Subscribe:

Tentang Template :

Bagaimana Mengatasi Tantrum si Kecil?

Bila bayi menggunakan tangisan sebagai bentuk komunikasi, anak-anak bisa menggunakan tangisan sebagai ‘senjata’nya supaya keinginanya terkabul. Orangtua biasanya tak tega dan akhirnya luluh. Bila ia hanya sekedar menangis untuk menarik perhatian itu masih dalam batas normal karena itu merupakan usahanya untuk memenuhi keinginannya. Namun, waspadai bila ia menangis disertai teriakan, apalagi sampai memukul, menendang, berguling-guling atau bahkan menggigit.


Perilaku menangis seperti itu disebut temper tantrum, yaitu bentuk luapan emosi anak yang tidak terkendali. Berikut alasan-alasan terjadinya tantrum :

  • Dia menginginkan sesuatu tetapi tidak diberikan. Si kecil meluapkan amarahnya berharap Bunda segera mengabulkannya, apalagi bila ia tahu Bunda pernah luluh dengan aksinya itu.

  • Ia tidak suka dipaksa. Bila Bunda termasuk tipe orangtua yang pemaksa hal ini bisa menjadi pemicu terjadinya tantrum. Ia merasa lelah melakukan suatu hal yang ia tidak suka.

  • Keterbelakangan mental. Untuk sebagian anak dengan keterbelakangan mental yang sulit mengutarakan keinginannya juga sering tantrum, misalnya lapar, takut, lelah.


Intinya bila anak merasa tidak nyaman dan mulai frustasi dengan keadaan itu tenper tantrum dapat terjadi. Nah untuk itu Bunda harus memahami cara tepat menanganinya, bukan terus menerus mengikuti keinginannya. Berikut kiat-kiatnya :




  • Jangan terpancing emosi. Memang sulit untuk tidak kesal dan marah bila melihatnya seperti itu, tetapi teriakan Bunda dapat memicu tantrum-nya bertambah.

  • Waspadai bila ia sudah mulai menyakiti dirinya sendiri atau orang lain. Jauhi benda-benda yang dapat menyakitinya.

  • Ambil handuk kecil basah dan usapkan di wajahnya, setelah itu beri ia minum air putih untuk membuatnya tenang.

  • Tak perlu memberi nasehat atau berargumen di saat tantrum, karena ia tidak akan memperhatikan apa yang Bunda katakan. Lebih baik berikan pelukan dan biarkan ia menangis di dada Bunda.

  • Jangan pernah memukulnya. Pukulan tidak mengatasi masalah justru sebaliknya ia akan merasa Bunda tidak menyayanginya.

  • Tetapkan pendirian, jangan sampai Bunda mudah luluh dengan tantrumnya. Sekali ia berhasil ia akan terus menerapkannya di lain waktu. Hindari juga berjanji padanya, “Ya, nanti Bunda beli mainan itu untuk Dede yah.”.

0 komentar:

Post a Comment