Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label ASI Eksklusif. Show all posts
Showing posts with label ASI Eksklusif. Show all posts

Fungsi Asi Dalam Melindungi Bayi

Yang terjadi adalah, ASI menjadi tempat perkembangan yang ideal bagi bakteri ’baik’ di dalam saluran cerna. ASI mengandung oligosakarida yang tidak tercerna oleh enzim, sehingga tetap ada sebagai prebiotik di dalam usus.  Selanjutnya, prebiotik ini di dalam usus dimetabolisme oleh bakteri ‘baik’ (Bifidobacteria dan Lactobacilli) yang mendominasi saluran cerna pada bayi yang diberi ASI.

Bakteri ‘baik’ ini memberi efek menguntungkan terhadap kesehatan karena mendukung fungsi optimal saluran cerna, menurunkan koloni bakteri jahat, dan memperkuat daya tahan tubuh.


Mendukung lapisan saluran cerna (gut barrier)         
Fungsi ini sangat penting karena pada bayi mekanisme pertahanan saluran cerna terhadap patogen masih belum berkembang dengan baik, sehingga dapat menimbulkan penyakit serius pada bayi.  Lapisan mukosa menjaga agar bakteri ‘jahat’ tidak dapat masuk ke aliran darah dan tubuh.  Lapisan ini juga dapat menahan alergen untuk masuk ke dalam darah sehingga mencegah terjadinya alergi.Bakteri ‘baik’ seperti Bifidobacteria, membantu menjaga saluran cerna dengan memproduksi asam lemak rantai pendek (SCFA).  SCFA adalah sumber energi untuk sel saluran cerna, sehingga sel dapat memproduksi mucus yang lebih kental.

Menurunkan koloni bakteri jahat         
Bakteri ‘baik’ memproduksi asam (asetat dan laktat) sehingga menurunkan pH saluran cerna.  Suasana asam membuat lingkungan usus menajdi anti bakteri dan menekan pertumbuhan bakteri ‘jahat’. Bakteri ‘baik’ juga dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat dengan berkompetisi  dalam mendapatkan nutrisi di dalam saluran cerna.

Mendukung daya tahan tubuh         
Bakteri ‘baik’ mendukung perkembangan GALT (gut associated lymphoid tissue) yang mencakup 2/3 bagian sistem daya tahan tubuh. Bakteri ‘baik’ memengaruhi jumlah dan distribusi sel  GALT sehingga berperan penting dalam pematangan dan pengaturan sistem daya tahan tubuh.

Perbedaan Prebiotik dan Probiotik
Pada pembahasan di atas, kita mengenal istilah prebiotik, namun mungkin Anda juga pernah mendengar istilah probiotik. Agar tidak keliru, inilah perbedaan antara keduanya:

Prebiotik:
  1. Adalah sumber energi alami untuk bakteri sehat yang ada di usus.
  2. Secara alami terdapat di ASI.
  3. Setelah dikonsumsi, flora usus mengandung lebih banyak bakteri sehat dibandingkan pemberian probiotik.
  4. Berpengaruh positif pada keseluruhan flora usus.

Probiotik:
  1. Adalah strain tertentu dari bakteri sehat  yang hidup atau dorman.
  2. Secara alami tidak terdapat pada ASI.
  3. Setelah dikonsumsi, flora usus mengandung lebih sedikit bakteri sehat dibandingkan pemberian prebiotik.
  4. Tidak berpengaruh pada keseluruhan flora usus.

Ibu Positif HIV Bisa Berikan ASI Eksklusif Pada Bayinya

Ibu yang telah didiagnosa positif HIV biasanya tidak mau memberikan ASI pada anaknya karena takut si bayi tertular virus tersebut. Tapi ibu yang memberikan ASI eksklusif pada bayinya justru bisa mencegah penularan tersebut.


Ibu yang mengidap HIV cenderung tidak ingin memiliki anak dan kalaupun punya anak tidak mau menyusuinya karena tidak ingin si anak tertular penyakitnya. Namun Badan kesehatan dunia (WHO) pada 1 Desember 2009 menyatakan bahwa ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif.


"Ibu yang positif HIV bisa menyusui anaknya secara eksklusif asalkan si ibu mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) sejak awal kehamilannya," ujar dr Henny Hendiyani Zainal seorang konselor AIMI dalam acara coffee morning Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) di Restoran Sambara, Jakarta, Senin (21/12/2009).


Jika ibu yang positif HIV, maka sejak awal kehamilannya harus sudah mengonsumsi obat ARV agar virus yang ada dalam tubuh ibu tidak ditularkan pada anaknya. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap ibu yang positif HIV di Afrika Selatan.


ASI Eksklusif demi Sang Anak

Kebahagiaan dan kebanggaan tidak terkira dirasakan ibu jika berhasil menyusui bayinya, khususnya setelah hamil anak pertama. Sebab, air susu ibu alias ASI merupakan makanan yang sempurna bagi bayi. Kunci kesuksesan menyusui adalah rasa cinta, ketekunan, kesabaran, percaya diri, disertai penerapan manajemen laktasi yang baik.


Sejumlah ibu yang baru memiliki bayi mengaku terpaksa memberikan susu formula lantaran harus kembali bekerja. Produksi ASI pun menurun lantaran kelelahan setelah seharian bekerja. Selain itu, banyak di antara mereka yang mengalami gangguan dalam menyusui, seperti bayi tidak mau disusui, saluran ASI tersumbat.


"Sebenarnya bekerja bukan alasan bagi kita untuk berhenti menyusui," kata Upik, karyawati swasta di Jakarta Pusat. Sejak awal, ia telah bertekad untuk memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan kepada bayinya. Hal ini bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil dari berbagai penyakit.


Agar tetap dapat memberikan ASI kendati tidak secara langsung, ia selalu memerah ASI dengan menggunakan pompa elektrik sebanyak dua kali selama bekerja di kantor. "Karena kantor tidak memiliki ruang untuk memerah ASI, saya terpaksa memerah ASI di kamar kecil yang jarang dipakai," ujarnya.