Subscribe:

Tentang Template :

9 Penyakit Akibat Kemajuan Teknologi

 

Teknologi memang menawarkan kemudahan dalam beraktifitas. Namun kemudahan itu tidak serta merta tanpa akibat. Penelitian telah menemukan ada beberapa gangguan kesehatan akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari mulai dari depresi Facebook hingga narsisme.

Kesepuluh gangguan penyakit akibat kemajuan teknologi itu seperti dilansir DailyRecord, Jumat (25/11/2011), antara lain:



1. Hipersensitivitas Gelombang Elektromagnet dari Wifi hingga Sinyal Telepon
Dari wi-fi hingga sinyal telepon seluler, orang dikelilingi oleh komunikasi nirkabel. Dan bagi sebagian orang, paparan medan elektromagnetik dapat membuat sakit. Gejalanya berkisar dari sakit kepala akut dan kulit terbakar hingga otot-berkedut dan nyeri parah.

Diperkirakan 5 persen warga Amerika percaya bahwa mereka menderita kondisi ini dan beberapa di antaranya telah pindah jauh ke daerah di mana komunikasi nirkabel dapat dikonrtol dengan ketat dikontrol untuk menghindari masalah.

2. Depresi Facebook
Awal tahun ini, sebuah kelompok dokter di AS memperingatkan bahwa para remaja dapat menjadi begitu terobsesi dengan Facebook dan mengorbankan kesehatannya.

American Academy of Pediatri menyatakan anak-anak yang diabaikan di situs jejaring sosial akan lebih tertekan daripada diabaikan dalam kehidupan nyata.

Organisasi ini memperingatkan risiko kesehatan mental anak yang menjadi korban cyber-bullying dan menegaskan bahwa penggunaan beberapa website dalam jangka panjang dapat mempengaruhi pola tidur dan tingkat harga diri.

3. Cedera Regangan yang Berulang akibat banyak Mengetik di Keyboard
Biasanya buruh pabrik, penjahit dan musisi lah yang paling berisiko mengalami cedera regangan berulang. Tapi saat ini pekerja kantor dapat menderita masalah yang sama karena menghabiskan terlalu banyak waktu menggunakan keyboard.

Penggunaan jari, pergelangan tangan, lengan, dan bahu secara berulang-ulang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak mampu diperbaiki oleh tubuh dari waktu ke waktu. Langkah-langkah pencegahan seperti istirahat yang teratur sangat disarankan.

4. Sakit Kepala Karena Ponsel
Selama bertahun-tahun, para ahli terlibat dalam perdebatan sengit mengenai apakah ponsel berbahaya atau tidak. Namun penelitian telah menunjukkan ada hubungan antara sakit kepala dan penggunaan ponsel.

Riset yang ditugaskan oleh produsen ponsel pada tahun 2008 lalu menemukan bahwa melakukan panggilan telepon sesaat sebelum tidur dapat mempengaruhi kualitas tidur yang dapat menyebabkan sakit kepala keesokan harinya.

5. Kecanduan Internet
Banyak psikiater saat ini yang menawarkan pengobatan untuk kecanduan internet dan telah merawat pasien yang mengatakan bahwa dunia online telah mengambil alih kehidupannya.

Menurut psikiater AS, Jerald Block, kondisi tersebut harus dilihat sebagai gangguan klinis melihat makin meningkatnya jumlah orang yang kecanduan game dan pornografi di intenet.

6. Berkurangnya Pendengaran akibat alat musik seperti Ipod
Beberapa penyakit teknologi di atas mungkin baru meresahkan selama 10 sampai 15 tahun terakhir. Namun sudah lebih dari 30 tahun sejak pertama kali muncul kekhawatiran bahwa mendengarkan musik keras melalui pengeras suara dapat merusak pendengaran.

IPod telah menggantikan Walkman, namun kekhawatirannya tetap sama. Prancis telah melarang produsen gadget untuk memproduksi earphone yang menghasilkan suara melebihi tingkat tertentu.

7. Cedera Wii saat Main Nintendo
Ketika Nintendo Wii pertama kali dirilis, orang-orang dari segala usia sangat antusias untuk mencoba permainan ini yang menggantikan ‘stick’ yang kuno. Masalahnya adalah banyak orang yang menikmati bermain game Wii sampai lupa waktu hingga menyebabkan kejang otot.

8. Mabuk akibat Game atau Film 3D
Sebuah peneltiian yang dirilis Asosiasi Dokter mata di Amerika Serikat telah menemukan gangguan kesehatan akibat televisi dan game 3D. Seperempat pemakainya melaporkan mengalami ketegangan mata, penglihatan kabur, pusing, sakit kepala, atau mual setelah melihat konten 3D.

Orang yang mengalami gejala semacam mabuk tersebut sangat rentan terhadap tipuan visual yang digunakan karena tipuan teknologi visual.

9. Narsisisme di Situs Jaringan Sosial
Sebuah studi yang diterbitkan awal tahun ini oleh dua akademisi AS yang menemukan siswa yang semakin gemuk semakin egois dibandingkan dengan generasi sebelumnya karena pengaruh teknologi modern.

Siswa masa kini juga lebih cenderung menampilkan perilaku narsis dan kurang menunjukkan empati seeprti yang ditampilkan dalam perilaku atau kebiasaannya terus-menerus memperbarui situs jaringan sosial.

Dalam penelitian tersebut, pria ditemukan lebih cenderung melakukan hal ini, meskipun mereka diasumsikan tidak lebih sering menggunakan teknologi daripada wanita.

Tips Kurangi Sakit Saat ‘Waxing’

Pembicaraan wanita seputar waxing (mencabut bulu tubuh) selalu menyebut-nyebut soal rasa sakit. Proses waxing, menarik bulu-bulu dari kulit dengan bantuan lilin, memang sering dibayangkan sebagai proses yang menyakitkan. Tak sepenuhnya salah, tapi tentu ada cara untuk mengatasi dan menguranginya.

Waktu yang tepat
Pemilihan waktu yang tepat bisa membantu mengurangi rasa sakit saat waxing. Dua-tiga hari menjelang dan sesudah menstruasi, kulit menjadi lebih sensitif jadi hindari waxing. Tentunya hindari juga waxing pada saat menstruasi karena beberapa bagian tubuh bisa menjadi lebih sensitif.


Jangan gunakan pelembap
Pada hari Anda melakukan waxing, jangan gunakan pelembap pada bagian yang dicabut bulunya. Kulit yang lembap akan membuat bulu-bulu melekat dan sulit dicabut. Akibatnya, bisa jadi waxing harus dilakukan berulang kali pada tempat yang sama sehingga menimbulkan rasa sakit lebih dan iritasi kulit. Usahakan area yang bulunya akan dicabut dalam keadaan kering sehingga mempermudah proses.

Gangguan Kulit
Hindari waxing pada area yang terdapat jerawat atau luka. Tunggu hingga jerawat, luka, atau gangguan kulit lainnya sembuh sempurna sebelum melakukan pencabutan bulu. Kontak antara lilin yang lengket dengan kulit pada saat dicabut bisa membuat luka atau infeksi kulit yang sudah ada menjadi lebih buruk.

Scrub
Menggosok kulit dengan scrub sebelum waxing bisa membantu membuka pori-pori. Diharapkan pori-pori kulit yang sedikit terbuka bisa membantu memuluskan proses pencabutan bulu.

Pengurang rasa sakit
Beberapa wanita sering meminum obat penghilang rasa sakit ringan 30-60 menit sebelum waxing. Umumnya hal ini dilakukan ketika melakukan mencabut bulu di area sensitif. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli kesehatan untuk memastikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.

Salon khusus
Salah satu hal penting yang menentukan sakit atau tidaknya proses waxing Anda adalah sang terapis dan metode yang digunakan. Beberapa salon khusus waxing menawarkan berbagai metode yang bisa mengurangi rasa sakit. Jika Anda waxing untuk pertama kali, sebaiknya pilih salon yang profesional dan banyak direkomendasikan. Jangan lupa perhatikan kebersihan. Pilih tempat yang tidak menggunakan stik pengoles lilin berulang kali karena berisiko menyebarkan kuman antara pelanggan.

Santai
Jika semua hal di atas sudah dipenuhi, maka hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah berusaha bersikap santai. Mendengarkan musik atau melakukan hal-hal yang akan mengalihkan perhatian Anda dari rasa sakit seperti membaca majalah atau browsing Internet bisa dilakukan. Tarik nafas dalam-dalam untuk membuat tubuh lebih rileks.

Tips: Untuk mencegah iritasi pasca waxing usahakan untuk tidak mengenakan pakaian ketat di area waxing, mandi air panas, terkena matahari langsung, dan hindari gesekan setidaknya sampai 48 jam setelah proses waxing. Setelah 3 hari, gunakan scrub di area yang dicabut bulunya untuk menghindari gatal akibat in-grown hair atau bulu yang tumbuh ke dalam sehingga menimbulkan iritasi.

Hipnotis dan Kegunaannya dalam Bidang Medis

Anda mungkin pernah mendengar kata “hipnotis” sebelumnya dan mungkin berhubungan dengan dunia pertunjukkan sepertia cara sulap dan sebagainya. Di dalam dunia kedokteran, hipnotis dapat digunakan sebagai salah satu alternative terapi dalam pengobatan. Hipnotis adalah suatu keadaaan terfokusnya konsentrasi seseorang sehingga orang tersebut mengalami penurunan kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya. Hipnoterapi adalah suatu terapi yang menggunakan metode hipnotis untuk mengatasi gangguan fisik maupun psikologis.


Para ahli belum mengetahui secara pasti bagaimana hipnotis dapat mempengaruhi tubuh manusia, namun mendapati fakta bahwa hipnotis dapat menyebabkan tubuh berada dalam keadaan relaksasi yang sangat dalam. Hipnotis tidak dapat bekerja di luar kemauan seseorang dan hanya akan berhasil jika orang tersebut telah bersedia secara sukarela untuk menerima perintah atau petunjuk sang penghipnotis untuk melakukan sesuatu.

Hipnotis di dalam dunia kedokteran digunakan dengan tujuan untuk meringankan gejala dari suatu penyakit yang dirasakan oleh seseorang, bukan bertujuan untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Hipnotis dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah kecanduan (adiksi) terhadap obat-obatan terlarang, alcohol, makanan dan merokok. Rasa nyeri yang berhubun gandengan nyeri operasi, gangguan syaraf dan nyeri melahirkan juga dapat diatasi dengan hipnotis. Selain beberapa hal tersebut, hipnotis dapat digunakan untuk mengurangi stress psikologi dengan meningkatkan relaksasi dan sugestipositif.Hipnotis kerap digunakan untuk membantu mengatasi masalah insomnia, ansietas, phobia, obesitas, asthma dan irritable bowel syndrome (IBS).

Meskipun dinilai relative aman, hipnotis dapat menimbulkan komplikasi pada sebagian individu. Komplikasi dari hipnotis ini pada umumnya bersifat singkat dan sementara yaitu berupa kelelahan, gelisah, bingung, pingsan, pusing dan mual.Efek yang lebih serius telah dilaporkan yaitu berupa gangguan psikologi seperti ingatan traumatic, kejang dan lainnya.Adapun kontra indikasi untuk menjalankan terapi hipnotis yaitu bagi individu yang memiliki masalah psikiatri seperti Borderline personality disorder, Dissociative disorder, pasien dengan riwayat traumatic psikologis yang dalam dan juga epilepsy sebaiknya berkonsultasi dengan dokter psikiatris sebelum melakukan terapi hipnotis.

Hypnobirthing adalah metodehipnotis yang digunakan pada proses persalinan. Metode hipnotis ini harus dipelajari jauh hari sebelum hari persalinan tiba. Hypnobirthing dapat dipelajari dari buku-buku dan video maupun kelas kursus. Konsultasikan dengan dokter OBSGYN Anda sebelum mengikuti metode hipnotis ini.

Bagaimanakah cara hypnobirthing bekerja pada proses persalinan? Pada saat menjelang persalinan dan selama persalinan berlangsung, tubuh Ibu akan berada dalam keadaan siaga (fight-or-flight), keadaan ini akan mengakibatkan hormone stress (catecholamine) memperlambat pencernaan, meningkatkan detak jantung, memompa darah ke lengan dan kaki sehingga mengurangi aliran darah ke uterus yang mengakibatkan nyeri pada daerah kandungan serta kesulitan-kesulitan pada proses bersalin. Metode hypnobirthing pada saat persalinan membantu sang Ibu berada dalam keadaan relaksasi, sehingga hormone Oxytocin dan endorphine akan bekerja merelaksasikan otot-otot dan menciptakan perasaan nyaman.

Metode hypnobirthing mengajarkan untuk mengalihkan fokus nyeri bersalin dengan menggunakan afirmasi-afirmasi seperti “saya merasa rileks”, “bayi saya merasa rileks”, mengganti kata “kontraksi” dengan kata “sensasi”dan sebagainya. Dari pengalaman para Ibu yang menerapkan metode hypnobirthing ini, mereka mendapatkan ketenangan yang luar biasa serta proses persalinan yang berjalan mudah dan singkat. Selain itu, bayi yang dilahirkan dengan metode ini padaumumnya bersikap lebih tenang.

Perlu di perhatikan bahwa metode hypnobirthing harus dijalankan atas kemauan Ibu itu sendiri dan tidak bisa dipaksakan.Lebih baik bila dokter atau bidan yang membantu proses persalinan mengetahui dan menyetujui untuk dilakukannya metode hypnobirthing pada proses persalinan tersebut.