Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label Keperawatan. Show all posts
Showing posts with label Keperawatan. Show all posts

Makanan yang Bisa Sembuhkan Flu Lebih Cepat



Musim hujan seperti ini, penyakit yang sering dihadapi adalah flu. Memang flu bukanlah penyakit yang berbahaya, namun ketika flu menyerang bisa membuat kinerja menurun.

Sebenarnya flu bisa dilawan tanpa harus mengonsumsi obat-obatan yang tidak alami. Anda bisa menangkal dan menyembuhkan flu dengan bahan makanan yang mudah didapatkan. Dirangkum dari iVillage, berikut ini makanan untuk mencegah flu.



Bawah Putih
Bawang putih mengandung antioksidan dan kaya akan selenium yang berguna dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai bakteri dan virus, termasuk mencegah dan mengobati virus flu. Cara pengolahan bawang putih, kupas bawang, potong dan biarkan 15 hingga 20 menit sebelum dimasak untuk mengaktifkan enzim yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh.

Jahe
Sejak zaman nenek moyang dulu jahe telah diketahui dapat membantu mengobati batuk dan demam yang disertai dengan pilek. Parutlah jahe dalam air hangat, Anda bisa menambahkan gula jawa untuk menambah rasa manis. Bisa juga dicampurkan dengan teh. Minumlah selagi hangat.

Bayam
Sayuran yang kaya nutrisi ini bisa mengobati sakit flu, karena bayam mengandung folat yang membantu tubuh Anda memproduksi sel baru dan memperbaiki DNA. Bayam juga mengandung serat, antioksidan, seperti vitamin C, dan banyak lagi. Nutrisi bayam paling banyak didapat saat bayam dimakan mentah (setelah dicuci) atau dimasak sebentar.

Teh Hijau
Peneliti Jepang Hiroshi Yamada, MD, Ph.D menemukan dua zat utama dalam teh hijau yang mampu menjaga tubuh dari ancaman flu yakni catechin dan theanine. Keduanya adalah antioksidan yang sangat berguna untuk melawan penyakit.

Vitamin C
Ia merupakan vitamin yang bermanfaat untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan melawan flu. Jeruk bukanlah satu-satunya makan yang kaya akan vitamin C. Kentang, paprika hijau, stroberi dan nanas juga kaya akan vitamin C untuk melawan pilek dan flu.



Ref. rahasiakeluarga.com

Diet Sehat Setelah Lebaran

Beberapa hari lalu kita telah merayakan Hari Kemenangan yakni Hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri dikatakan juga hari kemenangan karena  kita telah mampu mengalahkan hawa nafsu selama satu bulan di bulan Ramadhan. Bila di bulan Ramadhan kita menahan rasa lapar, justru sebaliknya di hari Lebaran tersedia berbagai menu masakan istimewa di dapur. Ketupat misalnya yang selalu menjadi menu wajib kala Lebaran.


Ketupat biasanya disantap dengan berbagai kuah bersantan seperti sayur pepaya muda dan opor ayam.  Es sirup yang menggiurkan menjadi menu minumannya, dilengkapi dengan  kue-kue kering manis di dalam toples-toples lucu. Hmmm… siapa yang mampu menolak berbagai  hidangan lezat seperti itu.

Tetapi tahukah Bunda bahwa makanan lezat itu bisa membawa petaka bila Bunda tidak mengatur kadar konsumsinya. Dengan menyantap hidangan bersantan dan manis dalam beberapa hari,  tentu saja kolesterol Bunda bisa melonjak drastis. Untuk itu Bunda perlu menetralisirnya dengan mulai melakukan diet sehat kembali. Bukan hanya Bunda, lho yang perlu berdiet. Ayah dan si kecil juga perlu mengatur kembali dietnya.
Menu Sehat Setelah Lebaran

Biasanya keluarga di rumah hanya menyantap makanan yang Bunda hidangkan. Maka dari itu tugas Bundalah untuk memilih hidangan sehat setelah Lebaran untuk keluarga tercinta.

Tinggalkan menu masakan bersantan setidaknya satu minggu. Masaklah sayur bening, misalnya sayur bayam dengan potongan jagung rebus. Pilih menu ikan daripada daging atau ayam. Tempe dan tahu bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menggantikan perkedel kornet atau bakwan udang. Jangan lupa untuk menyimpan kembali kue-kue kering sisa lebaran dan siapkan selalu buah-buahan di lemari es.

Selain mengatur menu makanan sehari-sehari untuk keluarga, Bunda juga perlu melakukan diet untuk Bunda sendiri. Berikut tipsnya :
  • Bila berat badan naik terlalu banyak, ada baiknya Bunda mengurangi asupan gula untuk beberapa hari.
  • Santaplah menu rendah kalori terlebih dahulu sebelum makan menu lainnya. Misalnya sup kaldu, salad buah, sayuran. Bila terdapat menu berkalori tinggi, usahakan itu menjadi urutan yang terakhir sehingga perut kita sudah terasa penuh untuk menambahkan sepotong daging lagi.
  • Singkirkan camilan kue-kue kering sisa Lebaran. Salad buah dan sayur segar bisa menjadi pilihan.
  • Jangan lupa santap buah-buahan segar setelah makan supaya pencernaan sehat kembali.
  • Mulailah kembali teratur berolahraga.  Bila Bunda mengurangi waktu berolahraga Bunda saat Ramadhan, sudah saatnya mengembalikannya ke waktu semula.

Jangan Pandang Sebelah Mata Virus Influenza!

Kebanyakan masyarakat kita menggambarkan flu sebagai penyakit ringan seperti pilek, batuk yang disertai sakit kepala dan sakit perut. Tidak heran bila kita berada pada urutan terendah penggunaan vaksin influenza di Asia Pasifik. Sebenarnya apa Virus Influenza (Flu) itu? Apa vaksin influenza dan seberapa perlu kita mendapatkan vaksin ini?

Virus Influenza
Virus Influenza terdiri dari 3 tipe, yakni virus A, virus B dan virus C. Virus A dapat menyerang manusia dan binatang, sedangkan virus B dan C hanya menyerang manusia. Virus A merupakan wabah terbesar virus influenza karena antigen (zat antibodi)nya yang dapat berubah (antigenic shift). Wabah influenza B tidak terlalu berat karena antigennya lebih stabil. Influenza B sering terjadi pada anak sekolah dan anggota militer. Sedangkan influenza  teringan yakni jenis C yang hanya menimbulkan infeksi subklinis.


Perlu Bunda ketahui, gejala seperti pilek, sakit perut, sakit kepala bukanlah gejala flu sebenarnya. Gejala flu biasanya lebih hebat dan lebih lama dibandingkan gejala-gejala itu.

Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan. Penyakit ini tergolong unik karena wabah ini dapat berulang dengan aktivitas yang kuat sehingga dapat menimbulkan infeksi yang mengakibatkan kematian pada semua tingkatan usia.

Yang paling sering menjangkit masyarakat Indonesia adalah Infeksi Saluran Pernpasan Atas (ISPA). Biasanya pasien ISPA akan meningkat pada pergantian cuaca bulan Juli hingga September (musim hujan).

Bagaimana upaya pencegahannya? Influenza dapat dicegah melalui pemberian vaksin influenza.

Vaksin Influenza
Ada beberapa macam jenis vaksin influenza, yakni :
  1. Whole Virion Vaccine : menggunakan seluruh partikel virus, memiliki imunogenisitas baik namun memiliki efek samping lebih banyak.
  2. Split Virus Vaccine : masih mengandung RNA (Ribonucleic Acid) dan protein M, imunogenisitas baik dan efek samping lebih sedikit.
  3. Subunit Virus Vaccine : hanya mengandung HA (Virus Haemagglutinin) dan NA (Neuroaminidase), efek samping kecil namun kurang imunogenik.

Siapa perlu divaksin?
Orang-orang yang beresiko terjangkit virus influenza perlu mendapat vaksin. Mereka termasuk di antara :
  • balita usia 6 bulan sampai 4 tahun
  • usia di atas 50 tahun
  • anak-anak dan orang dewasa yang sisitem kekebalan tubuhnya terganggu
  • wanita yang berencana hamil di musim hujan
  • orang-orang atau petugas kesehatan yang bekerja di sekitar orang yang beresiko terkena flu.
Setelah mendapatkan vaksin influenza bukan berarti kita terbebas dari flu. Kita masih mungkin terkena flu, namun resiko dan gejalanya akan jauh lebih ringan.

Cara melakukan palpasi

Palpasi
Selama palpasi, perawat menyentuh tubuh untuk merasakan denyutan dan getaran, untuk mencari struktur tubuh ( terutama dalam abdomen). dan untuk mengkaji ciri-ciri, seperti ukuran, tekstur, kehangatan, mobilitas, dan nyeri tekan. Palpasi memungkinkan kita untuk mendeteksi nadi, kekakuan otot, pembesaran limfe nodus, kekeringan kulit dan rambut, nyeri tekan organ atau pembengkakan payudara dan mengukur naik turunnya dada setiap kali pernapasan.


Biasanya, palpasi dilakukan setelah inspeksi sebagai teknik pengkajian fisik yang kedua. Sebagai contoh, jika terdapat ruam-ruaa pada inspeksi, perawat menentukan melalui palpasi apakah ruam-ruam tersebut permukaannya meninggi atau terasa nyeri atau hangat. Tetapi selama pengkajian abdomen atau sistem urinarius, palpasi harus dilakukan di akhir pemeriksaan untuk menghindari menyebabkan klien merasa tidak nyaman dan menstimulasi peristaltik (kontraksi otot yang halus yang mendorong makanan melewati saluran GI, empedu melewati duktus empedu, dan urin melewati ureter).

Untuk melakukan pengkajian yang menyeluruh, perawat perlu menguasai beberapa teknik palpasi yang digambarkan di sini. Palpasi ringan melibatkan penggunaan ujung jari dan bantalan jari untuk memberi tekanan ringan pada permukaan kulit. Ballotemen, bentuk lain dari palpasi ringan, melibatkan tekanan yang halus, berulang dan kuat pada jaringan dengan menggunakan tangan (seperti mendribel bola kecil dengan perlahan) untuk mengkaji letak atau struktur tubuh yang hanya menempel sebagian. Palpasi dalam membutuhkan penggunaan kedua tangan dan tekanan yang lebih besar.

Penggunaan tangan dalam palpasi
Untuk meningkatkan teknik palpasi, perawat dapat mengambil keuntungan dari sensitivitas taktil yang spesifik pada setiap bagian tangan. Ujung dan bantalan Jari dapat membedakan tekstur dan bentuk dengan sangat balk. Bagian belakang atau permukaan dorsal tangan dapat merasakan kehangatan dengan sangat baik. Permukaan ulnar, bola tangan (di bagian dasar jari di sisi telapak tangan) adalah bagian terbaik yang dapat merasakan getaran (getaran halus di atas prekordium) dan fremitus (vibrasi di atas dinding dada) dan juga vibrasi suara yang melewati dinding dada. Ibu jari dan jari telunjuk dapat mengkaji tekstur rambut, memegang jaringan dan merasakan pembesaran limfe nodus dengan sangat baik. Bantalan jari yang rata dapat digunakan untuk mempalpasi jaringan lunak, merasakan krepitus (bunyi berderik) sendi, dan pemeriksaan ringan pada abdomen. Satu jari atau ujung kuku dapat memberi usapan pada kulit ketika berusaha untuk mendapatkan kremasterik (retraksi testis) atau refleks abdomen pada pemeriksaan neurologi. Seluruh tangan dapat menguji kekuatan genggaman tangan.

Palpasi ringan
Untuk melakukan palpasi ringan, tekan kulit dengan perlahan sedalam 1 sampai 2 cm. Jika mungkin gunakan sentuhan yang paling ringan; tekanan yang terlalu besar dapat menumpulkan sensitivitas Anda. Tutup mata untuk berkonsentrasi pada apa yang jari Anda rasakan.

Palpasi dalam
Untuk melakukan palpasi dalam, tingkatkan tekanan pada ujung jari Anda, tekan kulit sedalam kira-kira 4 cm. Letakkan tangan Anda yang lain di atas tangan yang melakukan palpasi untuk mengendalikan dan memandu gerakan Anda. Untuk melakukan variasi palpasi dalam yang memungkinkan penunjukan yang tepat pada area yang terinflamasi, tekan dengan tegas dengan satu tangan, kemudian angkat tangan Anda menjauh dengan cepat. Jika klien mengeluh adanya peningkatan nyeri pada saat Anda melepas tekanan, Anda telah mengidentifikasi nyeri tekan yang memantul. (Jika Anda mendapati adanya nyeri tekan yang memantul ketika memeriksa abdomen, maka klien dicurigai menderita peritonitis).

Gunakan kedua tangan (palpasi bimanual) untuk menjangkau organ-organ yang berada di dalam, tersembunyi dan sulit untuk dipalpasi (seperti ginjal atau limpa) atau untuk menyesuaikan atau menstabilkan organ (seperti uterus) dengan satu tangan dan mempalpasinya dengan tangan yang lain.

Balotemen ringan
Untuk melakukan balotemen ringan, beri tekanan yang ringan dan cepat pada abdomen klien dad kuadran ke kuadran. Letakkan tangan Anda letup di permukaan kulit untuk mendeteksi adanya pantulan jaringan.

Balotemen dalam
Untuk melakukan balotemen dalam, berikan tekanan dalam yang tiba-tiba; kemudian lepaskan tekanan, tetapi ujung jari tetap menempel pada kulit.