Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label Balita. Show all posts
Showing posts with label Balita. Show all posts

Kontrol Konsumsi Gula si Kecil Mulai Sekarang!

Permen, coklat dan es krim merupakan jenis makanan yang identik dengan anak-anak. Ini menandakan mereka suka sekali dengan sesuatu yang manis. Tak bisa dipungkiri, terkadang jenis makanan itu menjadi ‘senjata’ Bunda untuk membujuknya melakukan hal yang Bunda inginkan. Tapi tahukah Bunda kalau di balik makanan yang menggugah itu ternyata ada bahaya yang mengancam si kecil. 


Badan kesehatan dunia WHO merekomendasikan gula tambahan tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi, supaya anak tidak kelebihan energi. Itu berarti untuk anak usia 1-3 tahun hanya boleh mengonsumsi gula tambahan tidak lebih dari 5 sendok teh sehari. Sedangkan anak usia 4-6 tahun tidak lebih dari 8 sendok teh sehari. 

Mengonsumsi makanan manis berlebih menyebabkan si kecil malas menikmati makanan utamanya. Dengan jenis makanan itu ia akan cepat merasa kenyang namun cepat pula merasa lapar. Sehingga tanpa sadar ia hanya akan mengonsumsi lagi dan lagi. Jika dibiarkan, kebiasaan ini akan terus berlanjut hingga dewasa. 

Efeknya 
Makanan manis dengan kandungan gula yang berlebih dapat membahayakan kesehatan anak. Efek dari mengonsumsi makanan manis berlebih, seperti :
- Obesitas 
berlebihnya berat badan membuat aktifitas fisiknya terbatas. Selain itu ia jadi sulit konsentrasi dan sering mengantuk di kelas. 
- Gelisah 
Rasa gelisah juga terkadang muncul pada anak yang mengonsumsi gula berlebih. Terkadang juga disertai sakit pada bagian perut. 
- Picky eater 
karena seringnya mengonsumsi manis ia menjadi pemilih dan hanya mau makanan yang manis-manis saja. Minat anak menjadi berkurang pada jenis makanan lain. 
- Kerusakan gigi 
Gula yang tertinggal di sela-sela gigi membuat giginya makin lama makin keropos. 

Cara Mengatasi 
Mau tidak mau Mama harus mencari cara mengubah kebiasaannya mengonsumsi makanan manis. 
· Mulailah menyediakan makanan jenis lain selain makanan manis untuk menu sehari-hari. Memang awalnya ia akan merasa kesal, tetapi percayalah lama kelamaan ia akan terbiasa. Bila Mama juga penyuka manis, Mama juga perlu menguranginya dan jelaskan padanya. Sehingga ia mengerti mengapa ia harus melakukan itu 
· Memadukan makanan manis dengan makanan sehat bisa juga dilakukan. Misalnya mencelupkan pisang ke dalam coklat leleh. 
· Pastikan waktu makan si kecil teratur. Jangan mengundur-undur waktu makannya dan membuatnya mengemil. Terlalu banyak mengemil membuatnya lupa akan makanan utamanya.

Tips : 
Daripada membujuknya dengan sekantung permen dan coklat lebih baik ajak dia membantu Mama  menyiapkan makanannya.



Sumber : Info bunda

Tanamkan Sikap Disiplin Pada si Kecil


Kita seringkali merasa lelah dan kewalahan dengan sikap anak-anak yang susah diatur dan membantah. Tidak jarang pula faktor ini memicu adanya kekerasan yang dilakukan orangtua pada anaknya. Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran orangtua menggunakan kekerasan dalam mendidik anak-anak. Cari tahu penyebabnya mengapa ia tidak disiplin dan bagaimana mengajarkannya untuk disiplin.



Mengajarkannya disiplin bukanlah semata-mata menghindari kerepotan dalam mengurus anak, tetapi juga menjadi ‘bekal’ untuknya menjadi anak yang bertanggung jawab kelak.

Penyebab
Anak adalah peniru yang ulung. Apa yang ia lakukan adalah hasil dari apa yang ia lihat di sekelilingnya. Bila sekarang ia tidak mau mengejarkan tugas rumahnya, mungkin karena dia melihat Bunda yang seringkali mengulur-ngulur waktu melakukan pekerjaan rumah. Atau bila ia sering membantah dengan suara tinggi, mungkin karena ia kerap kali melihat sang ayah yang berteriak di telepon. Bisa jadi kebiasaannya tidak menghabiskan makanan ia tiru dari tantenya.
Nah, bila contoh di sekelilingnya baik dan berperilaku positif, maka ia pun cenderung mencontoh perilaku baik tersebut.

Kiat-Kiatnya
Menanamkan disiplin pada anak bukanlah memberikan perintah padanya. Ketika kita menanamkan disiplin padanya, sadarlah bahwa kita juga sedang melatih kedispilinan kita. Berikut beberapa kiat yang bisa Bunda lakukan untuk menanamkan disiplin pada si kecil :

- Konsisten
Tetapkan hati Bunda dan suami untuk konsisten dengan peraturan rumah yang sudah dibuat. Para Bunda seringkali ‘kalah’ dengan alasan tidak tega menerapkan peraturan tersebut pada anak. Tapi jangan lupa, peraturan rumah bukan hanya untuknya. Bunda juga harus konsisten melakukan tugas Bunda di rumah.

- Berikan Alasan

Anak-anak selalu ingin mencoba melakukan hal baru. Bila Bunda merasa apa yang ia lakukan bisa membahayakannya jangan hanya melarang. Mereka mengharapkan alasan yang kuat mengapa ia tidak boleh melakukan itu. Berikan alasan yang dapat diterima anak seusianya dan gunakan bahasa yang jelas.

- Hargai Dia
Hindari menegurnya di depan umum karena akan menimbulkan rasa malu padanya. Hal ini cenderung membuat ia mempertahankan perilakunya.

- Libatkan Dirinya
Libatkan si kecil dalam pembaharuan peraturan di rumah, khususnya hal-hal yang mengenai dirinya. Misalnya dalam hal membersihkan rumah. Tanyakan apakah membantu Bunda menyiram tanaman terlalu berat untuknya? Bila ya, mintalah usulnya bagaimana menggantikan tugas itu.

Mengajarkan disiplin pada anak akan lebih mudah bila dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Berikan ciuman dan pelukan hangat bila ia telah melakukan tugasnya dengan baik.

Informasi Penting Seputar Perawatan Bayi Prematur

Layaknya merawat bayi yang lahir cukup bulan tentu saja bayi prematur juga membutuhkan perawatan yang sama. Termasuk didalamnya perawatan kebersihan dan kebutuhan minum. Namun demikian ada beberapa ‘ hobby ” atau  kebiasaan yang sering dimiliki oleh bayi – bayi prematur yang membuat kita harus lebih hati  – hati dan ekstra perhatian untuk merawat si bayi yang terlahir sebelum waktunya  yakni kurang dari 37 minggu ini.


Yuk kita perhatikan apa saja sih yang mudah terjadi atau sering diitemukan  dan menjadi sebagian masalah pada bayi prematur.

1. Bayi prematur mudah  kedinginan
Mengapa ? karena pada kulit bayi prematur sangat tipis dan mengandung sedikit sekali lemak. Selain itu pusat pengatur suhu tubuhnya juga belum sempurna. Bayangkan saja bagaimana si mungil nan imut ini harus berjuang untuk mempertahankan suhu tubuh badannya. Di dalam rahim sang bayi cukup hangat tapi ketika harus terlahir maka suhu di luar rahim ibu cenderung lebih dingin. Itulah sebabnya bayi prematur perlu dihangatkan antara lain dengan metode kanguru, ibu atau ayah mengendong bayi di dada dengan alat gendong khusus, agar bayi bisa kontak dari kulit ke kulit langsung dengan orang tua. Kehangatan tubuh ibu atau ayah sanggup membuat si mungil   bertahan di lingkungan luar rahim. Selain itu dapat pula menggunakan incubator atau cahaya lampu.

2. Bayi prematur sering mogok  bernafas
Nah ini yang sering juga terjadi. Hal ini akibat si bayi belum mempunyai fungsi paru – paru yang matang dan ada lapisan paru yang belum terbentuk sempurna. Akibatnya gangguan pernafasan terjadi. Dalam keadaan dimana bayi prematur gagal bernafas spontan maka bayi prematur perlu bantuan alat khusus di rum,ah sakit dalam beberapa waktu sampai keadaan fungsi parunya stabil. Selama kondisi rawan ini   maka perawatan  dilakukan oleh tenaga kesehatan

3. Cadangan gula dalam tubuh bayi prematur cenderung mudah turun
Lagi – lagi masalah ini berkaitan erat dengan perubahan lingkungan dari dalam rahim ke luar rahim. Waktu masih dalam kandungan si bayi prematur ini cukup mendapat pasokan zat gula dan zat makanan melalui  ibu yang dialirkan ke rahim melalui ari ari dan tali pusat. Nah begitu si bayi terlahir, dengan segala upaya bayi yang belum matang organ tubuhnya ini terpaksa harus berjuang memenuhi kebutuhan zat makanan atau sumber zat gula dalam tubuhnya.

Pada kondisi tertentu bayi prematur  dibantu dengan tindakan medis atau pemberian cairan infus yang mengandung zat  gula. Hal yang bisa dilakukan orangtua jaga kehangatan tubuh bayi agar kalori tubuhnya tidak semakin banyak yang terbakar dan terbuang. Kenakan topi kepala, kaus kaki dan kaus tangan, beri selimut dan jangan lupa sering didekap. Penuhi kebutuhan ASI sesuai jadwal pemberian setiap 2 jam.

4. Bayi prematur sering terserang kuning.
Hal ini bisa terjadi pada setiap bayi prematur. Hati pada bayi prematur belum terbentuk sempurna sehingga pembuangan zat  sisa dari tubuh yang disebut dengan bilirubine tidak bisa terbuang dengan lancar melalui buang air kecil maupun buang air besar.

Tak perlu cemas, ibu perlu memasok ASI sesering mungkin bagi si mungil maka akan memperlancar buang air besar dan air kecil pada bayi prematur, dengan sendirinya kuning akan dibersihkan terbuang saat bayi buang air besar maupun saat buang air kecil. Sebagai tindakan lanjut  dokter menganjurkan terapi sinar yang  bertujuan untuk menurunkan kadar kuning pada tubuh bayi.  Bila tak ada alat untuk terapi sinar . Misalnya di desa  terpencil dapat pula memanfaatkan sinar matahari pagi dan tak boleh terlalu lama juga mata bayi jangan menghadap cahaya matahari.

5. Bayi prematur malas menghisap dan suka  tidur lama
Nah ini dia, hati – hati jika merawat bayi prematur, kalau sudah malas menghisap dan lebih banyak tidur, sebaiknya dikonsultasikan dengan bidan atau tenaga kesehatan lain agar di periksa apa ada masalah kesehatannya. Bayi kurang bulan memang aktifitasnya tidak sebanyak bayi cukup bulan waktunya seringkali habis untuk tidur. Oleh sebab itu orang tua bayi prematur harus rajin membangunkan bayi tiap 2 jam untuk pemberian minum ASI dan bila menghisapnya sangat pelan perlu telaten dan  hati – hati jangan sampai  tersedak.

6. Kulit dan bagian – bagian tubuh  bayi prematur sensitif
Ini tak kalah penting. Yaitu perawatan kebersihan tubuh bayi prematur. Hati – hati dalam merawat, karena kulit bayi prematur sangat sensitif dan mudah terjadi ruam atau kemerahan pada sela sela tubuh, misal pada pantat, sela leher, sela kaki dan sebagainya. Bersihkan bayi prematur  kapas yang dibasahi  baby  oil hangat. Apabila memandikan dengan air pastikan bahwa air mandi  memiliki kehangatan yang cukup sesuai dengan tubuh bayi. Jaga kuku tangan ibu atau pengasuh  agar tetap pendek agar tidak menggores tubuh bayi. Jaga pula kebersihan tali pusar bayi setiap kali memandikan agar tidak infeksi.

7. Bayi prematur mudah infeksi
Wah kasihan ya si mungil. tubuhnya masih lemah tapi harus bertahan dan berjuang melawan kuman nakal di sekitarnya.Apa yang bisa ibu lakukan ya? Berikan ASI sedini mungkin, walau hanya setetes ASI jangan di buang agar zat kekebal;an dari ibu bisa masuk ke tubuh bayi, Zat itu berguna sebagai tentara yang menyerang kuman – kuman nakal yang berada di sekitar bayi prematur. Jangan tunggu ASI keluar banyak baru memberi ASI pada bayi prematur, tetapi mul;ailah dengan memerah ASI sedikit demi sedikit. Dengan bangga ibu boleh menyerahkan pada bidan selama bayi di rawat dalam inkubator. ASI akan meningkatkan kekebalan alami si mungil.

Semoga dengan menrima informasi ini kita bisa saling berbagi untuk mempertahankan kesehatan bayi – bayi prematur, jika ibu dan ayah sudah tahu maka bidan dan dokter akan dengan mudah bekerjasama dengan orangtua bayi prematur agar perawatan berlangsung maksimal. Bukankah tak kenal maka tak sayang, dengan mengenal  kebiasaan dan hobby si bayi prematur maka kita akan semakin menyayangi dan memperhatikan detik demi detik perkembangan si mungil dengan percaya diri.

Ada catatan kecil untuk perawatan bayi prematur ini antara lain bayi prematur juga akan lebih cepat meningkat berat badannya bila di beri sentuhan kasih sayang, dapat pula dengan pijat bayi khusus prematur, memberikan musik klasik dan kurangi stres bayi terhadap rangsanagn suara keras yang mengejutkan maupun rabgsanagn cahaya terang yang berlebihan. Ciptakan suasana kehangatan dan kenyamanan seperti saat bayi dalam kandungan agar ia tetap bertahan dan sehat.

Kenali dan Atasi Penyebab Bayi Menangis

Peristiwa kelahiran bayi di tengah keluarga pasti akan membawa suasana bahagia dan ceria. Namun demikian adakalanya sebagai orangtua  sering kebingungan bila menghadapi bayinya yang menangis terus atau rewel. Apa saja sih kira – kira penyebab bayi menangis. Baik juga jika kita coba kenali  penyebab bayi menangis dan cara mengatasinya satu persatu.


Bayi baru lahir mengalami suatu masa transisi atau masa peralihan dari suasana di dalam rahim yang hangat, nyaman dan aman berpindah ke suasana di luar rahim saat terlahir ke dunia. Perubahan suhu, suara, dan kenyamanan ini menjadi sebuah proses penyesuaian baru bagi bayi mungil.

Sahabat tahukah anda ternyata tangisan awal bayi sangat penting sebagai penentu keadaan kesehatan bayi saat lahir dan seterusnya. Oleh sebab itu setiap  menolong bayi  baru lahir maka dokter atau bidan selalu berusaha agar bayi dapat menangis  dan menunjukkan tanda tanda usaha bernafas spontan.

Setelah proses persalinan dan selama  perawatan di rumah sakit tentu seorang  ibu baru atau keluarga muda masih banyak mendapat bantuan untuk merawat si mungil. Lantas bagaimana bila sang bayi  tiba  saatnya pulang? Terlebih bila tiba – tiba saja di rumah  bayi menangis keras, apa yang harus dilakukan? Tak jarang seorang ibu baru akan gugup, cemas dan canggung dalam mengatasi tangisan si mungil. Yuk kita perhatikan satu persatu, kira kira apa saja sih yang membuat sang bayi menangis?

1. Rasa lapar.
Pada awal masa pertumbuhan terutama minggu – minggu pertama bayi akan sering menyusu pada ibu. Kebutuhan minum pada bayi terutama untuk menyusu tidak perlu di jadwal tetapi sesuka bayi. Setiap bayi mempunyai pola kebiasaan minum yang berbeda beda.Bila bayi menangis dan tampak lapar sebaiknya segera disusui. Selain menyusui berguna untuk  memenuhi kebutuhan zat gisi dan makanan juga akan memberi kehangatan bagi bayi.

2. Bayi ingin bersih
Bayi sangat membutuhkan rasa nyaman dan bersih. Maka saat bayi menangis coba perhatikan apakah bayi  ngompol ( buang air kecil  ) atau buang air besar. Segera ganti popok bayi dan pakaian bayi. Jangan lupa bersihkan  dulu daerah kemaluan dan dubur bayi  dengan kapas dibasahi air  hangat.

3.Lingkungan yang tidak nyaman
Perhatikan mungkin udara terlalu dingin,segera  selimuti bayi. Kenakan kaus kaki, kaus tangan dan topi bayi.Beri selimut hangat. Bila mengunakan AC  atau kipas angin pastikan bahwa bayi tidak kedinginan.Dekap bayi di dada ibu agar bayi merasa nyaman. Coba perhatikan kebersihan sekitar tempat tidur bayi, jangan sampai ada semut atau serangga.

4. Bayi tidak bebas bergerak.
Bayi juga butuh bebas bergerak, kadang selimut atau bedong bayi yang terlalu rapat malah membuat bayi gerah. Perlu diperhatikan apakah bayi tampak berkeringat, bila iya buka selimut dan bedong, usap tubuh bayi dengan waslap hangat, kenakan pakaian yang lembut berbahan katun dan beri selimut yang tipis tapi hangat, misalnya berbahan kain fanel. Bayi tidak perlu diberi gurita pada daerah perut. Biarkan bagian perut bayi bebas tanpa gurita. Agar gerakan pernafasan bayi tidak terganggu.

5. Bayi ingin disayang
Adakalanya bayi sudah kenyang, ASI cukup, pakaian juga hangat dan lingkungan nyaman. Namun bayi masih menangis. Kemungkinan bayi butuh disayang. Bayi butuh didekap dan dipeluk oleh ibu maupun ayah. Letakkan bayi pada dada ibu atau ayah dan sambil disenandungkan lagu. Perasaan aman dan nyaman akan membuat bayi tenang.

6. Bayi rewel setelah minum ASI  atau Susu
Perhatikan mungkin bayi kekenyangan atau belum disendawakan setelah minum. Udara yang mendesak di lambung bayi akan membuat bayi gelisah dan tidak nyaman. Perut terasa seperti kembung. Letakkan bayi pada pundak ibu dan tepuk – tepuk pelan punggungnya atau dapat pula di posisikan setengah duduk dengan disangga bagian kepala dan pundak bayi, tepuk – tepuk punggung bayi perlahan agar udara dalam lambung bisa keluar sehingga bayi bersendawa dengan lega. Bila masih belum berhasil bayi boleh ditengkurapkan dengan hati – hati dan harus  ditunggu. Jangan memposisikan bayi tengkurap tanpa pengawasan.

Usap lembut daerah perut dan punggung bayi dengan minyak telon atau minyak kayu putih hangat khusus bayi.

7. Kolik perut
Beberapa bayi sering tiba tiba menangis melengking tanpa henti. Posisi kaki bayi kadang terangkat, seperti kesakitan daerah perut. Kolik pada bayi ini seringkali terjadi. Beberapa kemungkinan penyebab kolik pada bayi akibat  usus yang sangat  aktif. Bayi dengan kolik biasanya tumbuh dengan baik, dan tangisannya akan berangsur berkurang setelah bayi berusia 3 bulan. Upayakan pemberian minum pada bayi secara bertahap sedikit demi sedikit dan sering disendawakan.

8. Menangis gelisah dan rewel  akibat kebiasaan buruk ibu atau ayah
Perhatikan  pada ibu yang menyusui dan mengkonsumsi kafein dan Merokok. Bayi akan lebih sering menangis dan gelisah. Sebaiknya ibu menyusui tidak merokok dan minum minuman berkafein. Bagi suami perokok sebaiknya tidak merokok di dekat bayi.

Sahabat ada  beberapa catatan penting perhatikan tangisan bayi yang perlu segera minta bantuan pada tenaga kesehatan terdekat, bila :
  • Suara  tangisan bayi tampak lemah dan merintih, bibir dan sekitar hidung kebiruan
  • Tangisan bayi melengking dan diikuti pernafasan cepat atau  kadang bertambah berat nafasnya
Tangisan bayi juga dapat menggambarkan keadaan kesehatannya. Bayi juga perlu menangis keras sesekali. Ibu taak perlu kuatir dan cemas. Yang penting perhatikan penyebabnya dan jangan gugup. Suasana hati yang mengasuh bayi juga turut berpengaruh. Bayi cenderung gelisah bila sang pengasuh atau ibu juga dalam keadaan tegang atau stres. Oleh karena itu kenali tangisan bayi kita.

Makanan Tepat Selama Menyusui Bayi

Di samping perawatan bayi, yang juga sangat penting adalah merawat kesehatan bunda. Sebab, kesehatan bayi sedikit banyak juga tergantung pada kondisi ibunya. Demikian pula dengan asupan makanannya, terutama bagi ibu yang menyusui. ASI yang diberikan ibu memang berkualitas dan sangat berguna bagi kesehatan dan tumbuh kembang bayi, namun mutunya tetap harus dijaga.



Santapan yang sebaiknya dikonsumsi para bunda yang sedang menyusui harus mengandung makanan bergizi, namun dalam jumlah yang lebih banyak. Menurut Dr. William Sears dalam bukunya The Baby Book, bila Anda menyantap makanan yang baik untuk Anda, Anda akan memiliki lebih banyak energi dan merasa lebih baik, seperti pada masa nifas dan saat stres karena menjadi ibu baru. Untuk gizi seimbang, Dr. Sears menyarankan kelima kelompok makanan dasar ini:
  1. kelompok nasi, serealia, roti gandum, atau pasta
  2. kelompok sayuran
  3. kelompok buah-buahan
  4. kelompok ikan, daging, unggas, kacang kering, telur, dan kacang
  5. kelompok susu, yoghurt, dan keju.

Selain itu, konsumsilah makanan dari masing-masing kelompok tersebut sambil memerhatikan tiga kelompok dasar kalori:
  1. Karbohidrat, harus terdapat dalam 50-55 persen dari total kalori harian, dan porsi  utama dari sumber energi ini harus dalam bentuk gula sehat, terutama biji-bijian, nasi atau pasta, dan buah.
  2. Lemak yang menyehatkan, yang harus terdapat dalam 30 persen dari total kalori harian.
  3. Protein, harus terdapat dalam 15-20 persen dari total kalori harian.

Yang juga perlu ditambahkan ke dalam menu makanan ibu menyusui adalah:
  1. Kalsium. Anda memerlukan banyak kalsium selama kehamilan dan masa menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa kalsium yang diambil dari tulang ibu selama masa menyusui akan kembali selama dan setelah masa penyapihan, dengan kepadatan tulang yang lebih baik dibandingkan sebelum masa kehamilan. Bila Anda tidak suka minum susu, atau alergi ketika meminumnya, gantikan dengan makanan nonsusu kaya kalsium seperti ikan sarden, kacang kedelai, brokoli, buncis, ikan salmon, tahu, daun-daunan hijau, kangkung, manisan anggur, dan jus wortel. Tambahkan juga keju dan yoghurt bila Anda tidak alergi.
  2. Zat besi. Asupan makanan yang mengandung zat besi dalam jumlah cukup sangat penting bagi ibu yang baru saja melahirkan. Beberapa makanan kaya zat besi adalah ikan, unggas, dan jus buah prune. Untuk memperbaiki penyerapan zat besi dari makanan, minum atau santaplah makanan yang kaya akan vitamin C bersamaan dengan beberapa kombinasi makanan seperti daging bakso dan saus tomat, sereal kaya zat besi, dan jus jeruk.
  3. Suplemen bila perlu. Anda tetap dapat mengonsumsi suplemen makanan dan vitamin selama hamil, kecuali bila dokter Anda menyarankan suplemen yang lain.
  4. Air putih. Air putih adalah minuman terbaik bagi ibu menyusui. Minumlah segelas air putih (boleh juga diganti dengan jus buah sesekali), sesaat sebelum Anda menyusui. Minumlah kapan saja Anda merasa haus, minimal delapan gelas sehari. Jangan tunda minum sampai Anda selesai menyusui bayi, sebab bisa membuat Anda kekurangan cairan.

Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 48-60 Bulan

 
Ketika si buah hati memasuki rentang usia 48-60 bulan, umumnya perkembangan dan stimulasi yang ada akan dangat pesat sekali. Jika asupan gizi dan nutrisi si kecil cukup, pada rentang usia ini bayi akan menunjukkan kegiatan yang menggemaskan sekaligus membanggakan hati, seperti:


  1. Berdiri 1 kaki dalam 6 detik
  2. Melompat-lompat dengan 1 kaki
  3. Menari
  4. Menggambar tanda silang
  5. Menggambar lingkaran
  6. Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
  7. Mengancingkan baju atau pakaian boneka
  8. Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
  9. Senang menyebut kata-kata baru
  10. Senang bertanya tentang sesuatu
  11. Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
  12.  Bicaranya mudah dimengerti
  13. Bisa membandingkan / membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
  14. Menyebut angka, menghitung jari
  15. Menyebut nama-nama hari
  16. Berpakaian sendiri tanpa dibantu
  17. Menggosok gigi tanpa dibantu
  18. Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu.

PERKEMBANGAN MOTORIK ATAU GERAK KASAR
Stimulasi yang perlu dilanjutkan: dorong anak main bola, lari, lompat dengan 1 kaki, lompat jauh, jalan di alas papan sempit/permainan keseimbangan tubuh, berayunayun dan memanjat. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).

Lomba karung
Ambit karung/train sarung yang cukup lebar untuk menutup bagian bawah tubuh dan kedua kaki anak. Tunjukkan pada anak dan temantemannya cars memakai karung dan melompat-loin Pat, siapa yang paling cepat/dulu sampai garis tujuan.

Main engklek
Gambar kotak-kotak permainan engklek di lantai. Ajari anak dan teman-temannya cara bermain engklek.

Melompati tali
Pada waktu anak bermain dengan teman sebayanya, tunjuk 2 anak untuk memegang tali raffia (panjang 1 meter), atur jarak dari tanah, jangan terlalu tinggi. Tunjukkan kepada anak cara melompati tali dan bermain “katak melompat”.

PERKEMBANGAN MOTORIK ATAU GERAK HALUS
Lanjutkan stimulasi: ajak anak bermain puzzle, menggambar, menghitung, memilih dan mengelompokkan, memotong dan menempel gambar. (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan).

Konsep tentang “separuh atau satu”
Bila anak sudah bisa menyusun puzzle, ajak anak membuat lingkaran dan segi empat dari kertas/karton, gunting menjadi dua bagian. Tunjukkan pada anak bagaimana menyatukan dua bagian tersebut menjadi satu bagian.

Menggambar
Ketika anak sedang menggambar, mints anak melengkapi gambar tersebut, misal: menggambar baju pada gambar orang, menggambar pohon, bunga, matahari, pagar pada gambar rumah, dan sebagainya.

Mencocokkan dan menghitung
Bila anak sudah bisa berhitung dan kenal angka, buat 1 set kartu yang ditulisi angka 1-10. Letakkan kartu itu berurutan di alas meja. Minta anak menghitung benda-benda kecil yang ada di. rumah seperti: kacang, batu kerikil, biji sawn dan fain-fain, sejumlah angka yang tertera pada kartu. Kemudian letakkan benda-benda tersebut di dekat kartu angka yang cocok.

Menggunting
Bila anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajari cara menggunting kedas yang sudah dilipat-lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai-rumbai, orang, binatang, mobil dari sebagainya.

Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan
Ajak anak bermain menyusun 3 buah piring berbeda ukuran atau 3 gelas diisi air dengan isi tidak sama. Minta anak menyusun piring/gelas tersebut dari yang ukuran kecil/jumlah sedikit ke besar/banyak atau dari ringan ke berat. Bila anak dapat menyusun ketiga benda itu, tambah jumlahnya menjadi 4 atau lebih.

Percobaan ilmiah
Sediakan 3 gelas isi air. Pada gelas pertama tambahkan 1 sendok teh gula pasir dan bantu anak ketika mengaduk gula tersebut. Pada gelas kedua masukkan gabus dan pada gelas ketiga masukkan kelereng. Bicarakan mengenai hasilnya ketika anak melakukan “percobaan” ini.

Berkebun
Ajak anak menanam biji kacang tanah/kacang hijau di kaleng /gelas aqua bekas yang telah diisi tanah. Bantu anak menyirami tanaman tersebut setiap hari. Ajak anak memperhatikan pertumbuhannya dari hari ke hari. Bicarakan mengenai bagaimana tanaman, binatang dan anak-anak tumbuh/bertambah besar.

PERKEMBANGAN ASPEK BICARA DAN BAHASA
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
  1. Buat anak mau bertanya dan berceritera tentang apa yang dilihat & didengarnya.
  2. Dorong anak sering melihat buku. Buat agar ia melihat anda membaca buku.
  3. Bantu anak dalam memilih acara TV, batasi waktu menonton TV maksimal 2 jam sehari. Dampingi anak menonton TV dan jelaskan kejadian yang baik dan buruk. Ingat bahwa acara dan berita di TV dapat berpengaruh buruk pada anak.

Belajar mengingat-ingat
Masukkan sejumlah benda/mainan anak ke sebuah kantung. Minta anak memperhatikan anda ketika anda mengambil 3-4 macam benda kecil/dari kantung tersebut. Letakkan di atas meja dan minta anak menyebut nama benda/mainan satu persatu.
Kemudian, minta anak menutup matanya, dan ambil salah satu benda tadi. Tanyakan kepada anak benda apa yang hilang. Bila ia sudah menguasai permainan ini, tambahkan jumlah benda yang diletakkan di meja.

Mengenal huruf dan simbol
Tulis nama benda-benda yang ada di ruangan pada sepotong kertas kecil. Kemudian tempel kertas tersebut pada setiap benda, misainya: tulisan meja ditempel di meja, tulisan buku, bungs, bantal dan sebagainya. Minta anak menyebutkan tulisan di kertas tersebut. Ajari anak mengenali tanda-tanda di sepanjang jalan.

Mengenal angka
Bantu anak mengenali angka dan mulai berhitung. Ajak anak bermain kartu, gunakan kartu angka 2-10.

Membaca majalah
Kumpulkan majalah anak (bekas) atau bila mungkin berlangganan majalah anak. Bacakan dan ajak anak melihat majalah tersebut. Bila berlanggganan lakukan secara teratur setiap penerbitan majalah itu.

Mengenal musim
Bantu anak mengenal musim hujan dan kemarau. Bicarakan apa yang terjadi pada kedua musim itu, pengaruhnya terhadap tanaman, binatang dan alam sekitarnya.

Buku kegiatan keluarga
Ajak anak membuat buku kegiatan keluarga dengan mengumpulkan foto/gambar anggota keluarga, benda-benda dari berbagai tempat yang pernah dikunjungi anak, dan sebagainya.

Mengunjungi perpustakaan
Sesering mungkin bawa anak mengunjungi taman bacaan/perpustakaan anak-anak. Pinjam buku yang menarik perhatian anak dan bacakan untuk anak.

Melengkapi kalimat
Buat kalimat pemyataan ‘mengenai apa yang anda dan anak lakukan bersarna dan minta anak menyelesaikannya. Misalnya sehabis mengajak anak ke kebun binatang; “Kemarin kami pergi ke” atau sehabis mengajak anak makan mie bakso; “Makanan kesukaan adik adalah”

Bercerita “ketika saya masih kecil”
Anak senang mendengar cerita tentang masa kecil orangtuanya dan senang bercerita tentang “masa kecil anak”. Ceritakan kepada anak masa kecil anda dan selanjutnya minta anak menceritakan masa keciinya.

Membantu pekerjaan di dapur
Katakan pada anak bahwa anda mengangkatnya sebagai “asisten” anda. Minta anak membantu memotong sayuran. menyiapkan dan mernbersihkan meja makan, dan lain-lain. Buat agar anak mau menjelaskan apa yang sedang dilakukannya. Katakan betapa menyenangkan dapat membantu sesama dan mengerjakan sesuatu dengan baik.

PERKEMBANGAN ASPEK SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN
Lanjutkan stimulasi (baca : Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 36-48 bulan):
  1. Berikan tugas rutin pada anak dalam kegiatan di rumah, ajak anak membantu anda di dapur dan makan bersama keluarga
  2. Buat agar anak bermain dengan teman sebayanya.
  3. Ajak anak berbicara tentang spa yang dirasakan anak.
  4. Bersama-sama anak buatlah rencana jalan-jalan sesering mungkin.

Membentuk kemandirian
Beri kesempatan pada anak untuk mengunjungi tetangga dekat, teman atau saudara tanpa ditemani anda. Selanjutnya minta anak bercerita tentang kunjungannya itu.

Membuat “album” keluarga
Bantu anak membuat album keluarga yang ditempeli dengan foto-foto anggota keluarga. Tulis nama setiap orang di bawah fotonya.

Membuat “boneka”
Tunjukkan cara membuat “boneka” dari kertas. Gambar bagian muka dengan spidol. Agar dapat berdiri tegak, pasang lidi sebagai “rangka/badan” boneka. Atau buat “boneka” dari kaos kaki bekas. Gambar-mata, hidung dan mulut. Gerakkan jari-jari tangan anda seolah-olah boneka itu dapat berbicara. Buat agar anak mau bermain dengan temannya selain bermain sendiri.

Menggambar orang.
Tunjukkan pada anak cara menggambar orang pada selembar kertas. Jelaskan ketika anda menggambar mata, hidung, bibir dan baju.

Mengikuti aturan permainan/petunjuk.
Ajak anak bermain sekaligus belajar mengikuti aturan/petunjuk permainan. Pada awal permainan, beri perintah kepada anak, misalnya “berjalan 3 langkah besar ke depan atau berjalan mundur 5 langkah jinjit”. Setiap kali akan menjalankan perintah itu, minta anak mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”

Setelah anak bisa memainkan permainan ini, bergantian anak yang memberikan perintah dan anda yang mengatakan: “Bolehkah saya memulainya?”

Bermain kreatif dengan teman-temannya.
Undang ke rumah 2-3 anak yang sebaya. Ajari anak-anak permainan dengan bernyanyi, membuat boneka dari kertas/kaos kaki bekas dan kemudian memainkannya. Minta anak mau menirukan tingkah laku binatang seperti yang dilihatnya di kebun binatang.

Bermain “berjualan dan berbelanja di toko”.
Kumpulkan benda-benda yang ada di rumah seperti sepatu, sendal, buku, mainan, majalah, dan sebagainya untuk bermain “belanja di toko”. Tulis harga setiap benda pada secarik kertas kecil. Buat “uang kertas” dari potongan kertas dan “uang logam” dari kancing/tutup botol. Kemudian minta anak berperan sebagai pemilik toko, anda dan anak yang lain pura-pura membeli benda-benda itu dengan “uang kertas” dan “uang logam”. Selanjutnya secara bergantian anak-anak menjadi pembeli dan pemilik toko.

Mencegah Alergi Pada Bayi

Kadang-kadang, bayi tidak mengalami reaksi alergi hebat yang membahayakan hidupnya, saat pertama kali ia diberi makanan bayi tertentu. Namun, bila timbul bentol-bentol merah dan gatal di seluruh tubuh, mulut, leher dan lidahnya membengkak sehingga sulit bernafas, carilah segera bantuan medis. Jika perlu, berikan pertolongan pertama. Reaksi ini dianggap berkaitan erat dengan makanan yang membuat bayi peka, baik saat dalam kandungan maupun selama di beri ASI. Karena itu, janganlah sekali-sekali memberi bayi atau anak anda makanan yang membahayakan tersebut meskipun hanya untuk dicicipi. Bila kelak anda ingin mengenalkan makanan tersebut, lakukan di bawah pengawasan dokter.


Jika keluarga anda pernah terkena alergi, mungkin anda perlu mengurangi jenis makanan tertentu untuk bayi anda. Hal ini tentu saja dapat menghilangkan banyak nutrisi dari makanannya. Berkonsultasilah dulu dengan dokter anak yang akan memberi nasihat tentang jenis nutrisi yang dibutuhkan bayi anda selama masa penyapihan.

Mencegah Alergi
Langkah-langkah berikut membantu mecegah bayi alergi:
  • Masa bahaya terhadap kepekaan adalah empat sampai enam bulan pertama, jadi tundalah penyapihan dan teruskan memberi ASI atau susu formula selama masa ini. Bayi anda akan mendapat semua nutrisi yang dibutuhkan dari ASI atau susu formula sampai usianya enam bulan.
  • Selama memberi ASI anda pun harus berhati-hati terhadap makanan yang berpotensi menimbulkan alergi, untuk menghindarkan bayi dari alergi melalui ASI.
  • Perkenalkan bayi pada makanan padat satu demi satu. Beri jarak waktu beberapa hari untik setiap jenis makanan baru agar anda dapat mengeceknya bila suatu reaksi alergi.
  • Jika aleri mengenai keluarga anda, perhatikan saat pengenalan selai kacang dan makanan lain dari kacang.
  • Hindari bayi dari bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi, seperti asap, rokok, debu ruam, sebuk sari, dan binatang piaraan.

Formula Khusus
Jika bayi anda alergi terhadap susu sapi dan anda tidak dapat memberinya ASI, coba gunakan susu bayi dari kacang kedelai. Susu ini juga diberikan pada bayi yang tidak tahan terhadap laktosa. Sayangnya, kedelai sendiri jadi pencetus alergi. Selama masa penyapihan, susu kacang kedelai dapat diberikan sebagai minuman dalam cangkir.
  • Susu formula dari kacang kedelai mengandung gula bukan dari susu. Waspadalah kesehatan gigi bayi dan jangan berikan susu dalam botol setelah usianya satu tahun. Hindari pemberian susu formula diantara waktu makan dan waktu tidur.
  • Susu kedelai biasanya (bukan susu kedelai bayi), tidak boleh diberikan pada bayi yang sedang disapih karena tidak mengandung cukup kalori, vitamin, dan kalsium
  • Ada pula susu bayi yang menggunakan protein susu sapi yang telah dimodifikasi secara khusus untuk bayi yang punya kecenderungan alergi.
  • Susu domba atau kambing terkadang dianggap kurang menimbulkan alergi. Namun belum ada bukti ilmiah tentang hal ini. Dalam keadaan apapun, sebaiknya jangan berikan susu ini pada bayi di bawah usia satu tahun karena susu ini tidak mengandung cukup nutrisi penting seperti Vitamin A, D, asam folat dan zat besi

Anak Dengan Autisme Sama Dengan Sekuncup Bunga Melati

Anak autisme bagai bunga kuncup bunga melati di pinggir jalan, karena tidak spesial seperti adenium atau euphorbia, maka Ia diacuhkan begitu saja oleh dunia ini, tapi sebenarnya, seperti bunga melati yang tumbuh cantik, saat bunga melati itu dipakai untuk perhiasan pengantin, pasti harganya melonjak tinggi… seperti itulah anak yang menderita autis. Dunia melihat Ia tak berharga dan tak berguna, tetapi sebenarnya Ia adalah anugerah tak terkatakan bagi setiap keluarga, nilai yang melebihi segalanya karena Ia adalah titipan langsung dari Tuhan.


Penyebab Autis sampai saat ini masih sumbang, tetapi ada beberapa orang tua yang memiliki anak yang autis, pada waktu masa kehamilannya, si Ibu merasakan gejolak dan beban batin yang mendalam. Ibu tidak nyaman dengan kehamilannya, atau mungkin ada peristiwa yang membuat Batin dan Jiwa si Ibu agak tergoncang. Padahal bayi saat di dalam kandungan sudah mulai memiliki unsur sederhana dari jiwa yaitu rasa, jadi dibutuhkan keadaan yang stabil pada hubungan antara suami-istri dan antara suami-istri-dan bayinya. Bayi tidak hanya memerlukan nutrisi jasmani tetapi juga nutrisi untuk batinnya.

Buat para ibu2 hamil, dan suami2 yang istrinya sedang hamil, tolong sekali jaga keadaan emosi istri anda, jangan biarkan istri anda merasakan stress, khawatir, atau trauma batin yang berlebihan saat hamil, karena semua itu akan berdampak langsung pada bayi mungil anda. Setiap perasaan yang dirasakan Ibu, pasti akan dirasakan si bayi karena Ibu dan Bayi sesungguhnya hidup dalam satu kehidupan, satu nafas dan satu rasa.

Sekilas tentang AUTISME
Autisme Masa kanak ( Childhood Autism )
Autisme Masa Kanak adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya sudah tampak sebelum anak tersebut mencapai umur 3 tahun. Perkembangan yang terganggu adalah dalam bidang :
1. Komunikasi : kualitas komunikasinya yang tidak normal, seperti ditunjukkan dibawah ini :
  • Perkembangan bicaranya terlambat, atau samasekali tidak berkembang.
  • Tidak adanya usaha untuk berkomunikasi dengan gerak atau mimik muka untuk mengatasi kekurangan dalam kemampuan bicara.
  • Tidak mampu untuk memulai suatu pembicaraan atau memelihara suatu pembicaraan dua arah yang baik.
  • Bahasa yang tidak lazim yang diulang-ulang atau stereotipik.
  • Tidak mampu untuk bermain secara imajinatif, biasanya permainannya kurang variatif.

2. Interaksi sosial : adanya gangguan dalam kualitas interaksi social :
  • Kegagalan untuk bertatap mata, menunjukkan ekspresi fasial, maupun postur dan gerak tubuh, untuk berinteraksi secara layak.
  • Kegagalan untuk membina hubungan sosial dengan teman sebaya, dimana mereka bisa berbagi emosi, aktivitas, dan  interes bersama.
  • Ketidak mampuan untuk berempati, untuk membaca emosi orang lain.
  • Ketidak mampuan untuk secara spontan mencari teman untuk berbagi kesenangan dan melakukan sesuatu bersama-sama.

3. Perilaku : aktivitas, perilaku dan interesnya sangat terbatas, diulang-ulang dan
stereotipik seperti  dibawah ini :
  • Adanya suatu preokupasi yang sangat terbatas pada suatu pola perilaku yang tidak normal, misalnya duduk dipojok sambil menghamburkan pasir seperti air hujan, yang bisa dilakukannya berjam-jam.
  • Adanya suatu kelekatan pada suatu rutin atau ritual yang tidak berguna, misalnya kalau mau tidur harus cuci kaki dulu, sikat gigi, pakai piyama, menggosokkan kaki dikeset, baru naik ketempat tidur. Bila ada satu diatas yang terlewat atau terbalik urutannya, maka ia akan sangat terganggu dan nangis teriak-teriak minta diulang.
  • Adanya gerakan-gerakan motorik aneh yang diulang-ulang, seperti misalnya mengepak-ngepak lengan, menggerak-gerakan jari dengan cara tertentu dan mengetok-ngetokkan sesuatu.
  • Adanya preokupasi dengan bagian benda/mainan tertentu yang tak berguna, seperti roda sepeda yang diputar-putar, benda dengan bentuk dan rabaan tertentu yang terus diraba-rabanya, suara-suara tertentu.

Anak-anak ini sering juga menunjukkan emosi yang tak wajar, temper tantrum (ngamuk tak terkendali), tertawa dan menangis tanpa sebab, ada juga rasa takut yang tak wajar.

Kecuali gangguan emosi sering pula anak-anak ini menunjukkan gangguan sensoris, seperti adanya kebutuhan untuk mencium-cium/menggigit-gigit benda, tak suka kalau dipeluk atau dielus.

Autisme Masa Kanak lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 3 : 1.

9 Tips Memberi Nama Anak

 

Memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.



Nama itu mengandung doa.
Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Doa.Tetapi doanya yang singkat-singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira lagi bernazar atau berkomitmen sama Tuhan. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang “Amiinn..”



Nama jangan nyusahin orang Kelurahan
Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus,jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel- dobel (mis. Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP dll.Nah… nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi… dan prosesnya lama lagi.

Nama jangan cuma satu kata
Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh…. Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma=20 Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan esiaan…

Nama jangan terlalu panjang
Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan… Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari…. adalah sangat-sangat not-recommended.

Nama anak bersifat internasional
Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov misalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang Sechlaytinove… Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November…

Ketahuilah arti nama anak
Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.

Jangan pakai nama artis.
Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik… lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.

Abjad huruf pertama nama anak.
Huruf pertama “A” pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah… Huruf depan Z… wah.. biasanya adanya dibawah…

Jangan sok Kebarat-baratan
Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian kalo kejepit toh bilangnya “adawww….” bukan “Oh my God..”

Fungsi Asi Dalam Melindungi Bayi

Yang terjadi adalah, ASI menjadi tempat perkembangan yang ideal bagi bakteri ’baik’ di dalam saluran cerna. ASI mengandung oligosakarida yang tidak tercerna oleh enzim, sehingga tetap ada sebagai prebiotik di dalam usus.  Selanjutnya, prebiotik ini di dalam usus dimetabolisme oleh bakteri ‘baik’ (Bifidobacteria dan Lactobacilli) yang mendominasi saluran cerna pada bayi yang diberi ASI.

Bakteri ‘baik’ ini memberi efek menguntungkan terhadap kesehatan karena mendukung fungsi optimal saluran cerna, menurunkan koloni bakteri jahat, dan memperkuat daya tahan tubuh.


Mendukung lapisan saluran cerna (gut barrier)         
Fungsi ini sangat penting karena pada bayi mekanisme pertahanan saluran cerna terhadap patogen masih belum berkembang dengan baik, sehingga dapat menimbulkan penyakit serius pada bayi.  Lapisan mukosa menjaga agar bakteri ‘jahat’ tidak dapat masuk ke aliran darah dan tubuh.  Lapisan ini juga dapat menahan alergen untuk masuk ke dalam darah sehingga mencegah terjadinya alergi.Bakteri ‘baik’ seperti Bifidobacteria, membantu menjaga saluran cerna dengan memproduksi asam lemak rantai pendek (SCFA).  SCFA adalah sumber energi untuk sel saluran cerna, sehingga sel dapat memproduksi mucus yang lebih kental.

Menurunkan koloni bakteri jahat         
Bakteri ‘baik’ memproduksi asam (asetat dan laktat) sehingga menurunkan pH saluran cerna.  Suasana asam membuat lingkungan usus menajdi anti bakteri dan menekan pertumbuhan bakteri ‘jahat’. Bakteri ‘baik’ juga dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat dengan berkompetisi  dalam mendapatkan nutrisi di dalam saluran cerna.

Mendukung daya tahan tubuh         
Bakteri ‘baik’ mendukung perkembangan GALT (gut associated lymphoid tissue) yang mencakup 2/3 bagian sistem daya tahan tubuh. Bakteri ‘baik’ memengaruhi jumlah dan distribusi sel  GALT sehingga berperan penting dalam pematangan dan pengaturan sistem daya tahan tubuh.

Perbedaan Prebiotik dan Probiotik
Pada pembahasan di atas, kita mengenal istilah prebiotik, namun mungkin Anda juga pernah mendengar istilah probiotik. Agar tidak keliru, inilah perbedaan antara keduanya:

Prebiotik:
  1. Adalah sumber energi alami untuk bakteri sehat yang ada di usus.
  2. Secara alami terdapat di ASI.
  3. Setelah dikonsumsi, flora usus mengandung lebih banyak bakteri sehat dibandingkan pemberian probiotik.
  4. Berpengaruh positif pada keseluruhan flora usus.

Probiotik:
  1. Adalah strain tertentu dari bakteri sehat  yang hidup atau dorman.
  2. Secara alami tidak terdapat pada ASI.
  3. Setelah dikonsumsi, flora usus mengandung lebih sedikit bakteri sehat dibandingkan pemberian prebiotik.
  4. Tidak berpengaruh pada keseluruhan flora usus.