Subscribe:

Tentang Template :

5 Ketakutan Yang Dialami Wanita Jelang Melahirkan

Melahirkan seorang anak jadi salah satu hal yang membuat wanita merasa bahagia. Namun di balik kebahagiaan itu, terselip rasa takut terutama menjelang proses melahirkan.

Ketakutan menjelang melahirkan adalah sebuah proses yang wajar, apalagi jika itu pertama kalinya. Ketakutan itu terkadang sampai berdampak pada kesehatan. Misalnya saja para wanita hamil ini menjadi sulit tidur, malas makan atau malah makan berlebihan, sakit kepala, tekanan darah tinggi dan menurunnya sistem kekebalan tubuh.


“Beberapa wanita ketakutan karena dia mendengar atau membaca atau melihat dari televisi (soal proses melahirkan),” ujar dokter kandungan di New York University School of Medicine, Elizabeth Eden, M.D., seperti dilansir Fit Pregnancy.

Seberapa takutnya untuk melahirkan, para ibu harus menghadapinya. Namun bukan berarti tidak ada cara untuk mengurangi rasa takut tersebut. Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan berdamai dengan rasa takut itu. Berikut ini beberapa ketakutan yang biasanya datang menjelang melahirkan dan cara mengatasinya:

Takut Sakit
Cukup banyak wanita yang sangat khawatir pada rasa sakir saat melahirkan. Untuk Anda yang merasakan hal tersebut, cobalah melakukan latihan pernapasan. Berlatih tehnik-tehnik relaksasi juga bermanfaat mengurangi rasa sakit. Sebisa mungkin kurangi rasa cemas karena hal itu bisa membuat proses persalinan semakin panjang dan nyeri lebih terasa.

Pastikan Anda cukup beristirahat sebelum proses persalinan berlangsung. Jangan lupa juga untuk makan agar Anda memiliki tenaga ketika mendorong janin keluar.

Takut Operasi Caesar
Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda soal langkah ini. Kalau memang tidak diperlukan, hindari melahirkan melalui operasi caesar. Operasi dilakukan hanya jika proses melahirkan Anda berisiko.

Meski bertekad melahirkan normal, Anda tetap harus siap dengan kemungkinan operasi caesar. Agar merasa tenang, tanyakan pada dokter soal langkah operasi tersebut.

Tidak Bisa Mengontrol Emosi
Jika selama ini Anda termasuk orang yang bisa mengontrol emosi, proses melahirkan bisa menjadi ujian. Kalau sampai Anda kehilangan kontrol, jangan khawatir. Dokter dan perawat di rumah sakit atau klinik tempat Anda melahirkan telah melihat banyak hal serupa terjadi. Jadi teriaklah jika Anda ingin berteriak, lakukan apapun yang bisa membuat Anda bisa melahirkan dengan selamat.

Takut Mendapat Sobekan
Terjadinya sobekan saat proses melahirkan ini bisa dihindari dengan belajar bagaimana mengontrol ketika mendorong bayi keluar vagina. Pelajari juga soal pijatan perineum. Perineum adalah daerah antara vagina dan anus. Daerah perineum ini merupakan jaringan yang memiliki ujung sel-sel saraf sehingga sangat peka terhadap sentuhan, dan cenderung mengalami perobekan saat berlangsungnya proses persalinan alami. Namun dengan mempelajari pijat perineum dapat membantu otot-otot perineum dan vagina lebij elastis sehingga memperkecil risiko perobekan dan episiotomi.

Takut Terjadi Sesuatu Pada Bayi
Ingatkan pada diri Anda sendiri, meskipun beberapa bayi mendapatkan masalah setelah dilahirkan, sebagian besar dari mereka ternyata lahir sehat. Setidaknya lebih dari 97 persen bayi dilahirkan dengan sehat. Kalau suatu masalah terjadi, dokter yang membantu proses kelahiran Anda pasti akan segera membantu.

Jangan Pandang Sebelah Mata Virus Influenza!

Kebanyakan masyarakat kita menggambarkan flu sebagai penyakit ringan seperti pilek, batuk yang disertai sakit kepala dan sakit perut. Tidak heran bila kita berada pada urutan terendah penggunaan vaksin influenza di Asia Pasifik. Sebenarnya apa Virus Influenza (Flu) itu? Apa vaksin influenza dan seberapa perlu kita mendapatkan vaksin ini?

Virus Influenza
Virus Influenza terdiri dari 3 tipe, yakni virus A, virus B dan virus C. Virus A dapat menyerang manusia dan binatang, sedangkan virus B dan C hanya menyerang manusia. Virus A merupakan wabah terbesar virus influenza karena antigen (zat antibodi)nya yang dapat berubah (antigenic shift). Wabah influenza B tidak terlalu berat karena antigennya lebih stabil. Influenza B sering terjadi pada anak sekolah dan anggota militer. Sedangkan influenza  teringan yakni jenis C yang hanya menimbulkan infeksi subklinis.


Perlu Bunda ketahui, gejala seperti pilek, sakit perut, sakit kepala bukanlah gejala flu sebenarnya. Gejala flu biasanya lebih hebat dan lebih lama dibandingkan gejala-gejala itu.

Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus pada saluran pernapasan. Penyakit ini tergolong unik karena wabah ini dapat berulang dengan aktivitas yang kuat sehingga dapat menimbulkan infeksi yang mengakibatkan kematian pada semua tingkatan usia.

Yang paling sering menjangkit masyarakat Indonesia adalah Infeksi Saluran Pernpasan Atas (ISPA). Biasanya pasien ISPA akan meningkat pada pergantian cuaca bulan Juli hingga September (musim hujan).

Bagaimana upaya pencegahannya? Influenza dapat dicegah melalui pemberian vaksin influenza.

Vaksin Influenza
Ada beberapa macam jenis vaksin influenza, yakni :
  1. Whole Virion Vaccine : menggunakan seluruh partikel virus, memiliki imunogenisitas baik namun memiliki efek samping lebih banyak.
  2. Split Virus Vaccine : masih mengandung RNA (Ribonucleic Acid) dan protein M, imunogenisitas baik dan efek samping lebih sedikit.
  3. Subunit Virus Vaccine : hanya mengandung HA (Virus Haemagglutinin) dan NA (Neuroaminidase), efek samping kecil namun kurang imunogenik.

Siapa perlu divaksin?
Orang-orang yang beresiko terjangkit virus influenza perlu mendapat vaksin. Mereka termasuk di antara :
  • balita usia 6 bulan sampai 4 tahun
  • usia di atas 50 tahun
  • anak-anak dan orang dewasa yang sisitem kekebalan tubuhnya terganggu
  • wanita yang berencana hamil di musim hujan
  • orang-orang atau petugas kesehatan yang bekerja di sekitar orang yang beresiko terkena flu.
Setelah mendapatkan vaksin influenza bukan berarti kita terbebas dari flu. Kita masih mungkin terkena flu, namun resiko dan gejalanya akan jauh lebih ringan.

Menggunakan Motor dan Mobil Saat Hamil

Sekarang ini bukan jamannya kaum hawa hanya mengurusi hal rumah tangga dan anak saja. Kebanyakan dari ibu muda di Ibu Kota khususnya tetap bekerja sebagai wanita karir selain menjadi ibu rumah tangga. Kesan mandiri melekat pada mereka yang tidak ingin menghentikan karir hanya karena alasan menikah dan punya anak.

Contoh kemandirian yang bisa kita lihat misalnya dari segi transportasi. Tidak jarang ibu muda yang membawa kendaraan sendiri untuk beraktifitas. Nah, bagaimana kalau ternyata Bunda yang juga wanita karir tengah hamil tetapi membawa kendaraan sendiri sehari-hari. Kendaraan jenis apa sajakah yang tergolong aman untuk wanita hamil? berikut ulasannya.


MOTOR
Menurut beberapa pengalaman Bunda hamil, mereka tidak memiliki masalah yang serius bila harus duduk berlama-lama di atas motor. Menggunakan kendaraan bermotor tidak menyebabkan keguguran, yang artinya resiko keguguran bisa dialami bahkan pada mereka tidak selalu menggunakan motor. Tetapi tentu saja resiko kecelakaan pada motor lebih besar mengakibatkan keguguran daripada kendaraan lain seperti mobil misalnya. Walau pun menggunakan motor tidak mempengaruhi kehamilan, ada beberapa keluhan yang sering muncul seperti rasa pegal. Mudah saja, bila terasa pegal istirahatlah sejenak. Bila diantar suami, mintalah untuk berhenti, lalu berdirilah untuk beberapa menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Jika Bunda sering mengalami kontraksi konsultasilah dengan dokter.

MOBIL
Bila motor saja tidak mempengaruhi kehamilan apalagi mobil yang lebih nyaman. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan sabuk pengaman. Gunakan sabuk pengaman di bawah perut (di pertemuan bawah perut dengan bagian atas paha) dan di bahu. Menggunakan sabuk pengaman di bawah perut dan bahu berguna untuk menahan tubuh dan janin bila terjadi kecelakaan. Sabuk pengaman sebaiknya tidak disilangkan di atas perut tetapi menyilang di samping dan juga di tengah payudara.

Posisi kaki saat menyetir juga perlu diperhatikan. Pastikan posisi kaki nyaman sehingga peredaran darah tetap lancar.

Jaga jarak antara perut Bunda dan setir sehingga Bunda bebas bernapas. Selain itu bila terjadi kecelakaan perut tidak cedera karena airbag.

Meski pun jenis kendaraan tidak berpengaruh pada kehamilan, ada beberapa hal yang perlu Bunda perhatikan, seperti :
  • Lebih berhati-hati saat menyetir. Bila suami yang mengantar, mintalah suami menyetir lebih perlahan mengingat kondisi Bunda yang rentan terhadap goncangan.
  • Bila harus bepergian jauh istirahatlah saat terasa tidak nyaman. Berhenti sejenak untuk meluruskan badan dan berdiri.
  • Jangan lupa untuk selalu membawa camilan. Camilan sangat membantu terutama bila terjebak macet.