Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label Kesuburan dan Kehamilan. Show all posts
Showing posts with label Kesuburan dan Kehamilan. Show all posts

7 Hal Yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil Saat Ingin Pergi Liburan

Musim liburan tiba. Bagi Anda yang tengah hamil biasanya khawatir untuk liburan bersama keluarga karena harus melakoni perjalanan jauh dengan pesawat atau mobil. Meski sedang hamil, bukan berarti Anda tidak bisa pergi berlibur. Liburan di saat hamil bisa jadi kesempatan Anda relaksasi sejenak sebelum nantinya sibuk mengurus bayi.


Travelling sebenarnya aman-aman saja dilakukan saat hamil. Kecuali dokter memang merekomendasikan Anda untuk tidak berpergian dulu karena mengalami hamil yang berisiko keguguran. Menurut American College of Obstertrics and Gynecology (ACOG), waktu paling tepat untuk berlibur saat hamil adalah ketika kehamilan berada di antara usia 18-24 minggu.


Untuk Anda yang kehamilannya tidak berisiko dan ingin berlibur, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini tips untuk ibu hamil yang ingin berlibur seperti dipaparkan Disney Family dan Baby Center :


1. Camilan Sehat
Apapun pilihan transportasi Anda entah itu pesawat, kapal laut, atau mobil, Anda tetap harus membawa makanan atau camilan sendiri. Jangan mengandalkan makanan di pesawat atau membeli di jalan. Sebagian besar makanan di pesawat tidak bisa dikategorikan sehat dan makanan jenis fast food kurang baik untuk kehamilan. Jadi bawalah camilan sehat seperti edamame, biskuit, pisang, apel, dan buah-buahan lainnya yang Anda sukai. Yang juga tidak boleh dilupakan adalah jangan sampai dehidrasi. Bawa botol minuman kemanapun pergi dan minumlah dengan teratur.


2. Sepatu yang Nyaman
Bagi wanita, tampil gaya dalam situasi apapun termasuk liburan merupakan hal yang penting. Tapi bukan berarti Anda jadi lupa pada keselamatan sehingga memilih menggunakan high heels atau sepatu lainnya yang membuat kaki sakit dan tubuh jadi tidak nyaman. Saat liburan, bawa alas kaki yang nyaman, entah itu wedges yang tidak terlalu tinggi atau flat shoes. Jika dalam liburan tersebut banyak agenda berjalan kaki, sebaiknya bawa juga sepatu yang mengikuti kontur kaki seperti sepatu olahraga.


3. Bawaan Jangan Terlalu Berat
 Meskipun bisa mengandalkan suami, tapi tetap saja Anda harus mempersiapkan diri dalam urusan membawa barang bawaan. Usahakan barang bawaan yang menjadi tanggungjawab Anda tidak terlalu berat dan banyak. Jika Anda travelling harus berpindah-pindah tempat atau berganti-ganti pesawat, tentu barang bawaan yang berat dan banyak ini bisa membuat Anda mudah lelah.


4. Bantal
Kalau Anda berencana liburan dengan naik mobil ke tempat tujuan, jangan lupa untuk membawa bantal yang nyaman. Namun kalau pergi naik pesawat tidak perlu membawa bantal tersebut. Jangan sungkan untuk meminta bantal ekstra saat pesawat sudah terbang. Menaruh bantal di bawah kaki atau di belakang bahu selama perjalanan bisa membuat ibu hamil lebih nyaman.


5. Hemat Energi
 Meskipun hamil bukan berarti aktivitas Anda menjadi terbatas saat liburan. Anda tetap bisa melakukan berbagai aktivitas seperti naik tangga, ke pantai, museum atau sekadar makan malam. Hanya saja yang perlu diingat, Anda pasti akan lebih mudah lelah ketimbang dulu saat belum hamil. Usahakan Anda punya waktu untuk beristirahat sejenak dari jadwal kegiatan selama liburan. Istirahat di sini bisa dengan mandi, tidur siang atau mengangkat kaki ke atas, membaca di pantai atau hanya sekadar menghabiskan malam dengan tenang di kamar hotel sambil memesan makanan.


6. Manjakan Kaki
Perjalanan ke lokasi liburan baik dengan pesawat ataupun mobil yang membutuhkan waktu lama bisa membuat kaki pegal. Jika Anda pergi dengan mobil, usahakan sesekali menyempatkan diri untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Sedangkan kalau naik pesawat, kereta atau bus, jika ada kursi kosong di dekat Anda, angkat kaki ke atas kursi sesekali. Saat terbang, sebaiknya juga lepskan alas kaki dan pakai kaus kaki yang tidak terlalu tebal sehingga memudahkan Anda jika mau berjalan-jalan.


7. Menghindari Infeksi Jamur
Wanita hamil lebih berisiko terkena infeksi jamur jika berpergian ke tempat yang iklimnya terlalu panas, lembab. Untuk melakukan pencegahan, gunakan busana yang ringan dan tidak terlalu ketat sehingga tubuh bisa bernafas. Sebaiknya janan pakai jaket tebal atau celana yang ketat. Setelah berenang, segera ganti swimsuit yang basah. Sebelum berangkat liburan, konsultasikan dengan dokter kandungan tentang obat anti jamur apa yang bisa dibawa untuk berjaga-jaga.





Sumber : rahasiakeluarga.com

Jenis kosmetik Yang Harus Dihindari Saat Hamil



Saat hamil, tidak ada salahnya bagi para ibu untuk tetap tampil cantik dan menawan. Namun, dalam hal pemilihan kosmetik saat hamil haruslah hati-hati, mengingat bahan yang terkandung di dalam kosmetik tersebut apakah berbahaya atau tidak bagi kehamilan anda. Berikut adalah beberapa kosmetik yang perlu dihindari saat anda hamil mengingat bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dapat membahayakan kehamilan anda:





 



Perawatan Rambut Kimiawi
  • Perawatan rambut yang menggunakan bahan kimia seperti yang dilakukan dalam rebonding, pengeritingan, atau dalam pengecatan warna rambut sebaiknya dihindari dulu pada saat anda hamil. Hal di sebabkan bahan kimia yang terdapat di dalamnya akan masuk ke dalam pori-pori kepala dan ke dalam aliran darah dan ini sangat membahayakan janin dan akan meningkatkan resiko janin lahir dengan kondisi cacat.
  • Penggunaan cream hair removers juga baiknya dihindari saat hamil karena mengandung bahan kimia yang mudah diserap kulit dan tentunya juga akan membahayakan janin anda.

Obat Jerawat
  • Obat jerawat yang mengandung Retinol A yang fungsinya biasanya untuk mengelupaskan kulit yang mati, penggunaan dalam dosis tinggi telah menunjukkan bahwa perkembangan bayi menjadi terhambat.
  • Selain itu obat jerawat yang mengandung Benzoil Peroksida di mana obat tersebut termasuk ke dalam kategori C yang berarti bahwa studi yang telah dilakukan pada hewan telah menunjukan hasil efek yang buruk bagi janin dan belum adanya studi yang terkontrol pada perempuan.
  • Obat jerawat yang mengandung accutane. Obat jerawat ini dilakukan secara oral dalam pengobatannya. Hal ini baiknya di hindari saat kehamilan karena akan menyebabkan resiko janin lahir dengan cacat atau bahkan janin mengalami kematian.
  • Obat jerawat yang mengandung hidrokortison juga diyakini menimbulkan resiko bayi lahir dengan cacat atau janin akan mengalami keracunan.
  • Obat jerawat yang mengandung bahan salicylic acid banyak menimbulkan komplikasi pada ibu hamil.

Perawatan Kulit
  • Penggunaan tabir surya dengan perlindungan kimia di mana terdapat bahan avobenzone dan oksibenzon yang mudah di serap kulit yang dapat mempengaruhi perkembangan janin.
  • Lotion atau pembersih kulit yang mengandung bahan asam salisilat. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat menimbulkan cacat pada janin.
  • Produk perawatan kulit yang menggunakan bahan pengawet dari parabens. senyawa ini dalam penelitian telah menunjukkan hasil bahwa sistem reproduksi bayi laki-laki akan menjadi terganggu.
  • Produk pemutih kulit yang mengandung bahan hydroquinone. Bahan kimia tersebut akan mempengaruhi enzim-enzim di dalam tubuh dan menahan bahan-bahan alami yang diperlukan oleh janin. Juga, produk pemutih yang mengandung bahan sintetis dapat membuat ibu hamil menjadi alergi.

Manikur dan Pedikur

  • Produk cat kuku yang mengandung bahan phathalates. Bahan kimia ini akan menimbulkan permasalah pada sistem reproduksi.
  • Bahan cat kuku dari basecoat, top coat dan aseton jika terhirup akan berpengerahuh terhadap kehamilan. Penelitian telah membuktikan banyak terjadi gangguan kesehatan seperti bayi cacat atau meninggal pada para pekerja salon yang sedang hamil.

Amankah Metal Detektor Buat Kehamilan

Tidak jarang wanita hamil harus sering bepergian dan ada juga wanita hamil yang kerjanya harus berada dekat dengan alat metal detektor. Ada kekhawatiran tentang kemungkinan efek jangka panjang dari paparan pada kehamilan (bayi). Kebanyakan detektor logam yang digunakan pada orang di bandara/pelabuhan, Hotel dll hanya mengeluarkan radiasi non-ion dan aman untuk paparan jangka panjang, tidak meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran, atau kelainan janin.


Detektor logam memancarkan jenis radiasi non-ion aman dan sifatnya memantul pada objek. Radiasi yang digunakan dalam detektor logam dan pintu deteksi dianggap aman bagi wanita hamil. Sedangkan mesin X-ray untuk bagasi memang mengeluarkan radiasi pengion, tetapi perangkat ini terlindung dengan baik (memiliki proteksi logam, biasanya timah hitam) terhadap pekerja dan orang2 yang berlalu lalang didekatnya.

Demikian juga terhadap barang bawaan berupa makan atau minuman dan pakaian, radiasi yang dihasilkan tidak membahayakan bagi yang mengkonsumsi makanan dan minuman dimaksud. Berbeda dengan radiasi untuk keperluan medis yang sifatnya radiasi peng-ion sehingga dapat meningkatkan risiko cacat lahir, keguguran dan mengganggu organ reproduksi.

Radiasi diukur dalam satuan yang disebut rad, rem atau rontgen. Menurut Standar Keselamatan, ibu hamil tidak boleh terkena lebih dari 500 millirems, atau 0,5 rem, selama kehamilan atau kurang dari 50 mRem (0,05 rem) perbulan.

Sebagai ilustrasi, dalam sebuah penerbangan pulang-pergi dari New York ke Los Angeles seorang wanita bisa terkena ekspos radiasi sebesar 5 mRem (0,005 rem), sedangkan pengaruh detektor logam (detektor handy) bisa diabaikan. Sedangkan sinar-x medis dapat masih aman mengekspos wanita hamil 60 mRem, masih bisa lebih dari angka ini jika manfaat yang dihasilkan lebih besar (misalnya untuk diagnostik penyakit).

Meskipun lama terpapar lama dengan detektor logam diyakini tidak membahayakan janin, lebih bijaksana kalau bekerja di sekitar peralatan seperti setiap hari bagi ibu hamil untuk menghindar/menjauh dari alat tersebut. Dan bagi pekerja2 yang berhubungan dengan radiasi tentunya terus diukur paparan terhadap radiasi yang diterimanya dalam jangka waktu tertentu.


Sumber : drdidispog

Kehamilan Postterm = Hamil Lewat Waktu = Hamil Lewat Bulan

Lamanya kehamilan normal adalah sekitar 37-42 minggu, dan tanggal perkiraan persalinan adalah saat mencapai 40 minggu atau 280 hari dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Hamil cukup bulan (atterm)= 40 minggu jika penghitungan dilakukan dari hari pertama haid terakhir = HPHT (Last Menstrual Periode =LMP) atau 38 minggu jika didasarkan ovulasi ((EDC). Waktu ovulasi tidak selalu sama pada setiap wanita, maka secara praktikal dipakai cara yang pertama (Cukup bulan = 40 minggu = 280 hari). Hamil dikatakan lewat waktu jika sudah mencapai 42 minggu atau 294 hari.



Kehamilan postterm, juga disebut kehamilan lewat waktu, adalah kehamilan yang telah melampaui 42 minggu dari hari pertama periode menstruasi terakhir. Jumlah kejadiannya sekitar 10 persen dari kehamilan.

Sangat penting untuk memastikan bahwa kehamilan sebenarnya postterm atau tidak. Idealnya, usia kehamilan yang akurat ditentukan di awal kehamilan. Pada wanita yang memiliki periode menstruasi yang teratur, HPHT dapat diandalkan dengan catatan haidnya terartur minimal 3 bulan terakhir sebelum kehamilan.

Jika ada ketidakpastian HPHT, atau jika ukuran rahim lebih besar atau lebih kecil dari berdasarkan HPHT, usia gestasi janin dan tanggal persalinan dapat diperkirakan dengan pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan USG paling akurat bila dilakukan pada awal kehamilan, jika dilakukan pada paruh terakhir kehamilan kurang dapat diandalkan untuk memperkirakan taksiran persalinan.

Pada umumnya, penyebab kehamilan postterm tidak diketahui. Ada beberapa faktor yang risiko. Kejadiannya lebih tinggi pada kehamilan pertama dan pada wanita yang memiliki riwayat kehamilan postterm sebelumnya. Faktor genetik juga mungkin memainkan peran. Satu penelitian menunjukkan adanya peningkatan risiko kehamilan postterm pada wanita yang lahir postterm.

Kehamilan yang berlanjut melebihi 42 minggu memiliki risiko baik pada janin dan ibunya.

Risiko bagi janin

Kelahiran mati atau kematian neonatal - Insiden lahirn mati meningkat pada kehamilan yang berlanjut setelah 42 minggu. Namun, resiko relatif kecil, dengan hanya 4 sampai 7 kematian per 1000 kelahiran (di luar negri). Sebagai perbandingan, risiko kelahiran mati atau kematian bayi pada kehamilan antara 37 dan 42 minggu 2 sampai 3 per 1000 kelahiran.

Ukuran bayi besar - Bayi2 postterm memiliki peluang lebih besar terkena komplikasi yang berkaitan dengan ukuran tubuh besar (bayi besar=makrosomia), yang didefinisikan sebagai berat lebih dari 4500 gram (sebelumnya 4000 gram). Komplikasi dapat berupa persalinan lama, persalinan macet dan sulit melewati vagina serta cedera pada bayi. (misalnya, patah tulang atau cedera saraf) yang berkaitan dengan kesulitan dalam melahirkan bahu (distosia bahu).

Dismaturitas janin - Juga disebut "sindroma postmaturitas," ini mengacu pada janin yang mengalami gangguan pertumbuhan, biasanya karena masalah dengan pengiriman darah ke janin melalui plasenta. Plasenta janin yang sudah postterm biasanya sering mengalami penurunan fungsinya untuk memberikan oksigen dan makanan.

Aspirasi Mekonium (Terhirup air ketuban) - kalau di kampung2 atau dikalangan masyarakat awam dikenal dengan terminum air ketuban (istilah yang salah, karena secara normal bayi minum air ketuban). Pada kehamilan postterm, akibat penurunan fungsi plasenta bayi sering ook didalam perut (mekonium) sehingga ketubannya bercampur mekonium (hijau) Jika sampai terhirup oleh bayi akan menyebabkan masalah pernapasan pada saat bayi lahir.

Risiko untuk ibu - Risiko terhadap ibu terkait dengan ukuran bayi yang lebih besar pada kehamilan postterm, berupa kesulitan saat bersalin, peningkatan cedera pada kerampang (perineum) termasuk labia, vagina, dan rektum dan peningkatan persalinan dengan bedah Cesar.

Perawatan

Pemantauan janin antenatal - Pada umumnya, dokter akan merekomendasikan tes pada janin jika kehamilan melampaui taksiran persalinan. Tes ini memberikan informasi tentang kesehatan janin dan tentang risiko atau manfaat yang akan terjadi jika kehamilan dilanjutkan.

American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa pemantauan janin hanya diperlukan setelah 42 minggu (294 hari) usia kehamilan, tetapi dokter kebidanan sudah memulai pengujian janin pada usia 41 minggu. Banyak ahli merekomendasikan pengujian dua kali seminggu, termasuk pengukuran volume cairan ketuban. Pemeriksaan berupa mengamati detak jantung janin 'menggunakan monitor janin (disebut nonstress-test =NST) atau mengamati aktivitas bayi dengan USG (disebut profil biofisik).

Nonstress Tes (NST) - NST dilakukan dengan memantau detak jantung bayi dengan sebuah perangkat kecil yang diletakkan di perut ibu. Perangkat ini menggunakan gelombang suara (ultrasound) untuk mengukur denyut jantung bayi dari waktu ke waktu, biasanya untuk 20 sampai 30 menit. Frekuensi dasar (Baseline) detak jantung bayi harus antara 110 dan 160 denyut per menit dan harus meningkat minimal 15 denyut per menit selama 15 detik ketika bayi bergerak.

Tes ini dianggap aman (disebut "reaktif") jika ditemukan dua atau lebih peningkatkan laju jantung janin (akselearsi) dalam jangka waktu 20 menit. Pengujian lebih lanjut mungkin diperlukan jika kenaikan tidak ditemukan setelah pemantauan selama 40 menit.

Profil biofisik (BPP) - Skor/nilai profil biofisik janin dihitung untuk menilai kesehatan janin. Terdiri dari lima komponen: Nonstress Tes dan 4 parameter pengukuran USG janin: gerakan tubuh janin, gerakan pernapasan, Gerakan anggota tubuh kaki, lengan, atau tulang belakang), dan volume cairan ketuban (AFI= Amniotic Fluid index). Setiap komponen dinilai , 2 poin jika normal dan 0 poin jika tidak normal. Total skor keseluruhannya10. Bayi dianggap sehat jika skor 8-10.

Volume cairan ketuban merupakan variabel penting dalam BPP karena volume yang rendah (Oligo-hidramnion) dapat meningkatkan risiko terjadinya kompresi (penekanan) tali pusat. Jumlah air ketuban bisa berkurang dalam jangka waktu singkat (beberapa hari).

Stress tes - Lengapnya stress tes kontraksi (CST) juga bisa dilakukan untuk menilai kesehatan janin. Caranya dilakukan melibatkan pemberian suatu obat (oksitosin) untuk ibu untuk merangsang kontraksi uterus, kemudian detak jantung janin dimonitor untuk melihat reaksinya terhadap kontraksi yang timbul. Jika denyut jantung janin melambat (deselearsi lambat dll memenuhi kriteria gawat janin) selama CST mungkin dibutuhkan persalinan dengan Cesar.

Induksi persalinan - Dokter harus mempertimbangkan risiko dan manfaat untuk melanjutkan kehamilan, hasil tes (tesebut diatas), dan kondisi serviks (leher rahim). Biasanya, leher rahim mulai membesar (terbuka) dan mengalami penipisan menjelang akhir kehamilan. Induksi persalinan lebih cenderung gagal pada wanita yang serviks-nya tidak melebar atau menipis (serviks matang), sehingga akhirnya persalinan harus di akhiri dengan operasi.

Tren sekarang, induksi sudah mulai dilakukan pada usia kehamilan 41-42 minggu jika tidak terjad persalinan secara spontan. Jika serviksnya belum matang, maka bisa dilakukan pematangan serviks dengan pemberian obat (prostglandin dll) atau dengan menggunakan metode mekanis dengan memasang kateter Foley di leher rahim. Pada wanita yang serviksnya sudah matang dapat dilakukan induksi langsung dengan pemberian obat (oksitosin), yang diberikan via cairan infus. Persalinan bisa dipilih secara Cesar jika janinnya besar, memiliki riwayat persalinan dengan Cesar sebelumnya, atau alasan pilihan pribadi (on demand).

Bayi postterm sering memiliki penampilan yang khas. Lengan dan kaki yang panjang dan tipis. Kulit tampak kering dan mengelupas dan kadang-kadang terjadi pewarnaan pada kulit (kuning-kehiajuan). Kulit tampak longgar, terutama paha dan bokong, rambut lebih panjang atau lebih tebal, dan kuku yang panjang. Bayi terlihat "waspada" (mata terbuka, terbelalak) dan terlihat "tua".

Beberapa penelitian telah dilakukan secara jangka panjang pada bayi-bayi postterm (misalnya, pertumbuhan, pola perkembangan dan kecerdasan) secara umum hasilnya tidak berbeda dengan bayi yang lahir dalam batas cukup bulan (atterm)





Sumber : drdidispog

7 Tips menghilangkan sakit pinggang dalam kehamilan



Nyeri pinggang selama kehamilan adalah keluhan umum pada wanita hamil. Angkanya sekitar 50-70 persen dari wanita hamil bisa merasakannya. Nyeri pinggang ini bisa dirasakan di semua tingkat usia kehamilan. Tetapi paling banyak dirasakan saat kehamilan tua.






Penyebabnya :
  • Peningkatan hormon – hormon yang dilepaskan saat hamil, akan membuat ligamen (penunjang rahim di daerah panggul (pelvis) menjadi lembut dan sendi2 menjadi longgar dalam rangka mempersiapkan proses kelahiran bayi. Perubahan2 ini akan mempengaruhi punggung wanita hamil 
  • Arah gravitasi – pusat gravitasi pada wanita hamil secara perlahan akan berubah ke arah depan saat perut semakin membuncit, yang menyebabkan postur tubuh berubah. 
  • Tambahan Berat badan ekstra – baik dari ibu maupun dari bayi 
  • Postur atau posisi – postur yang tidak baik, berdiri berlebihan, dan membungkuk dapat memicu/menambah nyeri pinggang 
  • Stres – stres biasanya bisa menemukan bagian lemah dari tubuh, sehingga wanita hamil akan mengalami peningkatan rasa nyeri pinggang selama hamilnya . 
7 tip dibawah ini bisa mengurangi nyeri tersebut:

no 1: Selalu menjaga/mempertahankan sikap postur tubuh yang baik
Saat bayi tumbuh, pusat gravitasi akan bergeser ke depan. Untuk menghindari jatuh ke depan, maka wanita hamil mungkin mengimbanginya dengan bersandar - yang dapat meregangkan otot-otot di pinggang bawah dan menyebabkan sakit pinggang selama kehamilan.

Prinsip postur tubuh yang baik (harus dibiasakan):
* Berdiri tegak dan lurus.
* Dada ditinggikan.
* Bahu kebelakang dan rileks.
* Jangan merapatkan lutut.


Ketika berdiri, berdirilah dengan kedua kaki membuka (memang gak sopan sih haha). Jika harus berdiri untuk jangka waktu yang lama, istirahatkan satu kaki di angkat sedikit (bisa pakai dingklik).Pilihlah kursi yang mendukung punggung (ergonomis), atau kalau cuma kursi biasa yang ada, maka tempatkan bantal kecil di belakang punggung bagian bawah. Punggung bagian atas dan leher posisikan lurus.

No 2: Pakai sepatu yang tepat
Pakailah sepatu bertumit rendah dengan lengkungan yang baik.


No 3: Mengangkat sesuatu dengan benar
Jangan membengkokkan pinggang jika ingin mengambil sesuatu dari lantai, tetapi berjongkoklah.


No 4: Tidur miring.
Tidur miring dan jangan telentang. Salah satu atau kedua lutut ditekuk. Menaruh bantal di bawah tekukan lutut dan perut juga akan membantu. Atau menggunakan bantal khusus hamil yang men-suport mulai dari dada, perut dan kaki.


Nomor 5: Panas, dingin atau pijat
Gunakan bantal pemanas ke punggung, atau es pack bergantian dengan panas. Menggosok punggung juga mungkin bisa membantu. Lebih baik lagi, minta bantuan ahli pijat profesional.


Nomor 6: Adanya aktivitas fisik dalam rutinitas harian
Aktivitas fisik yang teratur dapat menjaga tubuh menjadi kuat dan dapat meredakan sakit punggung selama kehamilan. Dengan izin dokter, cobalah kegiatan seperti berjalan kaki atau berenang.


No 7: Pertimbangkan terapi komplementer/alternatif
Beberapa penelitian menunjukkan akupunktur yang dapat membantu meringankan sakit punggung selama kehamilan. Chiropractic merupakan alternatif lain yang bisa membantu.


Namun demikian jangan mengabaikan nyeri punggung. Karena bisa saja itu merupakan gejala persalina kurang bulan, yang biasanya disertai dengan pendarahan per vagina. 

Seputar Persalinan Kembar

Kehamilan multipel (multiple pregnancy) adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Sering disebut juga sebagai kehamilan kembar (twin pregnancy). Ibu yang melahirkan bayi kembar akan lebih banyak membutuhkan dukungan, baik itu secara lahiriah maupun jasmaniah. Kehamilan kembar memang beresiko terhadap persalinan yang lebih besar dibanding kehamilan tunggal. Kesulitan yang sering didapati antara lain anemia, air ketuban meningkat 10 kali lipat sehingga rahim lebih meregang dan menyebabkan resiko persalinan prematur, kontraksi rahim kurang dan pendarahan sesudah melahirkan meningkat. Namun, dengan segala risiko tersebut jangan membuat Anda merasa terbebani. Yang penting, rajin berkonsultasi ke dokter dan ikuti semua saran kesehatan bagi kehamilan dan persalinan kembar untuk mencegah segala kemungkinan.


Berikut ini ada beberapa saran yang dapat diikuti untuk mempersiapkan kelahiran si kembar:
  • Kontrol kehamilan lebih sering dari biasanya, kira-kira pada usia kehamilan 24 minggu dianjurkan tiap 2 minggu sekali dan saat kehamilan 36 minggu tiap seminggu sekali.
  • Perbanyak istirahat dengan sering berbaring, sehingga aliran darah ke plasenta meningkat dan pertumbuhan janin menjadi lebih pesat.
  • Setelah usia kehamilan 30 minggu hendaknya Anda menghindari diri dari berpergian jauh dan berhubungan seks.
  • Perbanyak makanan mengandung protein, dan makanlah lebih sering, namun dengan porsi lebih sedikit. Karena kebutuhan zat besi pada ibu hamil kembar lebih besar untuk mencukupi kebutuhan 2 janin dan agar pengeceran volume darah ibu lebih meningkat. Karenanya, ibu perlu sering melakukan pemeriksaan kadar Hb dan mengetahui jenis golongan darah serta rhesus ibu untuk persiapan tranfusi jika diperlukan.
  • Minum secara teratur suplemen penambah darah yang diberikan oleh dokter untuk mencegah anemia dan sekaligus sebagai nutrisi untuk kedua janin.

BATAS waktu kelahiran anak kedua antara 5 - 15 menit sesudah anak pertama. Jika terlalu cepat, trauma persalinan pada anak kedua lebih besar (setelah ikut stress pada waktu anak pertama lahir, harus mengalami stress lagi pada persalinannya sendiri). Jika terlalu lama, dapat terjadi hipoksia.

Beberapa kepustakaan menganjurkan penundaan pemotongan tali pusat (delayed clamping) setelah lahir anak pertama, atau darah dari potongan tali pusat anak pertama diurut kembali ke arah plasenta, untuk memberi tambahan pada anak kedua yang masih berada di dalam. Namun manfaat hal-hal ini masih kontroversial. Masalah Yang Mungkin Terjadi Pada Saat Persalinan Bayi Kembar

  1. Mungkin anak pertama melintang atau sungsang dan anak kedua memanjang yang biasa disebut posisi 69 (terjadi posisi saling mengunci / interlocking). Interlocking ini dimungkinkan karena pada kehamilan kembar umumnya janin tidak terlalu besar, sedangkan cairan ketuban lebih banyak dari biasanya. Akibatnya, sering terjadi perubahan posisi janin. Bila anak pertama letaknya membujur, maka persalinan dilakukan seperti biasa. Yang harus diwaspadai justru pada anak kedua, baik letak sungsang maupun kepala. Kalau letak sungsang, maka ketubannya harus dipecahkan dan dibantu kelahiran lewat bokong. Kakinya ditarik keluar.
  2. Mungkin terjadi prolaps tali pusat (risiko tinggi karena bayi kecil).
  3. Mungkin ada plasenta previa.
  4. Pada kembar monoamniotik, dapat terjadi saling melilit / kusut pada tali pusat janin (dapat terlilit / terkait dengan ekstremitasnya sendiri atau saudaranya, atau dengan tali pusat saudaranya).
  5. Pendarahan sesudah melahirkan. Pendarahan dapat terjadi dalam 24 jam pertama atau sekunder sesudah itu. Normalnya tidak lebih dari 500 cc. Penyebabnya antara lain terlepasnya sebagian plasenta dari rahim, perlukaan jalan rahim, atonia uteri (tak adanya kontraksi rahim), dan kelainan proses pembekuan darah.

Kembar menyebabkan rahim sangat meregang dan rahim yang meregang cenderung mengalami kontraksi sebelum kehamilan mencapai usia yang matang. Akibatnya bayi kembar sering dilahirkan secara prematur dan memiliki berat badan yang rendah, kurang dari 2500gr. Karena berukuran kecil, mereka mempunyai risiko mudah terserang sakit sesudah lahir dan perkembangannya pun lebih lambat dari pada bayi tunggal. Untuk menentukan bagaimana pertumbuhan janin, dapat diketahui dari perubahan berat badan ibu selama awal, pertengahan dan akhir kehamilan. Perhitungan pertambahan berat badan sebagai berikut:
  • Bayi kembar yang ibunya mempunyai berat badan rendah akan bertambah 2,5 kg pada minggu ke-20; 6,5 kg pada minggu ke-28; dan 12,5 kg pada minggu ke-36.
  • Bayi kembar yang ibunya mempunyai berat badan sedang naik 7,5 kg pada minggu ke-20, bertambah 5 kg pada minggu ke-28; dan bertambah menjadi 19 kg pada minggu ke-36.
  • Kenaikan berat badan Ibu selama dua trimester pertama mempunyai dampak besar yang menentukan berat badan waktu lahir.
Terapi nutrisi juga harus diterapkan bagi semua wanita yang hamil kembar. Hal tersebut berlaku untuk semua wanita dengan segala berat badan untuk membantu memastikan pertumbuhan janin optimal dan berat badan lahir lebih tinggi.

5 Ketakutan Yang Dialami Wanita Jelang Melahirkan

Melahirkan seorang anak jadi salah satu hal yang membuat wanita merasa bahagia. Namun di balik kebahagiaan itu, terselip rasa takut terutama menjelang proses melahirkan.

Ketakutan menjelang melahirkan adalah sebuah proses yang wajar, apalagi jika itu pertama kalinya. Ketakutan itu terkadang sampai berdampak pada kesehatan. Misalnya saja para wanita hamil ini menjadi sulit tidur, malas makan atau malah makan berlebihan, sakit kepala, tekanan darah tinggi dan menurunnya sistem kekebalan tubuh.


“Beberapa wanita ketakutan karena dia mendengar atau membaca atau melihat dari televisi (soal proses melahirkan),” ujar dokter kandungan di New York University School of Medicine, Elizabeth Eden, M.D., seperti dilansir Fit Pregnancy.

Seberapa takutnya untuk melahirkan, para ibu harus menghadapinya. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengurangi rasa takut tersebut. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan berdamai dengan rasa takut itu. Berikut ini beberapa ketakutan yang biasanya datang menjelang melahirkan dan cara mengatasinya:

Takut Sakit
Cukup banyak wanita yang sangat khawatir pada rasa sakir saat melahirkan. Untuk Anda yang merasakan hal tersebut, cobalah melakukan latihan pernapasan. Berlatih tehnik-tehnik relaksasi juga bermanfaat mengurangi rasa sakit. Sebisa mungkin kurangi rasa cemas karena hal itu bisa membuat proses persalinan semakin panjang dan nyeri lebih terasa.

Pastikan Anda cukup beristirahat sebelum proses persalinan berlangsung. Jangan lupa juga untuk makan agar Anda memiliki tenaga ketika mendorong janin keluar.

Takut Operasi Caesar
Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda soal langkah ini. Kalau memang tidak diperlukan, hindari melahirkan melalui operasi caesar. Operasi dilakukan hanya jika proses melahirkan Anda berisiko.

Meski bertekad melahirkan normal, Anda tetap harus siap dengan kemungkinan operasi caesar. Agar merasa tenang, tanyakan pada dokter soal langkah operasi tersebut.

Tidak Bisa Mengontrol Emosi
Jika selama ini Anda termasuk orang yang bisa mengontrol emosi, proses melahirkan bisa menjadi ujian. Kalau sampai Anda kehilangan kontrol, jangan khawatir. Dokter dan perawat di rumah sakit atau klinik tempat Anda melahirkan telah melihat banyak hal serupa terjadi. Jadi teriaklah jika Anda ingin berteriak, lakukan apapun yang bisa membuat Anda bisa melahirkan dengan selamat.

Takut Mendapat Sobekan
Terjadinya sobekan saat proses melahirkan ini bisa dihindari dengan belajar bagaimana mengontrol ketika mendorong bayi keluar vagina. Pelajari juga soal pijatan perineum. Perineum adalah daerah antara vagina dan anus. Daerah perineum ini merupakan jaringan yang memiliki ujung sel-sel saraf sehingga sangat peka terhadap sentuhan, dan cenderung mengalami perobekan saat berlangsungnya proses persalinan alami. Namun dengan mempelajari pijat perineum dapat membantu otot-otot perineum dan vagina lebij elastis sehingga memperkecil risiko perobekan dan episiotomi.

Takut Terjadi Sesuatu Pada Bayi
Ingatkan pada diri Anda sendiri, meskipun beberapa bayi mendapatkan masalah setelah dilahirkan, sebagian besar dari mereka ternyata lahir sehat. Setidaknya lebih dari 97 persen bayi dilahirkan dengan sehat. Kalau suatu masalah terjadi, dokter yang membantu proses kelahiran Anda pasti akan segera membantu.

Imunisasi Selama Kehamilan

Imunisasi adalah pemberian vaksin pada tubuh seseorang untuk memberikan perlindungan kepada kekebalan tubuh. Sangat penting untuk mencoba menghindari pajanan infeksi yang dapat berbahaya bagi ibu dan janin selama kehamilan. Vaksinasi juga penting dilakukan bagi pasangan yang merencanakan kehamilan. Imunisasi yang rutin dilakukan selama kehamilan sebaiknya ditunda sampai triwulan kedua atau ketiga karena kemungkinan teratogen (membuat cacat) bagi janin. Waktu terbaik untuk membicarakan tentang imunisasi adalah ketika sedang merencanakan kehamilan. Apabila ketika sedang hamil seorang wanita terkena penyakit tertentu maka tergantung dari situasinya, apakah akan diberikan vaksinasi dipertimbangkan dari untung dan ruginya.


Jenis imunisasi Yang Dibutuhkan Wanita Hamil
Tetanus   (Tetanus Toksoid)    : vaksin ini dianjurkan pada wanita hamil untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi) dan sebaiknya diberikan pada wanita yang tidak melengkapi 3 kali imunisasi dasar atau 10 tahun boster
Hepatitis B   : untuk wanita dengan risiko tinggi Hepatitis B (memiliki > 1 pasangan seksual dalam 6 bulan terakhir, memiliki riwayat Penyakit Menular Seksual, penggunaan narkoba suntik)
Influenza (Inaktif)   : vaksin ini dapat mencegah penyakit serius pada ibu hamil namun sebaiknya diberikan setelah minggu ke-14

Jenis imunisasi yang dipertimbangkan diberikan pada wanita hamil dengan pajanan infeksi spesifik
  1. Pneumokokus : diberikan pada triwulan kedua atau ketiga pada wanita dengan risiko tinggi infeksi pneumokokus atau dengan penyakit kronik (wanita dengan gangguan jantung, paru, atau penyakit hati; penurunan kekebalan tubuh; diabetes)
  2. Rabies  : direkomendasikan bagi mereka yang terpajan dengan rabies
  3. Hepatitis A : belum banyak penelitian mengenai keamanan imunisasi ini selama kehamilan, namun risikonya rendah (karena vaksin berasal dari virus inaktif)
  4. Vaksin Polio Oral & Vaksin Polio Inaktif

Jenis imunisasi yang tidak direkomendasikan pada wanita hamil
  1. MMR (Mumps, Measles, Rubella) : merupakan kontraindikasi bagi kehamilan karena kemungkinan risiko kelainan bawaan pada janin. Wanita sebaiknya menunggu selama 3 bulan sebelum hamil setelah menerima vaksin virus hidup ini
  2. Varisela : tidak dianjurkan selama kehamilan karena kemungkinan infeksi varisela pada janin (vaksin merupakan virus hidup). Diberikan minimal 1 bulan sebelum kehamilan
  3. HPV (Human Papiloma Virus)  : memiliki kaitan efek samping terhadap janin dan ibu hamil. Data vaksinasi pada wanita hamil terbatas

Efek samping imunisasi
Efek samping bervariasi baik reaksinya maupun waktu terjadinya efek samping.
  1. Hepatitis A : nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, sakit kepala, kelelahan, reaksi alergi
  2. Hepatitis B : nyeri di tempat suntikan, demam
  3. Influenza : kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang dapat berlangsung hingga 2 hari, demam
  4. Tetanus-difteri : demam, nyeri dan bengkak di tempat suntikan
  5. MMR : rash, pembengkakan kelenjar getah bening leher, nyeri dan kaku pada sendi 1 atau 2 minggu setelah vaksinasi
  6. Varisela : demam, nyeri dan kemerahan di tempat suntikan, rash sampai 3minggu setelah imunisasi
  7. Pneumokokus : demam, nyeri di tempat suntikan
  8. Vaksin Polio Oral  : tidak ada
  9. Vaksin Polio Inaktif : kemerahan, rasa tidak nyaman di tempat suntikan

Yang Harus Diperhatikan :
  1. Semua vaksin yang mengandung bakteri / virus hidup tidak dianjurkan bagi wanita hamil, kehamilan sebaiknya dicegah untuk 28 hari setelah penyuntikan vaksin hidup (varisela, MMR, BCG) namun vaksinasi virus hidup < 28 hari sebelum kehamilan bukan alasan untuk mengakhiri kehamilan
  2. Vaksin virus / bakteri mati dapat diberikan pada wanita hamil namun waktu ideal untuk pemberian tergantung dari waktu konsepsi
  3. Kehamilan tidak mengganggu efisiensi dari vaksin

Imunisasi pada Wanita Hamil
Agen Imunobiologi
Tipe Agen Imunisasi
Indikasi Imunisasi selama Kehamilan
Kontra
indikasi
Jadwal Dosis

Keterangan
Tetanus Toksoid
Toksoid
X

Diberikan 3 kali, 2 terakhir ketika hamil

Hepatitis A
Vaksin virus inaktif


Dua dosis
Direkomendasikan pada wanita dengan risiko tinggi
Hepatitis B
Hepatitis B imunoglobulin
X

Tergantung pajanan
Umumnya diberikan dengan vaksin virus Hepatitis B, bayi baru lahir yang terpajan membutuhkan profilaksis
Influenza (inaktif)
Vaksin virus inaktif
X (musim influenza)

Dosis tunggal IM

MMR(campak, gondong, rubella)
Vaksin virus hidup

X
Dosis tunggal, Subkutan
Vaksinasi terhadap wanita risiko tinggi sebaiknya dilakukan setelah melahirkan, imunisasi sebelum kehamilan
Varisela (cacar air)
Varisela-zoster imunoglobulin

X
Dosis tunggal IM dalam 96 jam setelah pajanan
Imunisasi sebelum kehamilan
Pneumokokus
Vaksin polivalen polisakarida


Dosis tunggal SC atau IM
Direkomendasikan pada wanita dengan risiko tinggi
Rabies
Vaksin virus mati



Direkomendasikan pada wanita dengan risiko tinggi
Polio
Virus hidup (oral) dan vaksin virus inaktif (SK)

X
Oral dan subkutan
Direkomendasikan untuk wanita hamil yang bepergian ke daerah endemis


Kehamilan Kembar

DEFINISI
Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan 2 janin atau lebih. Kehamilan kembar lebih banyak terjadi pada kehamilan yang berasal dari fertilisasi in vitro (bayi tabung) daripada kehamilan spontan. Prawirohardjo (1948) melaporkan bahwa diantara 16.288 persalinan terdapat 197 persalinan gemelli (kembar 2) dan 6 persalinan triplet (kembar 3).


Faktor yang mempengaruhi frekuensi kehamilan kembar
  1. Bangsa à bangsa Afrika memiliki frekuensi kehamilan kembar lebih tinggi dari kulit putih
  2. Keturunan  (keturunan kembar dari pihak bapak tidak meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar)
  3. Umur à semakin tinggi umur semakin tinggi frekuensinya (> 35 tahun), setelah umur 40 tahun frekuensi kehamilan kembar menurun lagi
  4. Paritas (angka kehamilan) ibu à frekuensi kehamilan kembar meningkat sesuai dengan paritas ibu
  5. Waktu à kemungkinan kehamilan kembar meningkat sesaat setelah penghentian kontrasepsi pil
  6. Terapi infertilitas à baik menggunakan obat peningkat kesuburan ataupun In Vitro Fertilization <IVF> (bayi tabung). Obat-obatan dapat merangsang indung telur untuk mengeluarkan telur lebih dari satu yang dapat dibuahi pada waktu yang sama. IVF adalah prosedur memasukkan embrio multipel ke dalam rahim untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Sekitar 25-30% kehamilan dari IVF adalah kembar, 5% triplet (kembar 3), dan <1% adalah kuadriplet (kembar 4) atau lebih

JENIS KEHAMILAN KEMBAR
Kehamilan Kembar Monozigotik
Kehamilan kembar monozigotik atau disebut juga identik adalah kehamilan kembar yang terjadi dari 1 telur yang dibuahi oleh 1 sperma. Untuk alasan yang tidak diketahui, telur yang sudah dibuahi membelah menjadi dua atau lebih embrio pada perkembangan tahap pertama. Kembar identik pada umumnya memiliki ari-ari yang sama tetapi kantung amnion yang terpisah pada rahim. Pada kasus yang jarang terjadi, kembar identik memiliki 1 kantung amnion. Kedua anak tersebut  memiliki jenis kelamin yang sama, rupa sama, sidik jari dan telapak sama. Kehamilan ini jarang terjadi

Kehamilan Kembar Fraternal (Dizigotik)
Kehamilan kembar dizigotik adalah kehamilan yang berasal dari 2 telur yang dibuahi sperma yang berbeda. Jjumlah kehamilan ini kira-kira 2/3 total kehamilan kembar. Jenis kelamin dapat sama atau berbeda, dan mereka berbeda seperti anak-anak lain dalam keluarga.

Risiko Kehamilan Kembar
Hamil lebih dari 1 janin akan meningkatkan risiko selama kehamilan, baik bagi janin maupun ibu. Kehamilan kembar berisiko memiliki kelainan dalam kandungan dan penyakit keturunan. Karena mereka pada umumnya lahir prematur, maka janin kembar biasanya memiliki masalah lebih banyak setelah lahir. Kembar monozigot adalah kehamilan yang berisiko tinggi untuk terjadinya Twin to Twin klik dokter.

Pemeriksaan Penunjang
Sesudah kehamilan kembar dicurigai melalui pemeriksaan fisik, maka pemeriksaan penunjang berupa ultrasonografi (USG) dilakukan untuk memastikan. Pemeriksaan serum alfa-fetoprotein juga meningkat (> 4 kali normal) pada kehamilan kembar. Peningkatan hormon hCG juga dapat menjadi penunjang untuk kehamilan kembar. Pemeriksaan roentgen abdomen (perut) dapat juga dilakukan untuk melihat kehamilan kembar.

Pada akhir triwulan pertama atau awal triwulan kedua, janin dapat diperiksa kemungkinannya menderita kecacatan ataupun penyakit keturunan.

TANDA DAN GEJALA
Tanda dan gejala yang ditemukan pada umumnya adalah rahim tumbuh lebih besar dari usia kehamilan dan penambahan berat badan ibu yang mencolok sebanyak 18-23 kg yang tidak disebabkan karena bengkak atau obesitas. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan janin multipel serta terdengarnya 2 denyut jantung janin dalam rahim.

TERAPI
Kebutuhan ibu akan nutrisi bertambah pada kehamilan kembar sehingga suplemen tambahan seperti zat besi perlu diberikan untuk mencegah anemia. Makanan dianjurkan mengandung banyak protein dan porsi makan disarankan lebih sedikit namun dilakukan lebih sering. Untuk kepentingan ibu dan janin maka pemeriksaan kehamilan dilakukan lebih sering. Mulai kehamilan 24 minggu dilakukan setiap 2 minggu, dan pada kehamilan 36 minggu dilakukan setiap minggu agar tanda-tanda komplikasi dapat diketahui lebih dini dan lebih cepat ditangani.

Selain itu, tatalaksana yang diperlukan adalah pencegahan ibu akan terjadinya komplikasi kehamilan seperti eklampsia dan pre-eklampsia, partus prematurus (melahirkan lebih dini), dan anemia. Hidramnion (cairan amnion berlebihan) menyebabkan rahim tegang sehingga dapat menyebabkan partus prematurus atau perdarahan pasca melahirkan. Peregangan rahim yang berlebihan menyebabkan iskemia pembuluh darah rahim sehingga menyebabkan pre-eklampsia atau eklampsia.

Kelahiran prematur cukup umum terjadi pada kehamilan kembar diabandingkan kehamilan dengan 1 janin. Untuk mencegah terjadinya persalinan dini maka dianjurkan untuk mambatasi aktivitas fisik dan bermalam di rumah sakit untuk pengawasan lebih ketat lagi
Kehamilan kembar dapat dilahirkan secara normal, operasi caesar hanya dilakukan bila diperlukan, seperti salah satu janin sungsang. Salah satu komplikasi tersering dari kehamilan kembar adalah partus prematurus (persalinan dini, sebelum saatnya), karena itu seorang wanita yang mengandung 2 janin atau lebih di rahimya harus mengenali tanda-tanda kelahiran dini, yaitu :
  1. Keram perut bagian bawah yang dapat disertai diare
  2. Kontraksi dari rahim yang terus-menerus dan tidak hilang-hilang, sebanyak 4 kali atau lebih dalam 20 menit atau 8 kali atau lebih dalam 1 jam
  3. Penekanan pada punggung bawah
  4. Peningkatan flek vagina
Apabila didapatkan tanda-tanda di atas maka segera pergi ke dokter atau ke rumah sakit bila terjadi perdarahan dari vagina atau pecah dan keluarnya cairan amnion.

Yang harus dilakukan untuk kehamilan kembar
  1. Mengkonsumsi nutrisi yang cukup, kalori, asam folat, zat besi, dan kalsium
  2. Hindari alkohol, merokok, kafein berlebihan, obat-obatan, bahan-bahan kimia, roentgen x-ray, produk kosmetik, dan bahan makanan yang terkontaminasi
  3. Kurangi aktivitas fisik. Beberapa dokter menganjurkan untuk menghentikan aktivitas fisik setelah 24 minggu kehamilan
  4. Istirahat cukup terutama setelah minggu ke-24 kehamilan
  5. Kontrol teratur ke dokter

Menyusui Bayi Kembar
Tubuh seorang wanita dapat memproduksi Air Susu Ibu (ASI) sebanyak yang dibutuhkan oleh bayi, dimana apabila janin yang dikandung adalah kembar, maka produksi ASI akan berlipat ganda.