Subscribe:

Tentang Template :

Tanamkan Sikap Disiplin Pada si Kecil


Kita seringkali merasa lelah dan kewalahan dengan sikap anak-anak yang susah diatur dan membantah. Tidak jarang pula faktor ini memicu adanya kekerasan yang dilakukan orangtua pada anaknya. Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran orangtua menggunakan kekerasan dalam mendidik anak-anak. Cari tahu penyebabnya mengapa ia tidak disiplin dan bagaimana mengajarkannya untuk disiplin.



Mengajarkannya disiplin bukanlah semata-mata menghindari kerepotan dalam mengurus anak, tetapi juga menjadi ‘bekal’ untuknya menjadi anak yang bertanggung jawab kelak.

Penyebab
Anak adalah peniru yang ulung. Apa yang ia lakukan adalah hasil dari apa yang ia lihat di sekelilingnya. Bila sekarang ia tidak mau mengejarkan tugas rumahnya, mungkin karena dia melihat Bunda yang seringkali mengulur-ngulur waktu melakukan pekerjaan rumah. Atau bila ia sering membantah dengan suara tinggi, mungkin karena ia kerap kali melihat sang ayah yang berteriak di telepon. Bisa jadi kebiasaannya tidak menghabiskan makanan ia tiru dari tantenya.
Nah, bila contoh di sekelilingnya baik dan berperilaku positif, maka ia pun cenderung mencontoh perilaku baik tersebut.

Kiat-Kiatnya
Menanamkan disiplin pada anak bukanlah memberikan perintah padanya. Ketika kita menanamkan disiplin padanya, sadarlah bahwa kita juga sedang melatih kedispilinan kita. Berikut beberapa kiat yang bisa Bunda lakukan untuk menanamkan disiplin pada si kecil :

- Konsisten
Tetapkan hati Bunda dan suami untuk konsisten dengan peraturan rumah yang sudah dibuat. Para Bunda seringkali ‘kalah’ dengan alasan tidak tega menerapkan peraturan tersebut pada anak. Tapi jangan lupa, peraturan rumah bukan hanya untuknya. Bunda juga harus konsisten melakukan tugas Bunda di rumah.

- Berikan Alasan

Anak-anak selalu ingin mencoba melakukan hal baru. Bila Bunda merasa apa yang ia lakukan bisa membahayakannya jangan hanya melarang. Mereka mengharapkan alasan yang kuat mengapa ia tidak boleh melakukan itu. Berikan alasan yang dapat diterima anak seusianya dan gunakan bahasa yang jelas.

- Hargai Dia
Hindari menegurnya di depan umum karena akan menimbulkan rasa malu padanya. Hal ini cenderung membuat ia mempertahankan perilakunya.

- Libatkan Dirinya
Libatkan si kecil dalam pembaharuan peraturan di rumah, khususnya hal-hal yang mengenai dirinya. Misalnya dalam hal membersihkan rumah. Tanyakan apakah membantu Bunda menyiram tanaman terlalu berat untuknya? Bila ya, mintalah usulnya bagaimana menggantikan tugas itu.

Mengajarkan disiplin pada anak akan lebih mudah bila dilakukan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Berikan ciuman dan pelukan hangat bila ia telah melakukan tugasnya dengan baik.

Informasi Penting Seputar Perawatan Bayi Prematur

Layaknya merawat bayi yang lahir cukup bulan tentu saja bayi prematur juga membutuhkan perawatan yang sama. Termasuk didalamnya perawatan kebersihan dan kebutuhan minum. Namun demikian ada beberapa ‘ hobby ” atau  kebiasaan yang sering dimiliki oleh bayi – bayi prematur yang membuat kita harus lebih hati  – hati dan ekstra perhatian untuk merawat si bayi yang terlahir sebelum waktunya  yakni kurang dari 37 minggu ini.


Yuk kita perhatikan apa saja sih yang mudah terjadi atau sering diitemukan  dan menjadi sebagian masalah pada bayi prematur.

1. Bayi prematur mudah  kedinginan
Mengapa ? karena pada kulit bayi prematur sangat tipis dan mengandung sedikit sekali lemak. Selain itu pusat pengatur suhu tubuhnya juga belum sempurna. Bayangkan saja bagaimana si mungil nan imut ini harus berjuang untuk mempertahankan suhu tubuh badannya. Di dalam rahim sang bayi cukup hangat tapi ketika harus terlahir maka suhu di luar rahim ibu cenderung lebih dingin. Itulah sebabnya bayi prematur perlu dihangatkan antara lain dengan metode kanguru, ibu atau ayah mengendong bayi di dada dengan alat gendong khusus, agar bayi bisa kontak dari kulit ke kulit langsung dengan orang tua. Kehangatan tubuh ibu atau ayah sanggup membuat si mungil   bertahan di lingkungan luar rahim. Selain itu dapat pula menggunakan incubator atau cahaya lampu.

2. Bayi prematur sering mogok  bernafas
Nah ini yang sering juga terjadi. Hal ini akibat si bayi belum mempunyai fungsi paru – paru yang matang dan ada lapisan paru yang belum terbentuk sempurna. Akibatnya gangguan pernafasan terjadi. Dalam keadaan dimana bayi prematur gagal bernafas spontan maka bayi prematur perlu bantuan alat khusus di rum,ah sakit dalam beberapa waktu sampai keadaan fungsi parunya stabil. Selama kondisi rawan ini   maka perawatan  dilakukan oleh tenaga kesehatan

3. Cadangan gula dalam tubuh bayi prematur cenderung mudah turun
Lagi – lagi masalah ini berkaitan erat dengan perubahan lingkungan dari dalam rahim ke luar rahim. Waktu masih dalam kandungan si bayi prematur ini cukup mendapat pasokan zat gula dan zat makanan melalui  ibu yang dialirkan ke rahim melalui ari ari dan tali pusat. Nah begitu si bayi terlahir, dengan segala upaya bayi yang belum matang organ tubuhnya ini terpaksa harus berjuang memenuhi kebutuhan zat makanan atau sumber zat gula dalam tubuhnya.

Pada kondisi tertentu bayi prematur  dibantu dengan tindakan medis atau pemberian cairan infus yang mengandung zat  gula. Hal yang bisa dilakukan orangtua jaga kehangatan tubuh bayi agar kalori tubuhnya tidak semakin banyak yang terbakar dan terbuang. Kenakan topi kepala, kaus kaki dan kaus tangan, beri selimut dan jangan lupa sering didekap. Penuhi kebutuhan ASI sesuai jadwal pemberian setiap 2 jam.

4. Bayi prematur sering terserang kuning.
Hal ini bisa terjadi pada setiap bayi prematur. Hati pada bayi prematur belum terbentuk sempurna sehingga pembuangan zat  sisa dari tubuh yang disebut dengan bilirubine tidak bisa terbuang dengan lancar melalui buang air kecil maupun buang air besar.

Tak perlu cemas, ibu perlu memasok ASI sesering mungkin bagi si mungil maka akan memperlancar buang air besar dan air kecil pada bayi prematur, dengan sendirinya kuning akan dibersihkan terbuang saat bayi buang air besar maupun saat buang air kecil. Sebagai tindakan lanjut  dokter menganjurkan terapi sinar yang  bertujuan untuk menurunkan kadar kuning pada tubuh bayi.  Bila tak ada alat untuk terapi sinar . Misalnya di desa  terpencil dapat pula memanfaatkan sinar matahari pagi dan tak boleh terlalu lama juga mata bayi jangan menghadap cahaya matahari.

5. Bayi prematur malas menghisap dan suka  tidur lama
Nah ini dia, hati – hati jika merawat bayi prematur, kalau sudah malas menghisap dan lebih banyak tidur, sebaiknya dikonsultasikan dengan bidan atau tenaga kesehatan lain agar di periksa apa ada masalah kesehatannya. Bayi kurang bulan memang aktifitasnya tidak sebanyak bayi cukup bulan waktunya seringkali habis untuk tidur. Oleh sebab itu orang tua bayi prematur harus rajin membangunkan bayi tiap 2 jam untuk pemberian minum ASI dan bila menghisapnya sangat pelan perlu telaten dan  hati – hati jangan sampai  tersedak.

6. Kulit dan bagian – bagian tubuh  bayi prematur sensitif
Ini tak kalah penting. Yaitu perawatan kebersihan tubuh bayi prematur. Hati – hati dalam merawat, karena kulit bayi prematur sangat sensitif dan mudah terjadi ruam atau kemerahan pada sela sela tubuh, misal pada pantat, sela leher, sela kaki dan sebagainya. Bersihkan bayi prematur  kapas yang dibasahi  baby  oil hangat. Apabila memandikan dengan air pastikan bahwa air mandi  memiliki kehangatan yang cukup sesuai dengan tubuh bayi. Jaga kuku tangan ibu atau pengasuh  agar tetap pendek agar tidak menggores tubuh bayi. Jaga pula kebersihan tali pusar bayi setiap kali memandikan agar tidak infeksi.

7. Bayi prematur mudah infeksi
Wah kasihan ya si mungil. tubuhnya masih lemah tapi harus bertahan dan berjuang melawan kuman nakal di sekitarnya.Apa yang bisa ibu lakukan ya? Berikan ASI sedini mungkin, walau hanya setetes ASI jangan di buang agar zat kekebal;an dari ibu bisa masuk ke tubuh bayi, Zat itu berguna sebagai tentara yang menyerang kuman – kuman nakal yang berada di sekitar bayi prematur. Jangan tunggu ASI keluar banyak baru memberi ASI pada bayi prematur, tetapi mul;ailah dengan memerah ASI sedikit demi sedikit. Dengan bangga ibu boleh menyerahkan pada bidan selama bayi di rawat dalam inkubator. ASI akan meningkatkan kekebalan alami si mungil.

Semoga dengan menrima informasi ini kita bisa saling berbagi untuk mempertahankan kesehatan bayi – bayi prematur, jika ibu dan ayah sudah tahu maka bidan dan dokter akan dengan mudah bekerjasama dengan orangtua bayi prematur agar perawatan berlangsung maksimal. Bukankah tak kenal maka tak sayang, dengan mengenal  kebiasaan dan hobby si bayi prematur maka kita akan semakin menyayangi dan memperhatikan detik demi detik perkembangan si mungil dengan percaya diri.

Ada catatan kecil untuk perawatan bayi prematur ini antara lain bayi prematur juga akan lebih cepat meningkat berat badannya bila di beri sentuhan kasih sayang, dapat pula dengan pijat bayi khusus prematur, memberikan musik klasik dan kurangi stres bayi terhadap rangsanagn suara keras yang mengejutkan maupun rabgsanagn cahaya terang yang berlebihan. Ciptakan suasana kehangatan dan kenyamanan seperti saat bayi dalam kandungan agar ia tetap bertahan dan sehat.

Kenali dan Atasi Penyebab Bayi Menangis

Peristiwa kelahiran bayi di tengah keluarga pasti akan membawa suasana bahagia dan ceria. Namun demikian adakalanya sebagai orangtua  sering kebingungan bila menghadapi bayinya yang menangis terus atau rewel. Apa saja sih kira – kira penyebab bayi menangis. Baik juga jika kita coba kenali  penyebab bayi menangis dan cara mengatasinya satu persatu.


Bayi baru lahir mengalami suatu masa transisi atau masa peralihan dari suasana di dalam rahim yang hangat, nyaman dan aman berpindah ke suasana di luar rahim saat terlahir ke dunia. Perubahan suhu, suara, dan kenyamanan ini menjadi sebuah proses penyesuaian baru bagi bayi mungil.

Sahabat tahukah anda ternyata tangisan awal bayi sangat penting sebagai penentu keadaan kesehatan bayi saat lahir dan seterusnya. Oleh sebab itu setiap  menolong bayi  baru lahir maka dokter atau bidan selalu berusaha agar bayi dapat menangis  dan menunjukkan tanda tanda usaha bernafas spontan.

Setelah proses persalinan dan selama  perawatan di rumah sakit tentu seorang  ibu baru atau keluarga muda masih banyak mendapat bantuan untuk merawat si mungil. Lantas bagaimana bila sang bayi  tiba  saatnya pulang? Terlebih bila tiba – tiba saja di rumah  bayi menangis keras, apa yang harus dilakukan? Tak jarang seorang ibu baru akan gugup, cemas dan canggung dalam mengatasi tangisan si mungil. Yuk kita perhatikan satu persatu, kira kira apa saja sih yang membuat sang bayi menangis?

1. Rasa lapar.
Pada awal masa pertumbuhan terutama minggu – minggu pertama bayi akan sering menyusu pada ibu. Kebutuhan minum pada bayi terutama untuk menyusu tidak perlu di jadwal tetapi sesuka bayi. Setiap bayi mempunyai pola kebiasaan minum yang berbeda beda.Bila bayi menangis dan tampak lapar sebaiknya segera disusui. Selain menyusui berguna untuk  memenuhi kebutuhan zat gisi dan makanan juga akan memberi kehangatan bagi bayi.

2. Bayi ingin bersih
Bayi sangat membutuhkan rasa nyaman dan bersih. Maka saat bayi menangis coba perhatikan apakah bayi  ngompol ( buang air kecil  ) atau buang air besar. Segera ganti popok bayi dan pakaian bayi. Jangan lupa bersihkan  dulu daerah kemaluan dan dubur bayi  dengan kapas dibasahi air  hangat.

3.Lingkungan yang tidak nyaman
Perhatikan mungkin udara terlalu dingin,segera  selimuti bayi. Kenakan kaus kaki, kaus tangan dan topi bayi.Beri selimut hangat. Bila mengunakan AC  atau kipas angin pastikan bahwa bayi tidak kedinginan.Dekap bayi di dada ibu agar bayi merasa nyaman. Coba perhatikan kebersihan sekitar tempat tidur bayi, jangan sampai ada semut atau serangga.

4. Bayi tidak bebas bergerak.
Bayi juga butuh bebas bergerak, kadang selimut atau bedong bayi yang terlalu rapat malah membuat bayi gerah. Perlu diperhatikan apakah bayi tampak berkeringat, bila iya buka selimut dan bedong, usap tubuh bayi dengan waslap hangat, kenakan pakaian yang lembut berbahan katun dan beri selimut yang tipis tapi hangat, misalnya berbahan kain fanel. Bayi tidak perlu diberi gurita pada daerah perut. Biarkan bagian perut bayi bebas tanpa gurita. Agar gerakan pernafasan bayi tidak terganggu.

5. Bayi ingin disayang
Adakalanya bayi sudah kenyang, ASI cukup, pakaian juga hangat dan lingkungan nyaman. Namun bayi masih menangis. Kemungkinan bayi butuh disayang. Bayi butuh didekap dan dipeluk oleh ibu maupun ayah. Letakkan bayi pada dada ibu atau ayah dan sambil disenandungkan lagu. Perasaan aman dan nyaman akan membuat bayi tenang.

6. Bayi rewel setelah minum ASI  atau Susu
Perhatikan mungkin bayi kekenyangan atau belum disendawakan setelah minum. Udara yang mendesak di lambung bayi akan membuat bayi gelisah dan tidak nyaman. Perut terasa seperti kembung. Letakkan bayi pada pundak ibu dan tepuk – tepuk pelan punggungnya atau dapat pula di posisikan setengah duduk dengan disangga bagian kepala dan pundak bayi, tepuk – tepuk punggung bayi perlahan agar udara dalam lambung bisa keluar sehingga bayi bersendawa dengan lega. Bila masih belum berhasil bayi boleh ditengkurapkan dengan hati – hati dan harus  ditunggu. Jangan memposisikan bayi tengkurap tanpa pengawasan.

Usap lembut daerah perut dan punggung bayi dengan minyak telon atau minyak kayu putih hangat khusus bayi.

7. Kolik perut
Beberapa bayi sering tiba tiba menangis melengking tanpa henti. Posisi kaki bayi kadang terangkat, seperti kesakitan daerah perut. Kolik pada bayi ini seringkali terjadi. Beberapa kemungkinan penyebab kolik pada bayi akibat  usus yang sangat  aktif. Bayi dengan kolik biasanya tumbuh dengan baik, dan tangisannya akan berangsur berkurang setelah bayi berusia 3 bulan. Upayakan pemberian minum pada bayi secara bertahap sedikit demi sedikit dan sering disendawakan.

8. Menangis gelisah dan rewel  akibat kebiasaan buruk ibu atau ayah
Perhatikan  pada ibu yang menyusui dan mengkonsumsi kafein dan Merokok. Bayi akan lebih sering menangis dan gelisah. Sebaiknya ibu menyusui tidak merokok dan minum minuman berkafein. Bagi suami perokok sebaiknya tidak merokok di dekat bayi.

Sahabat ada  beberapa catatan penting perhatikan tangisan bayi yang perlu segera minta bantuan pada tenaga kesehatan terdekat, bila :
  • Suara  tangisan bayi tampak lemah dan merintih, bibir dan sekitar hidung kebiruan
  • Tangisan bayi melengking dan diikuti pernafasan cepat atau  kadang bertambah berat nafasnya
Tangisan bayi juga dapat menggambarkan keadaan kesehatannya. Bayi juga perlu menangis keras sesekali. Ibu taak perlu kuatir dan cemas. Yang penting perhatikan penyebabnya dan jangan gugup. Suasana hati yang mengasuh bayi juga turut berpengaruh. Bayi cenderung gelisah bila sang pengasuh atau ibu juga dalam keadaan tegang atau stres. Oleh karena itu kenali tangisan bayi kita.