Subscribe:

Tentang Template :

Showing posts with label Sulit Punya Anak. Show all posts
Showing posts with label Sulit Punya Anak. Show all posts

Sulitnya Memberi Adik untuk si Kecil


Ingin menambah momongan lagi, tapi kok susah sekali ya ? Mungkin Bunda mengalami apa yang dinamakan infertilitas sekunder.

Infertilitas sekunder adalah kondisi dimana seorang wanita mengalami kesulitan saat ingin hamil lagi. Resiko infertilitas sekunder bisa dialami pasangan manapun dengan rentang usia 20 - 34 tahun (usia produktif) dan di atas 35 tahun (melewati usia produktif). Bahkan, pasangan yang sehat dan tidak memiliki gangguan reproduksi apapun bisa mengalaminya.


Penyebab dari infertilitas sekunder ini bermacam-macam. Berdasarkan penelitian dari Human Fertilization and Embriology Authority, tahun 2009 di Amerika Serikat, penyebab tertinggi dikarenakan jumlah sperma yang rendah dan adanya gangguan reproduksi pada pria (32%). Kerusakan saluran telur (Tuba Falopi) juga menjadi salah satu pemicunya. Begitu pula dengan gangguan fungsi indung telur dan rahim.


Namun, Bunda tak perlu cemas berlebihan bila dokter menyatakan positif infertilitas sekunder. Sebagai tindakan awal biasanya dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar hormon Bunda. Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan dokter, seperti :
Laparoskopi 
Laparoskopi ini dilakukan pada wanita yang terdiagnosis memiliki masalah di saluran indung indung telur dan rahim. Tindakan operasi bisa dilakukan untuk membuang endometriosis dan membuka jalannya saluran indung telur.
Histeroskopi 
Hampir sama dengan Laparoskopi, Histeroskopi juga dilakukan dengan operasi untuk membuang Polip, Tumor dan membuka saluran tuba falopi yang tersumbat.
Terapi Obat
Bunda akan diberikan beberapa jenis obat untuk mengembalikan siklus menstruasi yang mempengaruhi masa ovulasi Bunda. Ada juga obat yang diberikan untuk menambah jumlah sel telur.
Inseminasi
Inseminasi dikenal juga dengan istilah “cuci sperma”. Dokter akan mengambil sperma suami dan melakukan beberapa tindakan untuk mensterilkan sperma. Saat Bunda memasuki masa ovulasi, sperma akan dimasukkan ke dalam rahim Bunda.
Donasi Sperma 
Mungkin hal ini belum diterima masyarakat Indonesia khususnya. Di negara-negara eropa hal ini lumrah dilakukan. Seorang wanita mendapat donasi sperma dari pria lain yang bukan suaminya.




Sumber : Infobunda

Sperma Ditolak Sel Telur, Sulit Punya Anak

Pasangan suami-istri Rintah dan Donny sudah tujuh tahun menikah. Tetapi, mereka belum dikaruniai anak. Ketika usia perkawinan memasuki tahun ke-5, mereka pun sepakat memeriksakan diri ke dokter. Rintah dan Donny pun ditangani dokter ahli. Hasilnya, baik Rintah maupun Donny dinyatakan sehat.


Kondisi fisik kedua pasangan itu sehat. Dokter juga mengatakan sperma Donny gesit. Begitu juga dengan sel telur Rintah. Namun, kenapa mereka belum diberi momongan? Saat ini pasangan seperti Rintah dan Donny cukup banyak. Bahkan kesulitan memperoleh keturunan semakin sering kita jumpai pada pasangan suami istri.


Di Amerika Serikat, menurut sebuah penelitian, sebanyak 14% dari pasangan usia subur yang dinyatakan sehat oleh dokter sulit memperoleh keturunan. Dan, bila pasangan sulit memperoleh anak, yang pertama disalahkan selalu istri. Padahal, saat ini ketidaksuburan pada pria pun mulai meningkat.


Menurut guru besar andrologi dan biologi kedokteran dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo/Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSUPN CM/FKUI), Prof dr Nukman Moeloek, secara umum penyebab ketidaksuburan pada pria terbagi dalam tiga kelompok besar kelainan.


Pertama, kata Nukman, kelainan pada daerah pre testicular (daerah sebelum testis atau kantung sperma). Pada daerah ini yang mengalami kelainan adalah kelenjar hormon pituitary. Padahal, tugas kelenjar hormon tersebut merangsang pembentukan sperma. Akibat kelenjar yang merangsang pembentukan hormon LH dan FSH di testis terganggu, pembentukan sperma menjadi terhambat.