalin dengan menggunakan afirmasi-afirmasi seperti “saya merasa rileks”, “bayi saya merasa rileks”, mengganti kata “kontraksi” dengan kata “sensasi”dan sebagainya. Dari pengalaman para Ibu yang menerapkan metode hypnobirthing ini, mereka mendapatkan ketenangan yang luar biasa serta proses persalinan yang berjalan mudah dan singkat. Selain itu, bayi yang dilahirkan dengan metode ini padaumumnya bersikap lebih tenang.

Perlu di perhatikan bahwa metode hypnobirthing harus dijalankan atas kemauan Ibu itu sendiri dan tidak bisa dipaksakan.Lebih baik bila dokter atau bidan yang membantu proses persalinan mengetahui dan menyetujui untuk dilakukannya metode hypnobirthing pada proses persalinan tersebut.

Amankah Metal Detektor Buat Kehamilan

Tidak jarang wanita hamil harus sering bepergian dan ada juga wanita hamil yang kerjanya harus berada dekat dengan alat metal detektor. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan efek jangka panjang dari paparan pada kehamilan (bayi). Kebanyakan detektor logam yang digunakan pada orang di bandara/pelabuhan, Hotel dll hanya mengeluarkan radiasi non-ion dan aman untuk paparan jangka panjang, tidak meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran, atau kelainan janin.


Detektor logam memancarkan jenis radiasi non-ion aman dan sifatnya memantul pada objek. Radiasi yang digunakan dalam detektor logam dan pintu deteksi dianggap aman bagi wanita hamil. Sedangkan mesin X-ray untuk bagasi memang mengeluarkan radiasi pengion, tetapi perangkat ini terlindung dengan baik (memiliki proteksi logam, biasanya timah hitam) terhadap pekerja dan orang2 yang berlalu lalang didekatnya.

Demikian juga terhadap barang bawaan berupa makan atau minuman dan pakaian, radiasi yang dihasilkan tidak membahayakan bagi yang mengkonsumsi makanan dan minuman dimaksud. Berbeda dengan radiasi untuk keperluan medis yang sifatnya radiasi peng-ion sehingga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran dan mengganggu organ reproduksi.

Radiasi diukur dalam satuan yang disebut rad, rem atau rontgen. Menurut Standar Keselamatan, ibu hamil tidak boleh terkena lebih dari 500 millirems, atau 0,5 rem, selama kehamilan atau kurang dari 50 mRem (0,05 rem) perbulan.

Sebagai ilustrasi, dalam sebuah penerbangan pulang-pergi dari New York ke Los Angeles seorang wanita bisa terkena ekspos radiasi sebesar 5 mRem (0,005 rem), sedangkan pengaruh detektor logam (detektor handy) bisa diabaikan. Sedangkan sinar-x medis dapat masih aman mengekspos wanita hamil 60 mRem, masih bisa lebih dari angka ini jika manfaat yang dihasilkan lebih besar (misalnya untuk diagnostik penyakit).

Meskipun lama terpapar lama dengan detektor logam diyakini tidak membahayakan janin, lebih bijaksana kalau bekerja di sekitar peralatan seperti setiap hari bagi ibu hamil untuk menghindar/menjauh dari alat tersebut. Dan bagi pekerja2 yang berhubungan dengan radiasi tentunya terus diukur paparan terhadap radiasi yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu.


Sumber : drdidispog

Kehamilan Postterm = Hamil Lewat Waktu = Hamil Lewat Bulan

Lamanya kehamilan normal adalah sekitar 37-42 minggu, dan tanggal perkiraan persalinan adalah saat mencapai 40 minggu atau 280 hari dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Hamil cukup bulan (atterm)= 40 minggu jika penghitungan dilakukan dari hari pertama haid terakhir = HPHT (Last Menstrual Periode =LMP) atau 38 minggu jika didasarkan ovulasi ((EDC). Waktu ovulasi tidak selalu sama pada setiap wanita, maka secara praktikal dipakai cara yang pertama (Cukup bulan = 40 minggu = 280 hari). Hamil dikatakan lewat waktu jika sudah mencapai 42 minggu atau 294 hari.



Kehamilan postterm, juga disebut kehamilan lewat waktu, adalah kehamilan yang telah melampaui 42 minggu dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Jumlah kejadiannya sekitar 10 persen dari kehamilan.

Sangat penting untuk memastikan bahwa kehamilan sebenarnya postterm atau tidak. Idealnya, usia kehamilan yang akurat ditentukan di awal kehamilan. Pada wanita yang memiliki periode menstruasi yang teratur, HPHT dapat diandalkan dengan catatan haidnya terartur minimal 3 bulan terakhir sebelum kehamilan.

Jika ada ketidakpastian HPHT, atau jika ukuran rahim lebih besar atau lebih kecil dari berdasarkan HPHT, usia gestasi janin dan tanggal persalinan dapat diperkirakan dengan pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan USG paling akurat bila dilakukan pada awal kehamilan, jika dilakukan pada paruh terakhir kehamilan kurang dapat diandalkan untuk memperkirakan taksiran persalinan.

Pada umumnya, penyebab kehamilan postterm tidak diketahui. Ada beberapa faktor yang risiko. Kejadiannya lebih tinggi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki riwayat kehamilan postterm sebelumnya. Faktor genetik juga mungkin memainkan peran. Satu penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko kehamilan postterm pada wanita yang lahir postterm.

Kehamilan yang berlanjut melebihi 42 minggu memiliki risiko baik pada janin dan ibunya.

Risiko bagi janin

Kelahiran mati atau kematian neonatal - Insiden lahirn mati meningkat pada kehamilan yang berlanjut setelah 42 minggu. Namun, resiko relatif kecil, dengan hanya 4 sampai 7 kematian per 1000 kelahiran (di luar negri). Sebagai perbandingan, risiko kelahiran mati atau kematian bayi pada kehamilan antara 37 dan 42 minggu 2 sampai 3 per 1000 kelahiran.

Ukuran bayi besar - Bayi2 postterm memiliki peluang lebih besar terkena komplikasi yang berkaitan dengan ukuran tubuh besar (bayi besar=makrosomia), yang didefinisikan sebagai berat lebih dari 4500 gram (sebelumnya 4000 gram). Komplikasi dapat berupa persalinan lama, persalinan macet dan sulit melewati vagina serta cedera pada bayi. (misalnya, patah tulang atau cedera saraf) yang berkaitan dengan kesulitan dalam melahirkan bahu (distosia bahu).

Dismaturitas janin - Juga disebut "sindroma postmaturitas," ini mengacu pada janin yang mengalami gangguan pertumbuhan, biasanya karena masalah dengan pengiriman darah ke janin melalui plasenta. Plasenta janin yang sudah postterm biasanya sering mengalami penurunan fungsinya untuk memberikan oksigen dan makanan.

Aspirasi Mekonium (Terhirup air ketuban) - kalau di kampung2 atau dikalangan masyarakat awam dikenal dengan terminum air ketuban (istilah yang salah, karena secara normal bayi minum air ketuban). Pada kehamilan postterm, akibat penurunan fungsi plasenta bayi sering ook didalam perut (mekonium) sehingga ketubannya bercampur mekonium (hijau) Jika sampai terhirup oleh bayi akan menyebabkan masalah pernapasan pada saat bayi lahir.

Risiko untuk ibu - Risiko terhadap ibu terkait dengan ukuran bayi yang lebih besar pada kehamilan postterm, berupa kesulitan saat bersalin, peningkatan cedera pada kerampang (perineum) termasuk labia, vagina, dan rektum dan peningkatan persalinan dengan bedah Cesar.

Perawatan

Pemantauan janin antenatal - Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan tes pada janin jika kehamilan melampaui taksiran persalinan. Tes ini memberikan informasi tentang kesehatan janin dan tentang risiko atau manfaat yang akan terjadi jika kehamilan dilanjutkan.

American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa pemantauan janin hanya diperlukan setelah 42 minggu (294 hari) usia kehamilan, tetapi dokter kebidanan sudah memulai pengujian janin pada usia 41 minggu. Banyak ahli merekomendasikan pengujian dua kali seminggu, termasuk pengukuran volume cairan ketuban. Pemeriksaan berupa mengamati detak jantung janin 'menggunakan monitor janin (disebut nonstress-test =NST) atau mengamati aktivitas bayi dengan USG (disebut profil biofisik).

Nonstress Tes (NST) - NST dilakukan dengan memantau detak jantung bayi dengan sebuah perangkat kecil yang diletakkan di perut ibu. Perangkat ini menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk mengukur denyut jantung bayi dari waktu ke waktu, biasanya untuk 20 sampai 30 menit. Frekuensi dasar (Baseline) detak jantung bayi harus antara 110 dan 160 denyut per menit dan harus meningkat minimal 15 denyut per menit selama 15 detik ketika bayi bergerak.

Tes ini dianggap aman (disebut "reaktif") jika ditemukan dua atau lebih peningkatkan laju jantung janin (akselearsi) dalam jangka waktu 20 menit. Pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan jika kenaikan tidak ditemukan setelah pemantauan selama 40 menit.

Profil biofisik (BPP) - Skor/nilai profil biofisik janin dihitung untuk menilai kesehatan janin. Terdiri dari lima komponen: Nonstress Tes dan 4 parameter pengukuran USG janin: gerakan tubuh janin, gerakan pernapasan, Gerakan anggota tubuh kaki, lengan, atau tulang belakang), dan volume cairan ketuban (AFI= Amniotic Fluid index). Setiap komponen dinilai , 2 poin jika normal dan 0 poin jika tidak normal. Total skor keseluruhannya10. Bayi dianggap sehat jika skor 8-10.

Volume cairan ketuban merupakan variabel penting dalam BPP karena volume yang rendah (Oligo-hidramnion) dapat meningkatkan risiko terjadinya kompresi (penekanan) tali pusat. Jumlah air ketuban bisa berkurang dalam jangka waktu singkat (beberapa hari).

Stress tes - Lengapnya stress tes kontraksi (CST) juga bisa dilakukan untuk menilai kesehatan janin. Caranya dilakukan melibatkan pemberian suatu obat (oksitosin) untuk ibu untuk merangsang kontraksi uterus, kemudian detak jantung janin dimonitor untuk melihat reaksinya terhadap kontraksi yang timbul. Jika denyut jantung janin melambat (deselearsi lambat dll memenuhi kriteria gawat janin) selama CST mungkin dibutuhkan persalinan dengan Cesar.

Induksi persalinan - Dokter harus mempertimbangkan risiko dan manfaat untuk melanjutkan kehamilan, hasil tes (tesebut diatas), dan kondisi serviks (leher rahim). Biasanya, leher rahim mulai membesar (terbuka) dan mengalami penipisan menjelang akhir kehamilan. Induksi persalinan lebih cenderung gagal pada wanita yang serviks-nya tidak melebar atau menipis (serviks matang), sehingga akhirnya persalinan harus di akhiri dengan operasi.

Tren sekarang, induksi sudah mulai dilakukan pada usia kehamilan 41-42 minggu jika tidak terjad persalinan secara spontan. Jika serviksnya belum matang, maka bisa dilakukan pematangan serviks dengan pemberian obat (prostglandin dll) atau dengan menggunakan metode mekanis dengan memasang kateter Foley di leher rahim. Pada wanita yang serviksnya sudah matang dapat dilakukan induksi langsung dengan pemberian obat (oksitosin), yang diberikan via cairan infus. Persalinan bisa dipilih secara Cesar jika janinnya besar, memiliki riwayat persalinan dengan Cesar sebelumnya, atau alasan pilihan pribadi (on demand).

Bayi postterm sering memiliki penampilan yang khas. Lengan dan kaki yang panjang dan tipis. Kulit tampak kering dan mengelupas dan kadang-kadang terjadi pewarnaan pada kulit (kuning-kehiajuan). Kulit tampak longgar, terutama paha dan bokong, rambut lebih panjang atau lebih tebal, dan kuku yang panjang. Bayi terlihat "waspada" (mata terbuka, terbelalak) dan terlihat "tua".

Beberapa penelitian telah dilakukan secara jangka panjang pada bayi-bayi postterm (misalnya, pertumbuhan, pola perkembangan dan kecerdasan) secara umum hasilnya tidak berbeda dengan bayi yang lahir dalam batas cukup bulan (atterm)





Sumber : drdidispog

Sperma berdarah (=Hematospermia)

Hematospermia berarti ditemukannya darah dalam sperma (ejakulat). Darah mulai dari tidak terlihat mata (hanya bisa dilihat dengan mikroskop) sampai dengan darah yang tampak dengan mata. Penampkannya bisa hanya berupa darah berwarna kecoklatan sampai berwarna merah terang. Sering tanpa rasa nyeri, biasanya menyerang diusia pubertas dan terbanyak pada usia 30-40 tahun.



Penyebab tersering adalah infeksi urethra (saluran pipis), kelenjar prostat atau vesikula seminalis. Sedangkan penyebab lainnya adalah :
- Trauma/cedera misalnya akibat aktifitas seks yang berlebihan
- Infeksi saluran kencing lainnya
- Sumbatan saluran ejakulasi
- Biopsi kelenjar prostat atau paska vasektomi
- Kanker (jarang)

Pada umumnya kasus bersifat self-limiting dan akan hilang dengan dengan sendirinya, dan 90 kasusnya berulang. Namun jika ditemukan penyebabnya, maka dilakukan pengobatan sesuai penyebab. Jika ditemukan infeksi diberikan antibiotika. Trauma minor biasanya tidak butuh terapi dan hanya dilakukan observasi saja, sdangkan trauma mayor perlu dilakukan bedah terbuka. Sumbatan bisa dibuka dengan bedah ringan. Kanker diobati dengan radiasi dan kemoterapi.

Mengapa Siklus Menstruasi Terganggu

Sebagian besar perempuan pernah mengalami kondisi di mana menstruasi tidak teratur. Siklus tidak teratur ini bisa berarti memendek atau memanjang harinya.

Menstruasi adalah serangkaian perubahan tubuh seorang wanita untuk mempersiapkan kehamilan. Setiap bulannya uterus tumbuh menjadi lapisan baru (endometrium) yang siap dibuahi. Ketika sel telur tidak dibuahi maka ia akan keluar dan ini yang dinamakan menstruasi. Perempuan mulai mengalami menstruasi  antara usia 11 hingga 14 tahun dan berhenti saat menopause sekitar usia 50-an.


Untuk mengetahui apakah siklus menstruasi Bunda teratur atau tidak tentunya kita harus tahu bagaimana siklus menstruasi yang teratur. Rata-rata siklus yang teratur adalah 28 hari. Dihitung dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya.

Kenapa tidak teratur?
Menstruasi tidak teratur disebabkan oleh beberapa faktor terutama hormon. Berikut faktor-faktor penyebabnya :

• Hormon
Hormon estrogen dan progesterone memiliki peran besar dalam setiap siklus menstruasi. Jika hormon estrogen kurang, maka siklus menstruasi bisa semakin lama. Demikian pula sebaliknya jika hormon ini berlebih maka siklus menjadi lebih cepat.

• Berat badan
Naiknya berat badan secara drastis mempengaruhi siklus menstruasi. Begitu juga dengan turunnya berat badan yang signifikan. Untuk itu penting tetap berada di garis berat badan ideal.

• Obat-obatan
Beberapa jenis obat-obatan ternyata dapat mempengaruhi hormon. Terutama pil KB yang berpengaruh besar terhadap kadar hormon.

• Stress
Tentunya stress memiliki dampak yang buruk termasuk mengganggu siklus menstruasi Bunda. Memiliki waktu beristirahat yang cukup sangat disarankan untuk tetap dalam siklus menstruasi yang normal.

• Olahraga Berlebihan
Olahraga memang baik untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Tetapi bila berlebihan juga bisa mengakibatkan dampak negatif, salah satunya mengganggu siklus menstruasi.

Bagaimana Mengatasinya?
Untuk mengembalikan siklus menstruasi kembali normal kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebabnya. Misalnya karena olahraga berlebihan. Tentunya Bunda harus berolahraga yang lebih ringan. Bila stress maka Bunda harus menenangkan pikiran dan meluangkan waktu dari rutinitas sehari-hari yang padat.

Kapan harus ke dokter?
Siklus normal menstruasi memang 28 hari, namun perempuan yang memiliki siklus 21-35 hari masih dapat dikatakan normal. Terlebih lagi remaja bisa mengalami siklus hingga 45 hari. Tetapi siklus tidak dapat dikatakan normal bila melebihi angka tersebut. Periksalah ke dokter bila Bunda merasa ada kelebihan 7 hari dalam siklus menstruasi selama tiga kali berturut-turut.

Tips :
Sisihkan waktu untuk rileks dan memanjakan diri setiap hari. Hal ini dapat menghindari kita dari stress yang bisa mengganggu siklus menstruasi.

Pertimbangan Menambah Momongan

 
Keputusan untuk menambah anak bahkan lebih sulit dari memiliki anak pertama, bahkan ada komentar yang menyatakan bahwa "menambah satu anak berarti pekerjaan ayah dan ibu menjadi dua kali lipat." 




Hal tersebut menjadi nyata bila dikaitkan dengan kenyataan bahwa menambah anak tak saja menyangkut masalah "punya anak", tetapi lebih merupakan sebuah perubahan dalam keluarga. Dengan menambah anak, maka gaya hidup, alur keuangan, pembagian pekerjaan, hubungan kekeluargaan, dan tentu saja hubungan dengan anak yang sudah ada, akan berbeda.



Bila saat ini bunda dan ayah sedang merencanakan untuk menambah momongan, beberapa hal berikut mungkin dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sebelum membuat keputusan.

Usia buah hati bunda
Dalam hal ini, tidak ada jawaban yang salah atau benar, meskipun sebaiknya kehamilan ditunda bila si kecil masih berusia di bawah 6 bulan.

Banyak yang beranggapan bahwa semakin bertambah usia seorang anak, semakin baik. Dengan demikian, mereka punya waktu banyak bersama Anda, mereka juga dapat mengerti bila diajak membicarakan kehadiran adik lagi.

Namun, ada juga yang beranggapan bahwa anak dengan beda usia yang tidak terlalu jauh justru akan menjadi teman bermain yang mengasyikkan. Sementara pihak orang tua diuntungkan karena tak perlu repot-repot mengurus anak kecil lagi.

Perubahan gaya hidup
Apakah kehidupan keluarga saat ini sudah mapan dengan kehidupan rutin bersama anak-anak yang lain? Apakah Anda sudah mempunyai strategi dalam hal merawat dan mendidik anak dengan baik? Apakah seisi rumah cukup tidur malam dengan tenang? Apakah sebagai suami istri, masih punya cukup waktu untuk berdua? Atau apakah bunda ingin kembali bekerja dan menikmatinya?

Kondisi keuangan keluarga
Uang memang bukan segala-galanya, tetapi untuk membesarkan anak-anak kita memerlukan uang. Jadi, perhitungkan uang yang diperlukan bagi setiap anak untuk kebutuhan sehari-harinya.

Caranya, pertimbangkanlah jumlah pendapatan, buat kalkulasi yang jelas untuk setiap pos pengeluaran. Banyak bunda yang merasa kesulitan untuk tetap terus bekerja sesudah melahirkan anak kedua ataupun ketiga. Nah, harus dipikirkan kembali… sanggupkah bunda berhenti bekerja? Atau, sanggupkah bunda membayar jasa baby sitter yang kompeten bila tetap ingin bekerja?

Usia bunda
Faktor usia merupakan faktor penting, terutama bagi wanita. Banyak wanita yang masih dapat hamil di usia awal 40-an, tetapi kesuburan rata-rata menurun secara drastis saat mencapai usia 35.

Sebagai ilustrasi, bila saat ini, usia bunda telah mencapai 38 tahun dan masih menginginkan dua anak lagi, maka bunda tidak bisa mengatur kehamilan dengan masing-masing jarak usia tiga tahun.

Lain halnya, bila usia bunda masih di bawah 30 tahun dan tidak punya masalah kesehatan yang membahayakan kehamilan, Anda masih punya kesempatan untuk mengatur waktu.

Kesepakatan bersama pasangan
Kadang-kadang, hanya salah satu yang siap, sementara pasangannya tidak siap. Tidak mudah, memang, untuk selalu seiring dan sejalan. Langkah pertama yang perlu adalah membicarakan perbedaan sudut pandang di antara Anda dan pasangan.

Ikuti kata hati
Tentu saja, Anda dapat membaca sederetan aturan-aturan dan definisi mengenai sisi positif dan negatif, namun yang paling penting adalah keputusan yang diambil yang sesuai dengan hati nurani Anda. Ikuti kata hati. Bila Anda menginginkan anak dan begitu pula pasangan, mungkin kehidupan Anda akan berubah.



(sumber : BKKBN.go.id)

Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 48-60 Bulan

 
Ketika si buah hati memasuki rentang usia 48-60 bulan, umumnya perkembangan dan stimulasi yang ada akan dangat pesat sekali. Jika asupan gizi dan nutrisi si kecil cukup, pada rentang usia ini bayi akan menunjukkan kegiatan yang menggemaskan sekaligus membanggakan hati, seperti:


  1. Berdiri 1 kaki dalam 6 detik
  2. Melompat-lompat dengan 1 kaki
  3. Menari
  4. Menggambar tanda silang
  5. Menggambar lingkaran
  6. Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
  7. Mengancingkan baju atau pakaian boneka
  8. Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
  9. Senang menyebut kata-kata baru
  10. Senang bertanya tentang sesuatu
  11. Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
  12.  Bicaranya mudah dimengerti
  13. Bisa membandingkan / membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
  14. Menyebut angka, menghitung jari
  15. Menyebut nama-nama hari
  16. Berpakaian sendiri tanpa dibantu
  17. Menggosok gigi tanpa dibantu
  18. Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.

PERKEMBANGAN MOTORIK ATAU GERAK KASAR
Stimulasi yang perlu dilanjutkan: dorong anak main bola, lari, lompat dengan 1 kaki, lompat jauh, jalan di alas papan sempit/permainan keseimbangan tubuh, berayunayun dan memanjat. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).

Lomba karung
Ambit karung/train sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki anak. Tunjukkan pada anak dan temantemannya cars memakai karung dan melompat-loin Pat, siapa yang paling cepat/dulu sampai garis tujuan.

Main engklek
Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek.

Melompati tali
Pada waktu anak bermain dengan teman sebayanya, tunjuk 2 anak untuk memegang tali raffia (panjang 1 meter), atur jarak dari tanah, jangan terlalu tinggi. Tunjukkan kepada anak cara melompati tali dan bermain “katak melompat”.

PERKEMBANGAN MOTORIK ATAU GERAK HALUS
Lanjutkan stimulasi: ajak anak bermain puzzle, menggambar, menghitung, memilih dan mengelompokkan, memotong dan menempel gambar. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).

Konsep tentang “separuh atau satu”
Bila anak sudah bisa menyusun puzzle, ajak anak membuat lingkaran dan segi empat dari kertas/karton, gunting menjadi dua bagian. Tunjukkan pada anak bagaimana menyatukan dua bagian tersebut menjadi satu bagian.

Menggambar
Ketika anak sedang menggambar, mints anak melengkapi gambar tersebut, misal: menggambar baju pada gambar orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada gambar rumah, dan sebagainya.

Mencocokkan dan menghitung
Bila anak sudah bisa berhitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan kartu itu berurutan di alas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di. rumah seperti: kacang, batu kerikil, biji sawn dan fain-fain, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.

Menggunting
Bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajari cara menggunting kedas yang sudah dilipat-lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dari sebagainya.

Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan
Ajak anak bermain menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusun piring/gelas tersebut dari yang ukuran kecil/jumlah sedikit ke besar/banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.

Percobaan ilmiah
Sediakan 3 gelas isi air. Pada gelas pertama tambahkan 1 sendok teh gula pasir dan bantu anak ketika mengaduk gula tersebut. Pada gelas kedua masukkan gabus dan pada gelas ketiga masukkan kelereng. Bicarakan mengenai hasilnya ketika anak melakukan “percobaan” ini.

Berkebun
Ajak anak menanam biji kacang tanah/kacang hijau di kaleng /gelas aqua bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang dan anak-anak tumbuh/bertambah besar.

PERKEMBANGAN ASPEK BICARA DAN BAHASA
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
  1. Buat anak mau bertanya dan berceritera tentang apa yang dilihat & didengarnya.
  2. Dorong anak sering melihat buku. Buat agar ia melihat anda membaca buku.
  3. Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. Ingat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.

Belajar mengingat-ingat
Masukkan sejumlah benda/mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan anda ketika anda mengambil 3-4 macam benda kecil/dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda/mainan satu persatu.
Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.

Mengenal huruf dan simbol
Tulis nama benda-benda yang ada di ruangan pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misainya: tulisan meja ditempel di meja, tulisan buku, bungs, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.

Mengenal angka
Bantu anak mengenali angka dan mulai berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10.

Membaca majalah
Kumpulkan majalah anak (bekas) atau bila mungkin berlangganan majalah anak. Bacakan dan ajak anak melihat majalah tersebut. Bila berlanggganan lakukan secara teratur setiap penerbitan majalah itu.

Mengenal musim
Bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang dan alam sekitarnya.

Buku kegiatan keluarga
Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi anak, dan sebagainya.

Mengunjungi perpustakaan
Sesering mungkin bawa anak mengunjungi taman bacaan/perpustakaan anak-anak. Pinjam buku yang menarik perhatian anak dan bacakan untuk anak.

Melengkapi kalimat
Buat kalimat pemyataan ‘mengenai apa yang anda dan anak lakukan bersarna dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya sehabis mengajak anak ke kebun binatang; “Kemarin kami pergi ke” atau sehabis mengajak anak makan mie bakso; “Makanan kesukaan adik adalah”

Bercerita “ketika saya masih kecil”
Anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orangtuanya dan senang bercerita tentang “masa kecil anak”. Ceritakan kepada anak masa kecil anda dan selanjutnya minta anak menceritakan masa keciinya.

Membantu pekerjaan di dapur
Katakan pada anak bahwa anda mengangkatnya sebagai “asisten” anda. Minta anak membantu memotong sayuran. menyiapkan dan mernbersihkan meja makan, dan lain-lain. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik.

PERKEMBANGAN ASPEK SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
  1. Berikan tugas rutin pada anak dalam kegiatan di rumah, ajak anak membantu anda di dapur dan makan bersama keluarga
  2. Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya.
  3. Ajak anak berbicara tentang spa yang dirasakan anak.
  4. Bersama-sama anak buatlah rencana jalan-jalan sesering mungkin.

Membentuk kemandirian
Beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani anda. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu.

Membuat “album” keluarga
Bantu anak membuat album keluarga yang ditempeli dengan foto-foto anggota keluarga. Tulis nama setiap orang di bawah fotonya.

Membuat “boneka”
Tunjukkan cara membuat “boneka” dari kertas. Gambar bagian muka dengan spidol. Agar dapat berdiri tegak, pasang lidi sebagai “rangka/badan” boneka. Atau buat “boneka” dari kaos kaki bekas. Gambar-mata, hidung dan mulut. Gerakkan jari-jari tangan anda seolah-olah boneka itu dapat berbicara. Buat agar anak mau bermain dengan temannya selain bermain sendiri.

Menggambar orang.
Tunjukkan pada anak cara menggambar orang pada selembar kertas. Jelaskan ketika anda menggambar mata, hidung, bibir dan baju.

Mengikuti aturan permainan/petunjuk.
Ajak anak bermain sekaligus belajar mengikuti aturan/petunjuk permainan. Pada awal permainan, beri perintah kepada anak, misalnya “berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah jinjit”. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta anak mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”

Setelah anak bisa memainkan permainan ini, bergantian anak yang memberikan perintah dan anda yang mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”

Bermain kreatif dengan teman-temannya.
Undang ke rumah 2-3 anak yang sebaya. Ajari anak-anak permainan dengan bernyanyi, membuat boneka dari kertas/kaos kaki bekas dan kemudian memainkannya. Minta anak mau menirukan tingkah laku binatang seperti yang dilihatnya di kebun binatang.

Bermain “berjualan dan berbelanja di toko”.
Kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sendal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain “belanja di toko”. Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat “uang kertas” dari potongan kertas dan “uang logam” dari kancing/tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, anda dan anak yang lain pura-pura membeli benda-benda itu dengan “uang kertas” dan “uang logam”. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko.